alexametrics
Sabtu, 26 Sep 2020
radarbojonegoro
Home > Bojonegoro
icon featured
Bojonegoro

Kabar Baik! Beasiswa Mahasiswa Bojonegoro Bakal Dialokasikan 4 Miliar

16 September 2020, 15: 00: 59 WIB | editor : Nailul Imtihany

HARUS MERATA: Beasiswa mahasiswa dialokasikan Rp 4 Miliar tahun depan

HARUS MERATA: Beasiswa mahasiswa dialokasikan Rp 4 Miliar tahun depan (AINUR OCHIEM/RDR.BJN)

Share this      

Radar Bojonegoro –Anggaran beasiswa mahasiswa tahun depan diproyeksikan Rp 4 miliar. Nominal itu mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya, sekitar Rp 800 juta. DPRD mendesak penyerapan tahun depan lebih maksimal, jangan sampai hanya bisa diakses golongan tertentu.

Karena, anggaran beasiswa itu diprediksi tak bisa terserap maksimal. Sebab, masa pendaftaran hanya terbatas hingga akhir bulan ini. Ketua Komisi C DPRD Bojonegoro Mochlasin Afan meminta pendataan penerima beasiswa itu dilakukan secara fair. Tidak tebang pilih. Sehingga, semua mahasiswa kurang mampu bisa menerimanya.

‘’Jangan sampai penerima beasiswa itu hanya berasal dari golongan tertentu,’’ katanya kepada Jawa Pos Radar Bojonegoro kemarin (15/9). Afan menuturkan, dalam waktu dekat, akan berkoordinasi dengan bagian kesejahteraan rakyat (kesra) pemkab setempat, terkait beasiswa itu. Sehingga, sebelum kebijakan umum anggaran prioritas plafon angga ran sementara (KUA PPAS) APBD 2021 disahkan, data mahasiswa penerima beasiswa sudah valid.

Kabag Kesra Pemkab Bojonegoro, Sahari, mengatakan, tahun depan kuota beasiswa mahasiswa bakal lebih banyak, dibanding tahun sebelumnya. Sekitar 2.000 penerima. Bakal dialokasikan anggaran sekitar Rp 4 miliar. Rencananya setiap mahasiswa menerima beasiswa sekitar Rp 2 juta. Namun, para mahasiswa yang ingin mendapatkan beasiswa itu harus cepat. Sebab, pengajuan harus dilakukan sebelum KUA PPAS 2021 ditetapkan. Saat sudah ditetapkan, jumlah penerimanya sudah tidak bisa diubah.

‘’Penganggaran itu berdasarkan jumlah yang mengusulkan. Kalau KUA PPAS sudah ditetapkan, ya tidak bisa lagi mengajukan,’’ katanya. Menurut Sahari, pengajuan beasiswa tahun depan sudah ada 1.000 orang lebih. Namun, dari jumlah itu hanya 700 orang yang lolos verifikasi. Sisanya tidak bisa masuk sebagai daftar penerima beasiswa. ‘’Penyebabnya banyak. Mulai data ganda hingga mereka termasuk dari keluarga kaya. Sehingga, tidak bisa dimasukan penerima beasiswa,’’ jelas pria asli Madura itu.

Sahari menegaskan, beasiswa itu diperuntukan bagi mahasiswa Bojonegoro kurang mampu. Baik mahasiswa kuliah di Bojonegoro, maupun di luar Bojonegoro. Sedangkan tahun ini, jumlah mahasiwa yang diberikan beasiswa hanya 400 orang. Jumlah itu terbagi dua. Yakni, di APBD sebanyak 159 mahasiswa, dan APBD perubahan sebanyak 241 orang.

‘’Total anggarannya Rp 800 juta,’’ tegasnya. Sahari menjelaskan, pada APBD 2020, jumlahnya memang tidak banyak. Saat itu belum banyak respons mahasiswa untuk mengajukan. Sebab, waktu pengajuannya cukup pendek, hanya dua bulan. Rerata mahasiswa belum siap. ‘’Untuk pencairan yang induk ini menunggu selesainya revisi APBD perubahan oleh gubernur. Perkiraan Oktober baru bisa dicairkan,’’ jelasnya. 

(bj/msu/zim/ai/nae/JPR)

 TOP
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia