alexametrics
Sabtu, 26 Sep 2020
radarbojonegoro
Home > Bojonegoro
icon featured
Bojonegoro

PKL Kartini Batal Direlokasi, Trotoar Tetap Diperbaiki

12 September 2020, 13: 30: 59 WIB | editor : Nailul Imtihany

TERANG: Pohon penghijauan di Jalan Kartini ditebang untuk proyek trotoar.

TERANG: Pohon penghijauan di Jalan Kartini ditebang untuk proyek trotoar.

Share this      

Radar Bojonegoro - Drainase sekaligus trotoar di sepanjang Jalan RA. Kartini Bojonegoro mulai diperbaiki. Pohon besar mulai ditebang, dan paving mulai dibongkar. Namun, sekitar 70 pedagang kaki lima (PKL) masih tetap berdagang.

Ternyata, Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya (DPKPCK) Bojonegoro batal merelokasi sementara para PKL tersebut. Kabid Sarana Prasarana dan Utilitas Umum DPKPCK Bojonegoro Hari Prasetyo menjelaskan, telah berkoordinasi dengan Satpol PP terkait penertiban PKL, dan memutuskan tetap mempertahankan para PKL berdagang di Jalan RA. Kartini.

Sebab, pihak rekanan dan PKL merasa tidak ada yang terganggu. “Kami tidak ingin mengganggu PKL yang berjualan di Jalan RA. Kartini. Kalau memang ada bongkar material, para PKL bisa bergeser menyesuaikan tempat agar samasama jalan,” katanya kemarin.

Hari menuturkan, PKL yang berjualan pagi hingga siang juga tidak banyak. Para PKL mulai ramai berjualan ketika jelang sore hingga malam. Sedangkan proyek pembangunan trotoar itu selesai tiap pukul 17.00. Adapun pemenang tender proyek pembangunan trotoar di Jalan RA. Kartini ialah PT. Suramadu Nusantara Enjiniring asal Surabaya.

Nilai kontraknya Rp 3,8 miliar, dari pagu sebesar Rp 4,8 miliar. “Kami juga mengimbau agar pihak pelaksana atau kontraktor bisa berkomunikasi baik dengan para PKL di Jalan RA. Kartini,” pintanya. Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Bojonegoro Sukaemi mengatakan, tidak ada agenda relokasi PKL di Jalan RA. Kartini, akibat adanya proyek pemba ngunan trotoar.

Karena memang tidak ada tempat lagi untuk relokasi. Misalnya direlokasi di Jalan AKBP M Soeroko juga tidak bisa. Sebab, akses jalan menuju Pendapa Malawapati dan Alun-Alun Bojonegoro memang tetap diupayakan steril. “Mungkin bisa dicarikan solusi lain seperti dibuat jalur satu arah dari selatan ke utara khusus di Jalan RA. Kartini guna menghindari penumpukan kendaraan,” katanya terpisah.

(bj/gas/msu/nae/JPR)

 TOP
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia