alexametrics
Sabtu, 26 Sep 2020
radarbojonegoro
Home > Tuban
icon featured
Tuban

Masih Zona Merah, Siapkan Skenario Sekolah Daring Hingga Desember

16 September 2020, 15: 30: 59 WIB | editor : Nailul Imtihany

Masih Zona Merah, Siapkan Skenario Sekolah Daring Hingga Desember

Share this      

Radar Tuban – Kondisi Tuban yang belum kunjung membaik dipastikan akan berpengaruh terhadap kebijakan sekolah tatap muka di semua jenjang. Untuk SMA–SMK, Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur wilayah Bojonegoro–Tuban memastikan masih melarang sekolah tatap muka jika penularan pasien positif Covid-19 di Bumi Wali masih masif.

Kacabdin Pendidikan Wilayah Bojonegoro–Tuban, Adi Prayitno mengatakan sekolah tatap muka baru dilakukan lagi jika minim penularan pasien positif Covid-19. Untuk saat ini, dia memastikan seluruh kegiatan tatap muka SMA–SMK dihentikan. ‘’Menunggu status Tuban zona oranye yang menuju zona kuning. Bukan zona oranye yang menuju zona merah,’’ kata dia kepada Jawa Pos Radar Tuban, kemarin (15/9).

Berbeda dengan Bojonegoro, dikatakan Adi, sudah 70 persen sekolah melakukan tatap muka terbatas. Penularan di Kota Ledre tersebut lebih minim jika dibanding dengan Tuban. Maka dari itu, Adi meminta musyawarah kerja kepala sekolah (MK KS) SMAN rutin koordinasi dengan Satgas Covid-19 Kabupaten untuk memastikan status terbaru.

‘’Laporan terakhir belum ada penurunan penularan yang signifikan di Tuban,’’ tuturnya. Mantan Kacabdin Nganjuk ini mengatakan jika kondisi Tuban belum membaik, pembelajaran jarak jauh bisa dilakukan hingga waktu tak terbatas. Sekolah harus siap menerapkan pembelajaran jarak jauh hingga akhir semester. Termasuk harus menyiapkan ujian tengah semester (UTS) dan ujian akhir semester (UAS) yang dilakukan secara daring.

‘’Kesehatan dan keselamatan siswa menjadi prioritas utama kita bersama,’’ tutur dia. Sebaliknya, jika sewaktu-waktu Tuban sudah menjadi zona kuning, sekolah tatap muka bisa dilakukan secara terbatas. Terutama untuk sekolah-sekolah yang berada di kecamatan yang minim penularan.

Untuk saat ini, Kecamatan Tuban dan Kecamatan Palang menjadi dua wilayah yang menjadi atensi karena penularan masih sangat masif. ‘’Untuk kecamatan yang masih rawan, belajar daring bisa dilakukan lebih lama,’’ tutur mantan Kepala SMAN 3 Nganjuk ini.

(bj/wid/yud/nae/JPR)

 TOP
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia