alexametrics
Sabtu, 26 Sep 2020
radarbojonegoro
Home > Bojonegoro
icon featured
Bojonegoro

Sering Gonta Ganti Nomor HP Bikin Sulit Terverifikasi Bantuan Internet

15 September 2020, 14: 00: 59 WIB | editor : Nailul Imtihany

Sering Gonta Ganti Nomor HP Bikin Sulit Terverifikasi Bantuan Internet

Share this      

Radar Bojonegoro - Batas pendataan dan verifikasi nomor handphone (HP) siswa serta guru berakhir hari ini (15/9). Namun, belum semua data itu terinput final di website data pokok pendidikan (dapodik). Sekolah harus memaksimalkan sisa waktu yang ada.

Verifikasi nomor HP ini seiring Kemendikbud akan memberikan subsidi internet untuk pembelajaran daring. Setiap siswa mendapat jatah 35 GB dan guru 40 GB. Subsidi mulai September hingga Desember. Langsung ke nomor HP penerima.

Kepala Cabang Dinas Pendi dikan (Cabdisdik) Jatim Wilayah Bojonegoro-Tuban Adi Prayitno mengatakan, lembaga SLB, SMA dan SMK masih dalam proses finalisasi data. Meliputi penginputan hingga verifikasi nomor handphone. ‘’Laporannya per hari ini (kemarin) progres masih 90 persen,” katanya kemarin (14/9).

Menurut dia, faktor belum selesainya penginputan data itu karena banyaknya jumlah siswa dan guru. Belum lagi, kebiasaan anak muda masa kini berganti-ganti nomor HP. Sehingga petugas di sekolah membutuhkan waktu memastikan keaktifan nomornya. ‘’Memang besok (hari ini) batas terakhir. Kondisi ini saya hanya bisa berharap sekolah memaksimalkan waktu tersisa,” ujar mantan Kacabdisdik Jatim Wilayah Nganjuk itu.

Menurut Adi, proses ini seluruhnya ditangani sekolah. Pihaknya hanya mendapat laporan progres. Namun, ia tak memungkiri adanya kemungkinan belum 100 persennya proses penginputan hingga batas akhir. ‘’Kalau ada yang belum terdata, kami masih belum tahu bagaimana solusinya. Termasuk juga waktu subsidi ini akan turun. Kita tunggu saja selanjutnya,” tuturnya.

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Bojonegoro Dandi Suprayitno menuturkan, tidak mengetahui sejauh mana progres pendataan itu. Semua menjadi kewenangan setiap sekolah. Pihaknya tidak bisa mengontrol. ‘’Namun saya yakin semua sekolah sudah menyelesaikan sebagaimana deadline dari Kemendikbud,” katanya.

(bj/dny/rij/nae/JPR)

 TOP
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia