alexametrics
Minggu, 20 Sep 2020
radarbojonegoro
Home > Tuban
icon featured
Tuban

Terjunkan Tim Cyber, Awasi Gesekan Pilkada di Medsos

15 September 2020, 13: 30: 59 WIB | editor : Nailul Imtihany

Terjunkan Tim Cyber, Awasi Gesekan Pilkada di Medsos

Share this      

Radar Tuban – Sepekan setelah pendaftaran pasangan calon (paslon) bupati dan wakil bupati, perang urat saraf antar pendukung paslon bermunculan. Terutama di grup Facebook. Antar pendukung saling adu argumen dan menyerang. Yang patut diwaspadai, gesekan di medsos berlanjut ke dunia nyata.

Dikonfirmasi Jawa Pos Radar Tuban, Kapolres Tuban AKBP Ruruh Wicaksono mengatakan sudah mendapat laporan terkait sejumlah postingan antar pendukung paslon yang memanas di medsos. Terkait hal itu, dia mengatakan sudah menurunkan Tim Cyber untuk mengawasi medsos.

Ruruh berencana memetakan unggahan di medsos. Termasuk pelanggaran pidana atau pelanggaran pemilu. ‘’Kalau ada unsur pidana, pasti akan kami tindak,’’ tegas dia. Lulusan Akpol 2000 itu mengingatkan kepada masyarakat agar tidak terpancing dengan unggahan di medsos terkait hal-hal yang menjatuhkan pasangan lawan.

Menurut dia, seluruh unggahan yang memuat unsur kebencian suku, agama, ras, dan antar golongan bisa dikenakan Undang-Undang Informasi Transaksi Elektronik. ‘’Sudah kami terjunkan Tim Cyber, jadi semua postingan di medsos kami awasi,’’ tegas dia.

Di bagian lain, mantan kapolres Madiun itu menemukan sejumlah wilayah geografis yang berpotensi menjadi masalah selama pemilihan kepala daerah (pilkada). Seperti desa-desa di wilayah pegunungan, menyeberangi sungai, dan jauh dari akses kendaraan. Sejumlah wilayah tersebut rawan karena bisa mengganggu proses pendistribusian logistik pilkada.

‘’Kalau daerah rawan konflik antar pendukung sejauh ini belum ada,’’ ungkapnya. Perwira kelahiran Ngawi itu mengatakan, hingga kemarin situasi wilayah Bumi Wali masih kondusif. Belum ditemukan gangguan antar pasangan di dunia nyata. Hanya ada gesekan-gesekan kecil di jejaring sosial.

Untuk meminimalisasi penularan Covid-19 pada seluruh tahapan pilkada, lanjut Ruruh, pihaknya sudah berkoordinasi dengan KPUk, Bawaslu, dan tiga paslon agar tidak menghadirkan massa lebih dari seratur orang. ‘’Aturan jaga jarak dan bermasker selama kampanye tetap berlaku,’’ tegas dia.

(bj/yud/ds/nae/JPR)

 TOP
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia