alexametrics
Sabtu, 26 Sep 2020
radarbojonegoro
Home > Bojonegoro
icon featured
Bojonegoro

14.500 Pendaftar Menanti BLT UMKM, Masih Tunggu Keputusan Kementrian

16 September 2020, 12: 30: 59 WIB | editor : Nailul Imtihany

MEMBELUDAK: Peserta dari UMKM mengajukan bantuan BLT di dinas koperasi dan UKM. Saat ini menanti kepastian dari pusat.

MEMBELUDAK: Peserta dari UMKM mengajukan bantuan BLT di dinas koperasi dan UKM. Saat ini menanti kepastian dari pusat. (NURCHOLISH/RDR.BJN)

Share this      

Radar Bojonegoro - Pendaftar bantuan langsung tunai (BLT) UMKM mencapai sekitar 14.500. Namun, tidak diketahui jumlah pendaftar lolos verifikasi dan menerima bantuan. Meskipun begitu, Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah (Dinkop UKM) Bojonegoro akan melakukan pemantauan dalam penggunaan BLT.

Kepala Dinkop UKM Bojonegoro Sukaemi mengatakan, tidak mengetahui jumlah pelaku UMKM mendapat bantuan maupun sudah terverifikasi. Sebab semua keputusan berada di tingkat Kementrian Koperasi UKM. Namun untuk data pendaftar mencapai sekitar 14.500.

“Belum tahu, bantuan langsung dari kementerian ke rekening yang bersangkutan,” ujarnya kemarin (15/9). Sukaemi menjelaskan, tidak ada kendala dialami dinas dalam pendaftaran BLT UMKM. Penggumpulan berkas di kantor dinas berjalan lancar. Tidak ada data salah ditemukan. Semua pendaftar memenuhi persyaratan ditentukan. Terkait adanya penambahan gelombang pendaftaran, pihaknya belum mendapat  informasi dari Kementerian Koperasi UKM. Namun, untuk penggunaan dana bantuan, pihaknya akan melakukan pemantauan dalam penggunaannya.

“Ya untuk dipergunakan tambah modal usaha,” ungkapnya. Bendahara Forum industri kecil menengah (IKM) Jatim Kabupaten Bojonegoro Endy Meikasari mengatakan, belum mendapat bantuan, padahal sudah mendaftar sejak gelombang satu akhir Agustus lalu. Sedangkan, beberapa pelaku UMKM mendaftar gelombang dua awal September sudah mendapat bantuan.

“Masih belum aktif rekening,” jelasnya. Endy mengaku perlu adanya peman tauan dari dinas terkait. Sebab menemukan orang-orang bukan pelaku UMKM mendapat BLT dari kementerian tersebut.

“Penting sekali pemantauan,” ujarnya. Ketua Paguyuban Prima Utama UMKM Bojonegoro Susilo Indrianto mengatakan, pemantuan penggunaaan BLT memang perlu dilakukan, namun sifatnya hanya sebagai imbauan. Sebab pelaku usaha mikro tidak bisa membedakan penggunaan rumah tangga dan modal usaha. “Jangan sampai malah mengganggu usaha mikro,” ujarnya. 

(bj/rij/cho/nae/JPR)

 TOP
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia