alexametrics
Sabtu, 26 Sep 2020
radarbojonegoro
Home > Lamongan
icon featured
Lamongan

Kapten Persela Eky Taufik Febriyanto, Ternak Lele saat Libur Kompetisi

Dua Kali Panen, Sudah Balik Modal

13 Agustus 2020, 14: 00: 59 WIB | editor : Nailul Imtihany

TERNAK LELE: Eky Taufik Febriyanto ketika latihan peningkatan fisik. Selama pandemi Covid-19, dia lebih fokus beternak lele.

TERNAK LELE: Eky Taufik Febriyanto ketika latihan peningkatan fisik. Selama pandemi Covid-19, dia lebih fokus beternak lele.

Share this      

Radar Lamongan - Penundaan Liga 1 membuat sejumlah pemain memiliki waktu longgar. Kapten Persela Lamongan Eky Taufik Febriyanto bisa lebih fokus berternak lele selama masa pandemi Covid-19 ini. Sebagai pemain sepak bola profesional, menjaga kondisi fisik menjadi hal wajib dilakukan oleh Eky.

Selain menjadwalkan latihan, Eky bisa lebih fokus dengan usahanya, budidaya ikan lele. Budidaya itu dilakukan di kampung halamannya di Jawa Tengah. Di sela-sela aktivitasnya latihan setiap hari, Eky ikut memberikan makan dan merawat ikan lele. Panen dari ikan tersebut menjadi pemasukannya selama penundaan kompetisi. Sebab, seluruh penggawa Persela hanya menerima gaji 25 persen sejak April lalu.

‘’Alhamdulillah menjadi salah satu pemasukan, selama penundaan kompetisi,’’ ujar Eky. Bapak satu anak tersebut memiliki satu tambak dan dua kolam terpal. Satu kolam terpal biasanya diisi 5 ribu bibit ikan lele. Selama menganggur dan tidak berlaga di kompetisi tertinggi di Indonesia bersama Persela, Eky sudah dua kali panen ikan lele.

Hasil yang dirasa cukup di tengah kondisi perekonomian di Indonesia yang sedang terpuruk ini. ‘’Lumayan lah Mas hasilnya... hehehe,’’ imbuh pemain berpostur 175 sentimeter (cm) tersebut. Sebenarnya, Eky memulai budidaya lele sejak sebelum pandemi Covid-19 menyerang Indonesia.

Inspirasi bisnis tersebut didapat dari temannya, yang terlebih dulu membudidayakan lele. Eky yang tak memiliki banyak waktu karena disibukkan jadwal padat kompetisi, memilih patungan dengan tetangga di kampung halamannya. Modal awal yang dikeluarkannya, yakni Rp 20 juta. Hasil yang didapatkan akan dibagi dengan rekan patungannya. ‘’Alhamdulillah sudah balik modal,’’ tutur Eky.

(bj/*/yan/nae/JPR)

 TOP
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia