alexametrics
Sabtu, 26 Sep 2020
radarbojonegoro
Home > Bojonegoro
icon featured
Bojonegoro

Kaget, Ada Ular Kobra di Dalam Bak Mandi

16 September 2020, 11: 30: 59 WIB | editor : Nailul Imtihany

Kaget, Ada Ular Kobra di Dalam Bak Mandi

(AINUR OCHIEM/RDR.BJN)

Share this      

Radar Bojonegoro - Selama satu minggu ini kawasan Perumahan Puri Kecamatan Dander “diteror” ular kobra. Sudah ada dua laporan ular kobra masuk permukiman warga. Kemarin (15/9) sekitar pukul 02.00 dini hari, seorang warga melaporkan seekor ular kobra muncul dari bak kamar mandi rumahnya.

Tentu mengagetkan. Ular panjangnya sekitar satu meter. Amir, 53, warga setempat segera melaporkan ke petugas tim penyelamatan Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Bojonegoro. Kabid Penyelamatan Dinas Damkar Teguh Aris menjelaskan, pelapor mengaku kaget di bak kamar mandi rumahnya muncul seekor ular kobra sepanjang kurang lebih satu meter.

Setelah menerima laporan, dua petugas damkar mengevakuasi seekor ular bernama latin naja sputatrix itu. Teguh menyebutkan, sebelumnya Jumat (11/9) lalu, dua petugas damkar juga mengevakuasi seekor ular kobra atau ular sendok Jawa di rumah milik Kuswiyanto, 34. Ukuran ularnya kurang lebih sama, sepanjang satu meter. Dari dua kasus tersebut, tidak ada korban jiwa maupun luka-luka.

“Rata-rata proses evakuasi petugas memakan waktu sekitar setengah jam. Tergantung jumlah ular yang ditemukan,” katanya. Karena, kesulitannya di lapangan ketika ular kobra bersembunyi di tempat-tempat yang sulit dijangkau oleh petugas. Sehingga, butuh melakukan penyisiran secara optimal. Ia menambahkan, bahwa keberadaan ular kobra kerap masuk permukiman tentu disebabkan tidak seimbangnya rantai makanan. Populasi predator ular kobra seperti biawak semakin menipis.

Biasanya biawak diburu dan dikonsumsi manusia. Sedangkan, induk ular kobra sekali bertelur bisa 12 hingga 25 butir telur. Rentang waktu telur-telur itu menetas sekitar 3 sampai 4 bulan. “Sekali ditemukan induk ular kobra di suatu tempat, patut diduga di tempat tersebut akan muncul anak-anak ular kobra,” bebernya.

Selain laporan ular kobra, petugas tim penyelamatan damkar juga menerima laporan adanya sarang tawon ndas bernama latin vespa affinis. Laporan masuk dari Suraji dan Uswatun, warga Dusun Mbrambang, Desa Balongcabe, Kecamatan Kedungadem, Senin lalu (14/9).

Menurut para pelapor, sarang tawon ndas tersebut mengganggu aktivitas masyarakat ketika hendak pergi ke sawah. Pihaknya menerjunkan tiga petugas dari Pos Baureno. Proses evakuasi sarang tawon ndas itu menggunakan metode pengasapan. “Lokasi pertama di pohon jati belakang rumah Pak Suraji, lalu dilanjut lokasi kedua di atap rumah Ibu Uswatun,” tambahnya. 

(bj/rij/gas/ai/nae/JPR)

 TOP
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia