alexametrics
Jumat, 23 Oct 2020
radarbojonegoro
Home > Tuban
icon featured
Tuban

Sebagian Besar Sudah Tatap Muka, SMA Terapkan Sif Harian dan Mingguan

13 Oktober 2020, 11: 30: 59 WIB | editor : Nailul Imtihany

Sebagian Besar Sudah Tatap Muka, SMA Terapkan Sif Harian dan Mingguan

(AINUR OCHIEM/RDR.BJN)

Share this      

Radar Tuban – Berbeda dengan SD dan SMP yang menunggu zona kuning, pembelajaran tatap muka jenjang SMA berangsur normal. Sejak Tuban kembali menjadi zona oranye pada awal Oktober, Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur wilayah Bojonegoro – Tuban memperbolehkan sekolah tatap muka terbatas sesuai kebijakan masing-masing kepala sekolah.

Sepekan pasca kebijakan tatap muka terbatas diterapkan, setiap kepala sekolah merancang pembelajaran dengan cara berbeda. Se bagian besar SMA menerapkan sistem belajar sif mingguan. Siswa masuk sekolah dijadwal sepekan luring dan sepekan daring. Sejumlah sekolah lain menerapkan sif harian.

Sekolah tatap muka dibagi dua sesi, jam pagi untuk kelas XII dan siangnya untuk kelas X dan XI. Dikonfirmasi Jawa Pos Radar Tuban, Kepala SMAN 2 Tuban Djoko Srijatno mengatakan, di sekolahnya menggunakan sistem pembelajaran tatap muka sif mingguan. Pekan pertama hanya siswa kelas X dan XI yang mengikuti tatap muka.

Sementara kelas XII mengikuti pembelajaran daring. Pekan berikutnya berlaku sebaliknya. Kelas XII luring, kelas X dan XI daring. ‘’Kuota masing-masing kelas maksimal hanya 30 persen,’’ tutur dia.

Pendidik yang juga pengurus Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMAN Tuban itu menjelaskan, sebagian besar sekolah sudah tatap muka. Hanya sebagian kecil lembaga pendidikan yang masih daring dan rencananya mengikuti tatap muka pada waktu dekat.

Sesuai instruksi cabdin, kuota siswa tatap muka mengikuti status atau keadaan terbaru masingmasing kecamatan. ‘’Rencananya pekan ini semua SMA sudah tatap muka,’’ jelasnya.

Terpisah, Kepala SMAN 1 Tambakboyo Mukti mengatakan, sekolahnya menerapkan sistem sif harian yang dibagi dua sesi. Sesi pagi pukul 07.00 - 09.30 untuk kelas XII. Sementara pukul 10.00 - 12.30 untuk kelas X dan XI.

Jumlah siswa yang tatap muka lebih longgar, yakni 50 persen dari kuota kelas. ‘’Setiap hari maksimal hanya separo kuota yang mengikuti pembelajaran terbatas di sekolah,’’ ungkap dia.

Mantan kepala SMAN 1 Tuban itu mengatakan, atas rekomendasi satgas kecamatan, pembelajaran dikemas singkat. Hanya 2,5 jam per hari. Kantin tidak beroperasi. Demikian juga salat jamaah di masjid dan kegiatan lain sementara ditiadakan. Tujuannya agar keramaian di lingkungan sekolah bisa diminimalisir. ‘’Awalnya hanya kelas XII saja yang tatap muka, tapi banyak orang tua kelas X dan XI yang protes minta ikut tatap muka,’’ tuturnya.

(bj/ds/yud/nae/JPR)

 TOP
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia