alexametrics
Sabtu, 26 Sep 2020
radarbojonegoro
Home > Tuban
icon featured
Tuban

Satu Lagi, Predator Anak Divonis Hukuman Hari Ini

10 September 2020, 15: 00: 59 WIB | editor : Nailul Imtihany

Satu Lagi, Predator Anak Divonis Hukuman Hari Ini

Share this      

Radar Tuban – Semangat majelis ha kim Pengadilan Negeri (PN) Tuban dalam mem berikan efek jera kepada terdakwa kasus pencabulan bakal kembali diuji. Kamis (10/9) hari ini, satu lagi pelaku kejahatan seksual terhadap anak-anak dengan terdakwa Muksin, 40, akan menghadapi sidang pembacaan vonis majelis hakim.

Pada sidang dengan agenda tuntutan 9 Juli lalu, jaksa penuntut umum (JPU) menuntut terdakwa dengan pasal 82 ayat 4 jo pasal 76e Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak Menjadi Undang-Undang.

Yakni, menjatuhkan pidana penjara selama 13 tahun dikurangi masa tahanan dan denda Rp 100 juta subsider 6 bulan kurungan penjara. Tuntutan tersebut hampir sama dengan tuntutan kepada Parsilan, 43, terdakwa kasus pedofilia yang korbannya 12 anak. Sama-sama dituntut pidana penjara 13 tahun. Bedanya, Parsilan disertai denda Rp 1 miliar. Sedangkan Muksin hanya Rp 100 juta.

Pada kasus Parsilan, majelis hakim yang diketuai Donovan Akbar Kusumo Bhuwono men jatuhi vonis jauh lebih berat dari tuntutan jaksa. Yakni, dengan meng gunakan pasal penam bahan pemidanaan. Dari tuntutan 13 tahun penjara menjadi 20 tahun penjara.

Apakah majelis hakim akan kembali menjatuhkan vonis yang sama kepada Muksin yang korbannya juga lebih dari satu? Jawabannya tunggu hari ini. Keberanian majelis hakim dalam menjatuhkan vonis yang jauh lebih berat dari tuntutan akan kembali diuji di persidangan.

Dikonfirmasi Jawa Pos Radar Tuban, Humas PN Tuban Donovan Akbar Kusumo Bhuwono mengatakan, sidang pembacaan putusan majelis hakim dengan terdakwa Muksin digelar secara virtual. Sidang dipimpin hakim ketua Nofan Hidayat bersama dua hakim anggota Taufiqurrohman dan Uzan Purwadi.

Soal komitmen majelis hakim yang akan kembali diuji pada sidang putusan perkara kejahatan seksual kali ini, Donovan menyatakan, hal tersebut mutlak kewenangan majelis hakim. Tentu, berdasar fakta-fakta persidangan. ‘’Itu (putusan, Red) kewenangan majelis hakim. Majelis hakim pasti sudah mempertimbangkan nilainilai keadilan, khususnya bagi para korban,’’ tandasnya.

Kasi Pidana Umum Kejaksaan Negeri (Kejari) Tuban Miftah Winata membenarkan jadwal sidang putusan yang digelar hari ini. Sebagaimana tuntutan yang diajukan, jaksa menuntut terdakwa dengan pidana 13 tahun penjara dan denda Rp 100 juta subsider 6 bulan kurungan penjara.

Tuntutannya, pasal 82 ayat 4 jo pasal 76e UU Nomor 17 Ta hun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti UU Nomor 1 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak Menjadi UU.

Sebagaimana diketahui, kasus kejahatan seksual dengan terdakwa Muksin yang mencoreng status Kabupaten Tuban Ramah Anak itu terjadi pada Januari-Maret 2020. Aksi bejat terdakwa dilakukan di sebuah masjid di Tuban dan rumah kontrakannya di sekitar Pantai Boom.

Pada kurun waktu Januari-Maret, pria yang sudah tiga kali menikah itu mencabuli sedikitnya enam anak laki-laki dengan rata-rata usia 12-14 tahun. Salah satu aksinya berlangsung di masjid. Modusnya, sang predator anak itu mengiming-imingi korban dengan membelikan baju baru jika bersedia menuruti aksi bejatnya. Kasus kejahatan seksual tersebut berhasil diungkap Polres Tuban setelah menerima laporan dari orang tua salah satu korban.

(bj/tok/ds/nae/JPR)

 TOP
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia