alexametrics
Jumat, 23 Oct 2020
radarbojonegoro
Home > Sport
icon featured
Sport

PSSI Jatim Pastikan Liga 3 Batal, Liga 1 Masih Tunggu Kepastian

13 Oktober 2020, 15: 30: 59 WIB | editor : Nailul Imtihany

TUNGGU KEPASTIAN : Head Coach Persela, Nil Maizar dan asisten pelatih Didik Ludianto saat memimpin latihan skuad Persela. Para pemain sementara diliburkan dari latihan, menunggu kepastian digelarnya Liga 1.

TUNGGU KEPASTIAN : Head Coach Persela, Nil Maizar dan asisten pelatih Didik Ludianto saat memimpin latihan skuad Persela. Para pemain sementara diliburkan dari latihan, menunggu kepastian digelarnya Liga 1. (ANJAR DWI P/RDR.LMG)

Share this      

Radar Lamongan - Asprov PSSI Jatim memastikan batal menggelar Liga 3 zona provinsi Jatim, turnamen kelompok usia, dan sepakbola wanita tahun ini. Hal itu dituangkan dalam 268/B/PSSI-Jatim/X/2020.

Pengurus Lamongan FC memahami ditiadakannya Liga 3 tahun ini. ’’Surat dari Asprov PSSI Jatim sudah kami terima dan sudah kami sampaikan kepada pengurus,’’ tutur Manajer Lamongan FC sekaligus Ketua Askab PSSI Lamongan, Bambang Didik kepada Jawa Pos Radar Lamongan, Bambang Didik kemarin (12/10).

Keputusan Asprov PSSI Jatim sebelumnya dikomunikasikan dengan Pemprov Jatim, pihak keamanan, dan permintaan dari KONI Jatim untuk menunda gelaran Liga 3 zona provinsi Jatim, turnamen kelompok usia, dan sepakbola wanita. Pertimbangan utamanya karena pandemi corona virus disease 2019 di Lamongan yang belum mereda.

'’Kami menerima apa yang menjadi keputusan dan instruksi dari Asprov Jatim,’’ ujar Bambang. Meski begitu, Bambang mengatakan, perhatian terhadap sepakbola tetap diberikan. Salah satunya dengan menggelar kegiatan penyegaran pelatih dan wasit. Bambang mengaku kegiatan sudah dilaksanakan dengan menggandeng daerah lain.

’’Kita kemarin kan melakukan itu. ada pelatihan bersama, jaga fisik. Kemarin sama Tuban, Gresik, dan Surabaya juga,’’ ujar pria yang juga menjabat sebagai Sekretaris Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Lamongan tersebut. Seperti diketahui, pembinaan bibit di Lamongan kerap memunculkan pemain potensial, yang kini mengisi sejumlah klub Liga 1.

Diantaranya Ahmad Birrul Walidain, Dendy Sulistiyawan, Ahmad Nurhardianto, M Fahmi Al-Ayyubi, dan sejumlah pemain profesional yang pernah mengawali karir di Lamongan. ’’Untuk pembinaan pemain, kita serahkan ke klub internal masing-masing. Kita belum melangkah,’’ katanya.

Namun, Bambang mengatakan, klub internal yang sudah menggelar latihan diminta menerapkan protokol kesehatan, yang sebelumnya sudah disusun oleh PSSI. Sehingga, lanjut dia, pihaknya sebisa mungkin mengantisipasi adanya klaster sepakbola di Lamongan.

'’Terpenting harus mengutamakan protokol kesehatan,’’ katanya. Sementara itu, terang Bambang, untuk kepastian kompetisi Liga 1 masih menunggu manager meeting bersama PT Liga Indonesia Baru (LIB).

Manajemen Persela sudah menerima surat undangan dari operator kompetisi. Manager meeting bakal digelar di Jogjakarta, besok (13/10). ’’Kemungkinan Liga 1 yang masih diharapkan bisa dijalankan. Tapi kita menunggu hasil pertemua manajer Persela dengan PT LIB besok,’’ pungkas Bambang.

(bj/feb/ind/jar/nae/JPR)

 TOP
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia