alexametrics
Sabtu, 26 Sep 2020
radarbojonegoro
Home > Bojonegoro
icon featured
Bojonegoro

Persyaratan Ribet, Stok Pupuk Bersubsidi Menumpuk di Distributor

Harus Punya Kartu Tani Atau Rekomendasi PPL

16 September 2020, 11: 00: 59 WIB | editor : Nailul Imtihany

PENOPANG EKONOMI: Seorang petani di kawasan Ngampel, Kecamatan Kota, mulai bertanam padi. Lokasi sawahnya tak jauh dari lapangan migas. Saat ini sejumlah petani butuh pasokan pupuk. Namun, terkendala penyaluran belum lancar.

PENOPANG EKONOMI: Seorang petani di kawasan Ngampel, Kecamatan Kota, mulai bertanam padi. Lokasi sawahnya tak jauh dari lapangan migas. Saat ini sejumlah petani butuh pasokan pupuk. Namun, terkendala penyaluran belum lancar. (NURCHOLIS/RDR.BJN)

Share this      

Radar Bojonegoro - Posisi pupuk bersubsidi saat ini masih menumpuk di gudang distributor. Sebaliknya, kekosongan pupuk di kios, karena distributor belum berani mengirim ke kios, karena ada perubahan mekanisme pembelian, dari manual dengan menggunakan kartu tani.

Penyuluh pertanian lapangan (PPL) memiliki peran besar untuk pembelian pupuk subsidi. Buktinya, sesuai kebijakan di masa transisi ini, hingga kemarin (15/9) petani masih bisa membeli pupuk subsidi secara langsung. Dengan syarat mendapat rekomendasi dari PPL atau koor dinator PPL di kecamatan setempat.

Maryono, salah satu distributor pupuk di Bojonegoro dari CV Damakten Agro mengatakan, karena kesiapan kartu tani belum 100 persen, ada langkah fleksibel. Agar petani segera dapat membeli pupuk bersubsidi. Jika di wilayah edar kios ada tanaman, petani bisa membeli secara manual. Dengan catatan petani masuk data electronik rencana definitif kebutuhan kelompok (e-RDKK), dan mendapat rekomendasi dari PPL.

‘’Nanti didampingi petugas penyuluh pertanian lapangan (PPL) dengan menyertakan foto open camera di lahan dan terdaftar di e-RDKK. Ini rekom lagi di bikin oleh PPL,” katanya kemarin. Maryono mengatakan, PPL sedang mengoordinir kebutuhan pupuk bersubsidi di setiap wilayahnya.

Setelah mengantongi data itu, distributor akan mengirimkan pupuk ke kios. Prinsipnya pembelian pupuk bersubsidi secara manual harus ada rekomendasi dari PPL dan korluh. Dalam setahun ini, alokasi distributor pupuk di Kecamatan Dander dan Ngambon itu, mendapat kuota sekitar 9.000 ton, memasuki bulan ini, ketersediaan pupuk masih sekitar 40 persen.

‘’Kami masih ada stok. Masih cukup untuk satu minggu kedepan. Siap kirim ke wilayah yang ada tanamannnya, tapi kami masih menunggu rekom dari korluh (koordinator penyuluh),” bebernya.

Pupuk di Kecamatan Dander dan Ngambon diklaim tak mengalami kelangkaan. Namun, membenarkan jika pupuk di kios mayoritas kosong. Penyebab kekosongan pupuk di kios karena adanya aturan baru harus menggunakan kartu tani. Namun, karena kartu belum siap, distributor masih menunggu instruksi dari korluh, terkait pembelian secara manual. Karena masih menunggu instruksi dari produsen terkait kesiapan kartu tani.

Sebab, kebijakan penggunaan kartu tani untuk membeli pupuk bersubsidi telah diterapkan per 1 September lalu. ‘’Produsen itu pihak bank yang menang tender pengadaan katan (kartu tani) dan alat EDC (electronic data capture),” ujarnya.

Eko Isdarianto, pengelola distributor pupuk subsidi dari CV. Indo Baru Mandiri (IBM) memastikan pupuk bersubsidi tidak mengalami kelangkaan, sebab masih tersedia di gudangnya. Terkait kekosongan di sejumlah kios, karena belum melakukan penebusan. Menyusul adanya perubahan penyaluran pupuk. Dikhawatirkan terjadi kesalahan dengan pelaporan penyaluran.

‘’Kami menunggu surat yang jelas untuk melakukan penyaluran. Takutnya kalau tetep seperti biasa akan menjadikan kesalahan di kami,” ujarnya beralasan. Antok menegaskan, jika seluruh petunjuk teknisnya telah rampung, bisa melakukan penyaluran ke kios. Sebab, pihaknya juga masih memiliki stok pupuk. Jumlahnya sekitar 25 ton. Itupun bukan stok hingga akhir tahun.

‘’Siap ada. Stok kami ada di gudang penyangga PT Petrokimia di Kecamatan Sumberrejo,” terang pengelola distributor pupuk di wilayah Kecamatan Kapas, Sugihwaras, Balen, dan Sukosewu.

Sementara itu, Staf Penjualan Daerah Pemasaran PT Petrokimia Gresik Endy Susilo belum memberikan keterangan terkait ketersediaan pupuk bersubsidi. Saat dikonfirmasi Jawa Pos Radar Bojonegoro belum ada jawaban.  

(bj/cho/msu/dny/nae/JPR)

 TOP
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia