alexametrics
Sabtu, 26 Sep 2020
radarbojonegoro
Home > Tuban
icon featured
Tuban

Meskipun Menurun, Kasus Narkoba Masih Mendominasi

16 September 2020, 14: 30: 59 WIB | editor : Nailul Imtihany

DIHANCURKAN: Kajari Tuban Bambang Dwi Murcolono didampingi Kapolres Tuban AKBP Ruruh Wicaksono dan perwakilan dari lembaga/instansi terkait memusnahkan BB pidana umum yang sudah inkracht di halaman kantor kejaksaan, kemarin (15/9).

DIHANCURKAN: Kajari Tuban Bambang Dwi Murcolono didampingi Kapolres Tuban AKBP Ruruh Wicaksono dan perwakilan dari lembaga/instansi terkait memusnahkan BB pidana umum yang sudah inkracht di halaman kantor kejaksaan, kemarin (15/9). (AHMAD ATHO’ILLAH/RDR.TBN)

Share this      

Radar Tuban – Kejaksaan Negeri (Kejari) Tuban memusnahkan ratusan barang bukti (BB) terkait kasus narkotika dan tindak pidana umum lainnya yang telah berkekuatan hukum tetap atau inkracht, kemarin (15/9). Pemusnahan BB yang disita selama periode November 2019-September 2020 itu berlangsung di halaman kantor kejaksaan setempat.

Turut melakukan proses pemusnahan, Kapolres Tuban AKBP Ruruh Wicaksono, perwakilan forum koordinasi pimpinan daerah (forkopimda) dari Pengadilan Negeri (PN) Tuban, perwakilan dari Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK), dinas kesehatan (dinkes), dan lembaga pemasyarakatan (lapas).

Pemusnahan BB hasil tindak pidana di wilayah hukum Kejari Tuban itu dipimpin langsung oleh Kepala Kejari Bambang Dwi Murcolono. BB berupa ribuan pil karnopen dan pil dobel L serta puluhan gram sabu itu dimusnahkan dengan cara dimasukkan kedalam air yang sudah dicampur dengan cairan pembersihan lantai. Sementara BB tindak pidana lainnya, seperti arak beserta piranti produksinya serta handphone dihancurkan dengan palu dan dipotong-potong meng gunakan gergaji mesin.

Adapun araknya ditumpahkan di lubang tanah yang telah disediakan. Kajari Tuban Bambang Dwi Murcolono mengatakan, pemusnahan ratusan BB ini berasal dari 96 perkara. Terdiri dari perkara narkoba, perkara tindak pidana umum seperti pencurian, perkara undang-undang kesehatan, serta perkara yang melanggar peraturan daerah (perda) seperti arak.

‘’Barang-barang yang dimusnahkan ini adalah BB tindak pidana yang telah selesai disidangkan, mulai dari tahap pra penuntutan, penuntutan, sampai eksekusi yang sudah inkracht atau sudah tidak ada upaya hukum lagi, baik banding maupun kasasi,’’ katanya.

Kasus Narkoba Dituntut Tinggi

Disampaikan Bambang, dibanding periode sebelumnya, perkara tindak pidana yang di tangani kejaksaan pada periode kali ini mengalami penurunan yang cukup signifikan. Pada tahun sebelumnya direntang periode yang sama, jumlah perkara yang ditangani kejaksaan sebanyak 140 perkara. Sedangkan kali ini hanya 96 perkara.

Utamanya tindak pidana narkotika, kata Bambang, mengalami penurunan yang cukup drastis. Namun begitu, kasus narkoba masih mendominasi. ‘’Masih mendominasi, tapi ada penurunan yang cukup signifikan,’’ tuturnya.

Disampaikan Bambang, menurunnya jumlah perkara narkoba ini tidak lepas dari tingginya tuntutan yang diajukan jaksa penuntut umum (JPU). Diungkapkan Bambang, rerata kasus narkotika dituntut 15 tahun penjara. Bahkan, ada yang sampai 20 tahun.

‘’Kasus narkoba semua tuntutannya tinggi. Semoga dengan tuntutan yang tinggi itu bisa memberikan efek jera, sehingga peredaran narkoba di wilayah Tuban dapat diperkecil seminimal mungkin,’’ harapnya.

Disinggung terkait minimnya jumlah BB yang dimusnahkan, Bambang menyatakan BB yang dimusnahkan kali ini merupakan sisa dari BB yang telah dimusnahkan sebelumnya. Dijelaskan dia, selain pemusnahan di tingkat eksekusi setelah perkara inkracht. Pemusnahan BB juga bisa dilakukan di tingkat penyidikan.

‘’Jadi, untuk meminimalisir atau mencegah hal-hal yang tidak diinginkan (penyalahgunaan BB, Red) seperti kasus sabu-sabu dengan barang bukti yang sangat banyak, maka sebagian boleh dimusnahkan lebih dulu, baik pada tahap penyidikan dan penuntutan,’’ terangnya.

Adapun rincian BB yang dimusnahkan yakni 700 butir pil karnopen, 126,379 gram sabu, 12.407 butir pil dobel L, 140 botol arak, 10 gendung arak, 8,66 gram ganja kering, 23 butil pil extasi, tujuh parang, empat gergaji, sembilan kompor pembuat arat, dua pompa air, 25 handphone, dan sejumlah BB kasus pidana umum lainnya.

(bj/wid/tok/nae/JPR)

 TOP
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia