alexametrics
Jumat, 23 Oct 2020
radarbojonegoro
Home > Bojonegoro
icon featured
Bojonegoro

Pendaftar Haji Tak Surut, Daftar Sekarang Berangkat 2050

35 Ribu Warga Antre Daftar

12 Oktober 2020, 14: 00: 59 WIB | editor : Nailul Imtihany

Pendaftar Haji Tak Surut, Daftar Sekarang Berangkat 2050

(ISTIMEWA/RDR.BJN)

Share this      

Radar Bojonegoro - Pandemi Covid-19 tidak membuat pendaftar haji surut. Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Bojo negoro mencatat jumlah pendaf tarnya masih cukup banyak. Dalam sehari masih ada 20 sampai 30 orang mendaftar.

Hal itu membuat antrean haji kian panjang. Data terakhirnya menunjukan jumlah antrean (waiting list) mencapai 35 ribu orang. Lama antrean mencapai 30 tahun. ‘’Jadi, daftar hari ini akan berangkat pada 2050 mendatang,’’ ujar Kasi Penyelenggara Haji dan Umrah Kantor Kemenag Bojonegoro Masduki kemarin (11/10).

Masduki melanjutkan, masa pandemi Covid-19 memang tidak menyurutkan minat masyarakat mendaftar haji. Bahkan, saat keberangkatan haji masih belum jelas, pendaftar juga masih banyak. Padahal, tahun depan juga belum ada kepastian keberangkatan haji.

‘’Umrah juga belum ada kepastian,’’ jelas pria asal Desa Bendo, Kecamatan Kapas itu. Para pendaftar haji berasal dari berbagai kalangan. Namun, di Bojonegoro terbanyak adalah petani. Setelah itu pedagang. Baru profesi lainnya.

Masduki menjelaskan, pendaftaran haji tidak bisa dikaitkan dengan tingkat kesejahteraan. Sebab itu adalah niat untuk beribadah menyempurnakan rukun Islam. Sehingga, tidak hanya orang kaya yang mendaftar. Namun, juga banyak yang perekonomiannya biasa saja juga mendaftar.

‘’Mungkin mereka memperoleh dana talangan dari bank atau koperasi. Biasanya begitu,’’ jelasnya. Masa pendaftaran haji saat ini sudah longgar. Tidak lagi dibatasi. Mereka memiliki dana bisa menyetorkan di bank. Bukti setoran di bank lalu dibawa ke Kemenag setempat untuk mendaftarkannya.

Biaya pendaftaran haji adalah Rp 25 juta. Itu adalah setoran awal harus dibayarkan. Saat pelunasan baru ditambahkan. ‘’Pelunasan itu tergantung perpres (peraturan presiden). Setiap tahun bisa sama bisa tidak. Tergantung dolar,’’ jelasnya.

Ketua DPRD Bojonegoro Imam Sholikin mengatakan, masa pandemi ini memang masih belum ada melakukan perjalanan ke luar negeri. Termasuk melakukan ibadah haji. Namun, dia yakin jika kondisi sudah memungkinkan, tahun depan akan segara dibuka perjalananan haji.‘’Tahun ini memang tidak memungkinkan. Masyarakat harus bersabar,’’ jelasnya.

(bj/rij/zim/nae/JPR)

 TOP
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia