alexametrics
Sabtu, 26 Sep 2020
radarbojonegoro
Home > Lamongan
icon featured
Lamongan

Bacawabup Tak Penuhi Syarat, Suhandoyo Harus Cari Pasangan Baru

16 September 2020, 13: 00: 59 WIB | editor : Nailul Imtihany

Bacawabup Tak Penuhi Syarat, Suhandoyo Harus Cari Pasangan Baru

(AINUR OCHIEM/RDR.BJN)

Share this      

Radar Lamongan – Suhandoyo dan tim pemenangannya kemarin (15/9) disibukkan dengan pematangan nama bakal calon wakil bupati. Sebab, M Su’udin yang menjadi pasangannya saat pendaftaran di KPUK Lamongan, ternyata dinyatakan lembaga penyelenggara pemilu itu tidak memenuhi syarat. ‘’Beliau (Su’udin) sakit. Tapi untuk sakitnya apa, tidak bisa menjelaskan. Semoga cepat sehat dan bisa aktivitas kembali,’’ ujar Suhandoyo saat dikonfirmasi.

Menurut dia, dirinya sudah mempersiapkan calon pengganti Su’udin. ‘’Semua sudah kita siapkan, banyak kader dan anak – anak bangsa, Lamongan memiliki potensi,’’ imbuhnya. Namun, bacabup dari jalur perseorangan ini menyimpan rapat bakal calon pendampingnya terbaru di pilkada nanti. Suhandoyo hanya memastikan pasangannya orang Lamongan serta orang sukses.

‘’Saya belum bisa memberikan nama calon, nanti. Jadi bersabar, nanti pada waktunya,’’ katanya. Dikonfirmasi terpisah, Sugiono, salah satu anggota tim sukses Suhandoyo mengatakan, hingga kemarin sore ada lima nama yang dimatangkan untuk dipilih salah satunya. Rencananya, hari ini nama tersebut didaftarkan ke KPUK. Namun, dia juga enggan menyebutkan nama.

‘’Besok (hari ini, Red) akan tahu,’’ katanya. Sementara itu, sejumlah nama dimunculkan ke permukaan. Bahkan, menjadi pembicaraan di media sosial. Salah satunya Ketua Asosiasi Petani Jagung Indonesia (APJI) Sholahudin. Slogan Sembodo yang melekat pada diri Sholahudin digandengkan dengan Kompak, slogan dari Suhandoyo. Sembodo Kompak pun menimbulkan spekulasi Sholahudin ada kemungkinan digandeng Suhandoyo.

‘’Saya sudah baca dari berita. Kalau yang lain-lain saya no comment dulu. Wes lah saya tidak ikut-ikut politik dulu. Saya tak fokus menanam pisang dulu,’’ tutur Sholahudin saat dikonfirmasi. Seperti diberitakan, Sholahudin sempat digadang-gadang maju sebagai bacabup Lamongan. Namundia tidak mendapatkan rekom dari parpol hingga pendaftaran berakhir.

Disinggung terkait Suhandoyo mengajak komunikasi dirinya, Sholahudin menjawab tidak spesifik. ‘’Kalau saya sih komunikasi dengan siapapun terbuka. Istilahnya komunikasi dan silaturahmi, tidak ada salahnya,’’ tuturnya. Sholahudin mengaku ingin fokus mengembangkan pertanian pisang cavendish. Dirinya mengaku sudah mengembangkan pisang di lima kabupaten dan berencana mendirikan industri pengolahan pisang di Lamongan.

‘’Besok lihat sendiri lah. Kalau besok menanam pisang ya, ayo diberitakan menanam pisang. Kan keren untuk terobosan perekonomian Lamongan.... hehehe ....,’’ imbuhnya. Nama lain yang dikait-kaitkan cocok berpasangan dengan Suhandoyo adalah Ketua DPD Partai NasDem Kaharudin. Bahkan, muncul singkatan Suka, yang artinya Suhandoyo-Kaharudin.

Namun, wartawan koran ini belum menerima konfirmasi dari Kaharudin. Ketika menghubungi politisi yang juga menjadi tim sukses Suhandoyo tersebut, terdengar nada sambung. Namun, ponsel itu tak kunjung diangkat. Sementara Suhandoyo tetap tidak memberikan penjelasan terkait kemungkinan dua nama itu ada yang digandengnya.

‘’Belum bisa saya sampaikan untuk nama calon. Jadi nanti dulu lah, belum saatnya,’’ pintanya. KPUK memastikan hanya Su’udin yang dinyatakan tidak memenuhi syarat. Sedangkan dua pasangan bakal calon (pabalon) yang diusung partai politik (parpol) dinyatakan memenuhi persyaratan. Keduanya, pasangan Kartika Hidayati dan Sa’im yang diusung 18 kursi dari PKB dan PDIP. Serta, pasangan Yuhronur Efendi – Abdul Rouf yang diusung 31 kursi dari Demokrat, PAN, Golkar, Gerindra, PPP, Perindo, dan Hanura.

Ketua Komisioner KPUK Lamongan Mahrus Ali menyatakan, Su’udin yang bacawabup dari jalur perseorangan itu tidak memenuhi syarat setelah mengikuti pemeriksaan kesehatan di RSUD Dr Soetomo Surabaya. ‘’Pak Suhandoyo bisa menyampaikan nama baru penggantinya maksimal tanggal 16 September (hari ini, Red),’’ tuturnya kepada Jawa Pos Radar Lamongan kemarin (15/9). Su’udin tidak memenuhi syarat sebagai bacawabup mengacu UU Nomor 10 Tahun 2016 pasal 7f, PKPU Nomor 18 Tahun 2019 pasal 46, serta Keputusan KPU Nomor 412/PL.02.2-KPT/06/ KPU/IX/2020.

‘’Itu merupakan landasan dasar bapaslon (bakal pasangan calon) harus melalui pemeriksaan kesehatan jasmani dan rohani,’’ kata Mahrus saat dikonfirmasi via ponsel. Namun, wartawan koran ini belum mendapatkan penyebab spesifik Su’udin tidak lolos pemeriksaan kesehatan. Mahrus menyatakan, masalah detail diagnosa secara komprehensif mencakup rohani, psikologis, narkotika.

‘’Tim pemeriksa kesehatan melakukan rapat pleno untuk membuat konklusi dalam berita acara. Hanya menyebutkan dua, memenuhi syarat dan tidak memenuhi syarat,’’ kata Mahrus beralasan. Dia menambahkan, belum ada nama pengganti Su’udin hingga pukul 15.00 kemarin. Namun, Mahrus mengaku perlu melakukan konsultasi dengan KPU Provinsi Jatim mengenai waktu terakhir penyerahan penggantinya. Yakni, sama seperti saat pendaftaran lalu hingga pukul 24.00 atau pada saat jam kerja.

‘’Kita masih menunggu. Harapan kami paska keluarnya nama itu, langsung kita arahkan untuk swab test bersama paslon dari Surabaya dan Sidoarjo pada 17 September (besok),’’ harap Mahrus. Seperti diberitakan, bacabup jalur independen Suhandoyo sudah memenuhi syarat minimal dukungan jalur perseorangan.

Bagaimana jika nantinya nama pengganti Su’udin tidak memenuhi pemeriksaan swab test atau pemeriksaan kesehatan? Mahrus menjelaskan, terdapat dua tahap swab test dan pemeriksaan kesehatan, 19 – 21 September mendatang. Jika nantinya tidak memenuhi syarat, maka pihaknya akan menunggu petunjuk lebih lanjut dari pusat. ‘’Sebab sampai sekarang petunjuknya hanya bisa sampai diganti saja. Berapa kali kan belum ada ketentuan yang mengatur,’’ katanya.

(bj/ind/mal/yan/nae/JPR)

 TOP
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia