alexametrics
Jumat, 23 Oct 2020
radarbojonegoro
Home > Lamongan
icon featured
Lamongan

Izin Toko Modern Dibuka Lagi, Diminta Gandeng UMKM Lokal

13 Oktober 2020, 12: 30: 59 WIB | editor : Nailul Imtihany

Izin Toko Modern Dibuka Lagi, Diminta Gandeng UMKM Lokal

(AINUR OCHIEM/RDR.BJN)

Share this      

Radar Lamongan - Perizinan toko modern sempat distop selama hampir tiga tahun. Tujuh bulan terakhir, keran perizinan dibuka kembali. Jumlah pengusaha yang mengajukan izin dan mendirikan toko modern bertambah.

‘’Tahun 2017 sempat dimoratorium. Sifatnya sementara. Jadi SE yang dimoratorium itu direvisi kembali Maret lalu dengan memperhatikan ada kemitraan dengan usaha mikro, kecil, dan menengan (UMKM) lokal,’’ kata Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) Lamongan Agus Cahyono kepada Jawa Pos Radar Lamongan kemarin (12/10).

Sebelum dimoratorium, lanjut dia, toko modern hanya 109 unit. Setelah keran perizinan dibuka lagi Maret lalu, terdapat sembilan toko modern baru yang berdiri. ‘’Sekarang ada 12 toko modern yang mengajukan perizinan,’’ tutur Agus saat dikonfirmasi via ponsel.

Menurut dia, toko modern yang berdiri diwajibkan menggandeng produk UMKM lokal. Sehingga, ada simbiosis mutualisme antara toko modern dan masyarakat Lamongan. ‘’Ada arahan untuk memasukkan produk UMKM,’’ katanya saat dikonfirmasi via ponsel.

Hal itu, lanjut Agus, juga memberikan edukasi dan motivasi bagi pelaku UMKM untuk memahami standarisasi yang ditentukan oleh toko modern. Di antaranya pengemasan, izin edar, dan syarat lainnya.

‘’Tapi tetap produk UMKM tersebut harus bisa memenuhi kriteria-kriteria yang ditetapkan oleh toko modern,’’ ujarnya. Agus beralasan, dibukanya keran perizinan toko modern ada sisi lainnya. Yakni, berpotensi menciptakan keramaian. Sehingga, mampu memunculkan usaha di sekitar lokasi toko modern tersebut.

‘’Biasanya kan ada warung atau usaha lainnya yang mengikuti di sekitarnya. Dengan adanya toko modern itu akan tumbuh ekonomi baru,’’ alasannya. Selain itu, menurut Agus, berdirinya toko modern juga mampu mendongkrak nilai jual tanah. Serta mendorong investor untuk bisa masuk, guna mengisi lahan-lahan yang masih kosong di sekitarnya.

‘’Harapan kita itu. Masyarakat juga punya banyak pilihan untuk belanja. Kalau toko modern tidak bisa bersaing karena harga produknya mahal, juga akan tutup dengan sendirinya,’’ katanya. 

(bj/yan/ind/ai/nae/JPR)

 TOP
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia