alexametrics
Minggu, 20 Sep 2020
radarbojonegoro
Home > Bojonegoro
icon featured
Bojonegoro
Refleksi Dishub Tuban pada Harhubnas 2020

Harus Bangkit Dengan Adaptasi Kebiasaan Baru

17 September 2020, 12: 08: 02 WIB | editor : Nailul Imtihany

STARTING GRID MOTOGP: Inovasi pembuatan marka garis jarak untuk physical distancing di simpang traffic light Simpang Kembang Ijo.

STARTING GRID MOTOGP: Inovasi pembuatan marka garis jarak untuk physical distancing di simpang traffic light Simpang Kembang Ijo.

Share this      

Radar Tuban - "Sektor perhubungan harus bangkit dengan adaptasi kebiasaan baru yang aman dan produktif guna tetap mewujudkan asa menuju masyarakat sejahtera.’’ Itulah kerangka kerja yang digariskan Plt Kepala Dishub Tuban Gunadi ketika diwawancarai Jawa Pos Radar Tuban dalam momentum Harhubnas Tahun 2020.

Disampaikan Gunadi, sektor perhubungan adalah penggerak ekonomi yang memberikan suatu pelayanan jasa yang dibutuhkan masyarakat setiap harinya. Bisa dibayangkan apabila satu hari saja pelayanan transportasi terhenti. Tentu, akan menimbulkan banyak sekali dampak. Terutama terkait terganggunya seluruh aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat.

Dia memberikan gambaran, mungkin saja banyak orang yang tidak bisa makan pada hari itu dan banyak yang tidak bisa bekerja karena distribusi barang – barang kebutuhan tidak dapat dilakukan. ‘’Ujungnya ekonomi masyarakat macet total. Jadi transportasi adalah sarana yang sangat dibutuhkan masyarakat modern,’’ papar pejabat definitif Sekretaris Dishub Tuban itu.

Pandemi Covid-19 sekarang ini, kata Gunadi, menimbulkan dampak pada semua sektor kehidupan. Termasuk sektor perhubungan. ‘’Tentu, kita tidak boleh hanya berdiam saja. Kita harus bangkit dengan adaptasi kebiasaan baru yang dilakukan seluruh warga negara Indonesia,’’ tegas dia. Sebagai bangsa yang besar, lanjut Gunadi, kita memiliki harapan untuk bangkit kembali. Begitu pula insan perhubungan, mulai dari pusat hingga daerah memiliki semangat untuk tetap mewujudkan harapan ke depan demi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat, khususnya di daerah dan seluruh Indonesia pada umumnya.

Sesuai dengan komitmen Bupati Tuban Bapak H. Fathul Huda dan Wakil Bupati Tuban Bapak Ir. H. Noor Nahar Hussein, kata Gunadi, pada masa pandemi Covid-19 ini, kita harus berupaya maksimal untuk tetap bisa bangkit dan optimis menatap masa depan atau dengan kata lain menjaga asa demi Indonesia Maju. Untuk mewujudkan itu, Dishub Kabupaten Tuban telah melakukan berbagai upaya, inovasi, dan terobosan dalam rangka adaptasi kebiasaan baru untuk mampu memberikan pelayanan sektor perhubungan yang selamat, aman, nyaman, serta sehat.

Dikatakan dia, pada peringatan Harhubnas tahun ini, institusinya ingin fokus mewujudkan tujuan utama peringatan Harhubnas dan menjadikan tantangan situasi pandemi Covid-19 sebagai momentum untuk tetap menjaga asa demi Indonesia Maju sebagai komitmen bersama. Dalam kesempatan yang sama Plt. kepala Dinas Perhubungan Tuban itu menguraikan beberapa capaian penting serta berbagai upaya, inovasi dan terobosan dalam rangka adaptasi kebiasaan baru, untuk mampu memberikan pelayanan sektor perhubungan yang selamat, aman, nyaman serta sehat yang sudah, sedang dan akan dilaksanakan yang dapat dirangkum sebagai berikut:

1. Inovasi Starting Grid MotoGP Tuban

Penggagas ide dan inovasi pembuatan marka garis jarak untuk physical distancing di simpang traffic light yang viral dan populer dengan sebutan Starting Grid MotoGP Tuban (SGMT) yang sekarang direkomendasikan untuk diterapkan hampir di seluruh kabupaten/ kota di Indonesia. Kegiatan ini sekaligus sebagai upaya sosialisasi dan imbauan bagi pengguna jalan untuk selalu menggunakan masker dan penerapan jaga jarak antar pengguna jalan.

2. Dianggap Sukses Terapkan Parkir Berlangganan, Menjadi Primadona Studi Banding Daerah Lain Belakangan ini, Pemkab Tuban panen kunjungan kerja / studi banding parkir berlangganan dari daerah lain.

Meski dalam masa pandemi Covid-19, tidak menyurutkan beberapa kabupaten untuk melakukan studi banding di Bumi Wali yang dipandang sukses menangani peliknya permasalahan parkir di tepi jalan umum melalui parkir berlangganan dengan jargon, “Tingkatkan Pelayanan, Menghapus Preman, dan Dongkrak Pendapatan”. Dalam 3 bulan terakhir, ada 4 kabupaten yang melakukan studi banding penerapan parkir berlangganan di Kabupaten Tuban. Setelah Kabupaten Ciamis, Kabupaten Salatiga, Kabupaten Pekalongan. Dan, terakhir Kabupaten Sumedang, Jawa Barat. Penerapan sistem parkir berlangganan di Tuban dinilai lebih bagus, mampu mengatasi berbagai permasalahan rumit sebelumnya, serta yang tidak kalah pentingnya adalah mampu menyumbang pendapatan asli daerah (PAD) yang cukup signifikan.

3. Pengaduan Online dan Tim Reaksi Cepat (POTRET)

Pelayanan Melalui program ini, masyarakat dapat melakukan pengaduan maupun menginformasikan berbagai permasalahan dan pelayanan pada sektor perhubungan baik melalui kontak telepon maupun melalui berbagai akun yang dimiliki Dishub Kabupaten Tuban, antara lain:

a. Taprose Temanku

b. No. Telpon HP / WA : 081265050220

c. Akun Facebook dan Instagram : dishub tuban, lalu lintas dishub tuban dan perparkiran dishub tuban

d. Website : www.dishub.tubankab.go.id

Insya Allah Dishub Kabupaten Tuban akan menerjunkan Tim Reaksi Cepat guna merespons dan menindaklanjuti setiap informasi dan pengaduan yang disampaikan masyarakat dalam kesempatan pertama. Informasi dan pengaduan yang bisa disampaikan, antara lain, terkait permasalahan parkir, kondisi lalu lintas, gangguan/ kerusakan alat perlengkapan jalan (rambu lalu lintas, traffic light/ warning light), dan permasalahan lainnya. Termasuk informasi pelayanan yang dibutuhkan masyarakat di sektor perhubungan.

4. Jukir Si Toha (Juru Parkir Polisi Protokol Kesehatan)

Guna memutus rantai persebaran Covid-19, juru parkir disamping tugasnya menjaga dan mengatur ketertiban parkir dan kelancaran lalu lintas juga diberi tambahan tugas sebagai “Polisi Protokol Kesehatan” dengan mendisiplinkan dan mengingatkan masyarakat yang parkir dan berbelanja di area tugasnya untuk menerapkan 5 M (Memakai masker, Mencuci tangan pakai sabun sebelum masuk ke toko, Menjaga jarak, Menghindari transaksi tunai dengan menolak dibayar karena sudah parkir berlangganan, dan Menghindari kerumunan). Dengan tugas tambahan sebagai “Polisi Protokol Kesehatan” diharapkan Juru Parkir memiliki andil memutus mata rantai persebaran Covid-19 sekaligus melindungi dirinya, keluarganya, dan masyarakat dari penularan Covid-19. Dengan adanya juru parkir sebagai polisi protokol kesehatan yang tersebar, diharapkan aktivitas perekonomian masyarakat tetap jalan dan penerapan protokol kesehatan ada pengawasan, sehingga adaptasi kebiasaan baru menuju masyarakat produktif dan aman dari Covid-19 dapat diwujudkan.

5. Seruan dan Imbauan Online Guna Pemakaian Masker Bagi Pengguna Jalan (SIOLA MAMA BULAN)

Pelaksanaan seruan dan imbauan penggunaan masker bagi pengguna jalan di wilayah dalam Kota Tuban, yang disampaikan oleh operator Dishub Kabupaten Tuban sesuai situasi dan kondisi saat itu melalui CC-Room yang tersambungkan langsung pada pengeras suara yang terpasang di traffic light, sehingga pengguna jalan dapat mendengarkan langsung suara petugas. Selain imbauan langsung dari ruang CCRoom juga menyediakan aplikasi imbauan off air (rekaman suara).

6. Jangan Parkir Sembarangan Jika Tidak Mau Ditilang (Japar Si Tilang)

Merupakan kegiatan monitoring dan penertiban rutin pelanggaran parkir di tepi jalan umum dalam rangka menciptakan kondisi lalu lintas aman, selamat, tertib dan lancar. Kegiatannya berupa edukasi, sosialisasi, imbauan sampai penindakan atau pemberian sanksi terhadap pelanggaran parkir di tepi jalan umum yang tidak pada tempatnya. Adapun bentuk sanksi yang diberikan, antara lain, penempelan stiker tanda salah parkir pada kaca depan mobil bagi kendaraan yang melanggar. Apabila kendaraan yang sama melakukan pelanggaran lebih dari tiga kali, maka Dishub Kabupaten Tuban bersama Satlantas Polres Tuban akan memberikan sanksi baik tilang, penggembokan roda kendaraan atau penderekan.

7. Implementasi BLUe pada pelayanan uji kir di Kabupaten Tuban

Mulai Januari 2020, Dinas Perhubungan Kabupaten Tuban telah menerapkan digitalisasi data hasil uji kendaraan bermotor dengan menggunakan BLUe (Bukti Lulus Uji elektronik) menggantikan bukti lulus uji kendaraan bermotor yang dulunya berbentuk buku / kartu uji. BLUe terdiri dari 2 sertifikat tanda lulus uji, 2 stiker hologram dengan QR Code yang ditempel pada kaca depan kendaraan dan satu smart card dengan teknologi near field communication (NFC). Data seperti identitas kendaraan, foto fisik kendaraan dari empat sisi, hingga data hasil pengujian berkala disimpan dalam format digital. Data-data tersebut dapat diakses dengan memindai QR Code pada stiker hologram. Bisa juga dengan menempelkan smart card ke smartphone yang sudah memiliki fitur NFC. Penggunaan BLUe diharapkan dapat meminimalisasi praktik pemalsuan identitas kendaraan maupun hasil uji berkala.

8. Uji Kir Kendaraan Dishub Kabupaten Tuban Terakreditasi dan Semua Alatnya Terkalibrasi

UPTD Pengujian Kendaraan Bermotor (PKB) Dinas Perhubungan Kabupaten Tuban merupakan Unit Pelaksana Teknis Dinas yang melayani masyarakat di Bidang Pengujian Kendaraan Bermotor atau biasa disebut uji kir. Pengujian Kendaraan Bermotor dilaksanakan guna memenuhi persyaratan teknis dan laik jalan kendaraan bermotor guna terciptanya keselamatan berlalu lintas. Dan, alhamdulillah semua alat uji kir kendaraan Dishub Kabupaten Tuban lulus kalibrasi sehingga keakurasiannya tidak perlu diragukan lagi. Dan, saat ini Unit Pelaksana Uji Berkala Kendaraan Bermotor Dishub Kabupaten Tuban dalam proses pengajuan akreditasi yang kedua, mudahmudahan langsung lulus seperti saat proses akreditasi yang pertama.

9. Penerapan Protokol Kesehatan Secara Ketat di Area Pelayanan Sektor Perhubungan

Dalam rangka memutus mata rantai peryebaran Covid-19 sekaligus terwujudnya sektor perhubungan yang aman dan produktif melalui adaptasi kebiasaan baru (AKB), seluruh pelayanan di sektor perhubungan yang menjadi area tugas Dishub Kabupaten Tuban (kantor, pengujian kendaraan bermotor, Terminal Jatirogo, Parkir Wisata Kebonsari, Pangkalan Truk Sumberagung Plumpang, armada angkutan, dan lainnya) wajib menerapkan protokol kesehatan secara ketat dengan cara mengontrol suhu, menerapkan phisical distancing / jaga jarak, mewajibkan penggunaan masker, dan selalu cuci tangan pakai sabun dengan air mengalir.

(bj/*/nae/JPR)

 TOP
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia