alexametrics
Sabtu, 26 Sep 2020
radarbojonegoro
Home > Tuban
icon featured
Tuban

Tuban Darurat! Semakin Banyak Pasien Positif Covid-19 Dirawat

Mayoritas Kelompok Tua dan Penyakit Penyerta

16 September 2020, 12: 00: 59 WIB | editor : Nailul Imtihany

Tuban Darurat! Semakin Banyak Pasien Positif Covid-19 Dirawat

(AINUR OCHIEM/RDR.BJN)

Share this      

Radar Tuban – Persebaran Covid-19 di Kabupaten Tuban semakin mengkhawatirkan. Itu menyusul tren penambahan pasien terkonfirmasi positif yang sudah dalam keadaan sakit. Itu terlihat dari data pasien positif baru yang dirawat di rumah sakit. Trennya terus naik. Hingga kemarin (15/9), dari total 75 pasien positif Covid-19 yang menjalani perawatan dan isolasi, sebanyak 35 orang menjalani perawatan di rumah sakit.

Rinciannya, 21 pasien menjalani perawatan di RSUD Koesma Tuban, dua pasien dirawat di RSNU Tuban, enam pasien dirawat di RS Medika Mulia, empat orang dirawat di RSUD Sosodoro Djatikoesoemo Bojonegoro, dan dua orang pasien lagi dirawat di RS Aisiyah Bojonegoro. Sisanya menjalani isolasi di rumah isolasi (rumisol) kabupaten sebanyak 13 orang dan 27 orang menjalani isolasi mandiri di rumah masing-masing.

‘’Untuk hari ini (kemarin, Red), dari penambahan pasien terkonfirmasi baru juga ada yang dirawat di RS,’’ kata kepala dinas kesehatan Bambang Priyo Utomo usai merilis data baru penambahan kasus pasien positif di Bumi Wali. Disampaikan Bambang, persebaran Covid-19 yang semakin masif dan menyasar kepada siapa saja. Termasuk kelompok tua dan orang-orang dengan komorbid.

Nah, rerata pasien positif covid yang terpaksa menjalani perawatan di RS ini berasal dari kelompok tua dan orang-orang dengan penyakit penyerta. Sehingga, setelah terpapar virus SARS CoV-2 ini langsung drop. Sebab, kondisi kesehatan yang dimilikinya tak mampu membendung virus yang menyerang pada kekebalan tubuh manusia ini.

‘’Kalau bisa terdeteksi dengan cepat mungkin masih bisa ditangani secara maksimal. Yang bahaya itu, saat masuk rumah sakit sudah dalam keadaan yang buruk,’’ ujar mantan kepala Puskesmas Tambakboyo itu. Lantas? Bambang menegaskan, lagi-lagi sudah tidak ada cara lain untuk membendung serangan virus yang pertama kali muncul di Wuhan, China ini kecuali dengan menerapkan protokol kesehatan. Serta, melindungi kelompok tua dan orang-orang dengan penyakit penyerta.

‘’Lindungi diri sendiri dan lindungi orang lain dengan cara menerapkan protokol kesehatan. Terlebih, melindungi kelompok tua dan orang-orang dengan penyakit penyerta,’’ katanya berharap masyarakat Tuban memiliki kesadaran bersama dalam melawan virus korona ini.

Praktis, hingga tadi malam jumlah pasien positif Covid-19 secara kumulatif telah mencapai 461 orang. Dari angka tersebut, yang sudah sembuh sebanyak 329 orang dan meninggal sebanyak 57 orang. Sisanya, 75 orang masih menjalani perawatan dan isolasi. 

(bj/wid/tok/ai/nae/JPR)

 TOP
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia