alexametrics
Sabtu, 26 Sep 2020
radarbojonegoro
Home > Bojonegoro
icon featured
Bojonegoro

Dua Berkas Kasus Penculikan dan Persetubuhan Dilimpah ke Kejari

14 September 2020, 12: 30: 59 WIB | editor : Nailul Imtihany

DIBORGOL: Kapolres ketika bertanya kepada dua tersangka penculikan.

DIBORGOL: Kapolres ketika bertanya kepada dua tersangka penculikan.

Share this      

Radar Bojonegoro - Penyidik Satreskrim Polres Bojonegoro setidaknya atensi terhadap dua berkas perkara penculikan anak. Dua berkas berita acara pemeriksaan (BAP) penculikan sekaligus persetubuhan telah dilimpahkan ke kejaksaan negeri (kejari).

Dua kasus penculikan disertai persetubuhan itu berbeda tempat kejadian perkara (TKP). Yakni di Kecamatan Sukosewu dan Kecamatan Temayang. Dua korban merupakan siswi usia 15 tahun. Motif penculikan yakni dari berkenalan via Facebook hingga korban diculik.

“Saat ini sudah tahap satu (berkas dilimpahkan ke kejari). Dua berkas BAP masih diteliti oleh jaksa,” jelas Kasatreskrim Polres AKP Iwan Hari Poerwanto. Adapun tersangka pertama bernama Topik Iskandar. Pria berusia 42 tahun asal Kota Bekasi itu membawa kabur siswi usia 15 tahun asal Kecamatan Sukosewu ke Bekasi. Lalu korban disetubuhi.

Modus awalnya berkenalan via Facebook. Tersangka tertangkap di Stasiun Bekasi saat bersama korban. Lalu tersangka kedua bernama Moral Edi Sri Utomo, modusnya juga sama, berkenalan via Facebook. Pemuda berusia 20 tahun asal Kecamatan Bubulan, itu membawa kabur lalu menyetubuhi siswi usia 15 tahun asal Kecamatan Temayang.

Tersangka ditangkap di rumah nya setelah orang tua korban melaporkan tindakan bejat ke kepolisian. “Saat ini kedua korban terus didampingi oleh UPPA (unit perlindungan perempuan dan anak) Polres Bojonegoro, korban sempat mengalami trauma,” terangnya.

Meski ada dua kasus modus sama, kedua perkara itu tidak saling berkaitan. Bukan tergolong sindikat. Namun, dari dua kasus tersebut tentu bisa diambil pelajaran, bahwa anak-anak di bawah umur sangat perlu dipantau aktivitasnya saat bermain media sosial.

“Pengawasan orang tua terhadap anak tentu perlu ditingkatkan, karena rawan terjadi tindak kejahatan dari orang-orang yang tidak bertanggungjawab,” ucapnya. Kepala Seksi (Kasi) Pidana Umum (Pidum) Kejari Bojonegoro Arfan Halim saat dikonfirmasi terpisah belum tahu sejauh perkembangan berkas BAP dua tersangka. Ia mengatakan akan menanyakan dulu kepada jaksa peneliti yang menangani. “Coba besok (hari ini) saya cek,” pungkasnya.

(bj/gas/rij/nae/JPR)

 TOP
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia