alexametrics
Sabtu, 26 Sep 2020
radarbojonegoro
Home > Sport
icon featured
Sport

Jelang Kedatangan Pemain, Mess Persela Disemprot Disinfektan

26 Agustus 2020, 13: 00: 59 WIB | editor : Nailul Imtihany

DISEMPROT DISINFEKTAN : Memakai baju APD lengkap, petugas melakukan penyemprotan mes pemain Persela, menjelang kedatangan pemain 30 Agustus mendatang.

DISEMPROT DISINFEKTAN : Memakai baju APD lengkap, petugas melakukan penyemprotan mes pemain Persela, menjelang kedatangan pemain 30 Agustus mendatang.

Share this      

Radar Lamongan – Para pemain Persela dijadwalkan mulai datang untuk menjalani latihan paling lambat 30 Agustus mendatang. Menjelang kedatangan para pemain, mes pemain tim berjuluk Laskar Joko Tingkir tersebut disemprot disinfektan kemarin (25/8).

Kepala Rumah Tangga Mes Persela Lamongan, Mahfud Syafi’i mengatakan, sesuai prosedur kesehatan selama pandemi yang ditetapkan PSSI dan PT Liga Indonesia Baru (LIB), semua tempat yang terkait dengan tim harus steril. Terutama mes pemain.

Penyemprotan disinfektan rencananya dilakukan dua kali sebelum pemain datang. “Kita jadwalkan penyemprotan lagi Sabtu (29/8) depan, karena pemain dijadwalkan tiba hari Minggu (30/8). Tempat tidur dan fasilitas lain juga kita pisahkan,” ungkapnya.

Pria yang akrab dipanggil Lepok itu menjelaskan, mes sudah ditinggalkan pemain sekitar empat bulan. Akhir Maret lalu pemain sudah meninggalkan mes. Tapi kebersihan mess selalu diprioritaskan. ‘’Bahkan beberapa fasilitas sudah diperbaiki untuk memberikan kenyamanan pemain selama tinggal di mes,’’ tukasnya.

Sementara itu, tim medis Persela, Hasyim menjelaskan, sterilisasi untuk semua fasilitas harus sesuai standar kesehatan yang benar. Kemudian semua pemain, pelatih, dan offi cial Senin mendatang (31/8) dijadwalkan mengikuti serangkaian tes kesehatan. Salah satunya rapid test. Setelah hasilnya keluar, baru ditentukan, apakah pemain butuh dikarantina mandiri atau tidak.

Namun manajemen Persela juga sudah menyediakan tempat khusus apabila ada pemain yang butuh dikarantina. Dia melanjutkan, karena 1 Oktober mendatang sudah kick off lanjutan Liga 1, harapannya hasil tes semuanya non reaktif. “Kita persiapannya cukup mendesak. Karena keputusan PSSI juga baru disepakat,i sehingga harapannya semua berjalan lancar,” tukasnya.

Hasyim menambahkan, untuk mengembalikan kondisi pemain, membutuhkan waktu minimal satu bulan. Karena mereka dipastikan tidak melakukan latihan fisik secara rutin. Meski latihan mandiri, kemungkinan tidak terlalu berat. Karena saat itu belum bisa dipastikan kompetisi dilanjutkan atau tidak. Sehingga tidak ada progress latihan khusus dari tim pelatih. Termasuk kemungkinan keluhan kondisi fisik pemain akibat liburnya sangat lama.

‘’Tapi saya percaya pemain sekarang bisa professional menjaga kondisinya,’’ katanya. Manajer Persela Lamongan, Edy Yunan Achmady membenarkan, para pemain sudah diminta datang mulai kemarin (25/8) dan paling lambat 30 Agustus mendatng.

Persiapan yang dilakukan, yakni penyenprotan disinfeksi dan rapid test. Rencananya dilakukan dua kali rapid tes bekerjasama dengan RSUD dr Soegiri Lamongan. Namun waktunya fleksibel. Karena rapid test berlaku selama dua minggu. “Cek kesehatan rutin tetap seperti biasa, ditambah rapid karena adanya pandemi,” tambahnya.

(bj/rka/feb/nae/JPR)

 TOP
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia