alexametrics
Jumat, 23 Oct 2020
radarbojonegoro
Home > Bojonegoro
icon featured
Bojonegoro

Pemakaman Jenazah Terduga Covid Harus Menerapkan Protokol Kesehatan

25 September 2020, 14: 00: 59 WIB | editor : Nailul Imtihany

SESUAI PROTOKOL: Tim pemulasaran jenazah Covid-19 dinkes saat memakamkan jenazah.

SESUAI PROTOKOL: Tim pemulasaran jenazah Covid-19 dinkes saat memakamkan jenazah. (ISTIMEWA/RDR.BJN)

Share this      

Radar Bojonegoro - Pemakaman jenazah semua pasien terduga Covid-19 harus dimakamkan sesuai protokol kesehatan. Hal itu dilakukan untuk mencegah penularan pada warga sekitar.

Dinas Kesehatan (Dinkes) Bojonegoro memiliki tim pemulasaran di setiap puskesmas. Tugasnya memandu pemakaman jenazah Covid-19 sesuai protokol kesehatan. Dinkes juga sudah melatih perwakilan modin di setiap kecamatan untuk membantu proses pemakaman itu.

Tim Pemulasaran Jenazah Covid-19 Dinkes Bojonegoro Sungalim menga takan, protokol penanganan jenazah Covid ada berbagai tahapan. Pertama, jenazah harus didisinfektan terlebih dulu. Setelah itu, jenazah dapat diman dikan atau di-tayamum sesuai kondisi tempat pemulasaran jenazah. Kemudian jenazah dibungkus plastik. Setelah diplastik jenazah baru dikafani. Jika diperlukan, usai dikafani jenazah dimasukkan dalam kantong jenazah. Itu untuk memudahkan dan mengamankan jenazah saat dipindahkan dari RS ke tempat pemakaman. Bisa juga dimasukkan dalam peti.

‘’Semua proses itu dilakukan oleh tim pemulasaran jenazah,’’ ujar Sungalim. Salat jenazah hanya boleh dilakukan di areal terbuka. Seperti di halaman rumah atau di areal makam. Warga melakukan salat jamaah juga dibatasi dan dibe rikan jarak. Sehingga, mereka tidak berisiko tertular Covid-19 di antara para pelayat tersebut.

‘’Jenazah disalati di dalam peti dan masih di atas ambulans. Tidak boleh diturunkan apalagi dikeluarkan dari peti,’’ jelas pria mendapatkan penghargaan dari bupati atas kinerjanya sebagai tim pemulasaran jenazah Covid-19.

Sungalim menjelaskan, jenazah pasien Covid-19 sudah dilakukan pemulasaran dan dimasukan peti dipastikan tidak menular. Sebab, sudah dibungkus plastik dan dimasukan peti. Sehingga, warga yang membantu memakamkan tidak akan tertular.

Namun, warga tetap harus menerapkan protokol kesehatan. Yakni, memakai masker dan sarung tangan panjang saat melakukan pemakaman. Hingga kini, kerap ditemui warga desa ketakutan saat ada jenazah Covid-19. Mereka tidak mau membantu proses memakamkan jenazah Covid-19.

Diperlukan pemahaman warga bahwa jenazah sudah dilakukan pemulasaran sesuai protokol Covid-19 sudah aman untuk dimakamkan. ‘’Masih ada juga menolak pemakaman secara protokol. Padahal, pemakaman secara protokol kesehatan itu harus dilakukan pada jenazah Covid untuk keamanan keluarga dan masyarakat sekitar,’’ jelasnya.

(bj/zim/nae/JPR)

 TOP
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia