alexametrics
Sabtu, 26 Sep 2020
radarbojonegoro
Home > Sport
icon featured
Sport
Siapa yang mengelola Persibo?

Belum Ada Titik Temu Mediasi Suporter Persibo dan Pemkab

13 Agustus 2020, 10: 10: 49 WIB | editor : Nailul Imtihany

DEMI KEBANGGAAN: Suporter berkendara motor dari stadion menuju Pemkab Bojonegoro. Para fans menyanyikan anthem Persibo sebelum bubar kemarin

DEMI KEBANGGAAN: Suporter berkendara motor dari stadion menuju Pemkab Bojonegoro. Para fans menyanyikan anthem Persibo sebelum bubar kemarin

Share this      

Radar Bojonegoro - Sejak 20 Februari lalu, manajemen lama Persibo Bojonegoro telah menyerahkan mandat peralihan ke pemkab. Namun, hingga kini belum ada kepastian pembentukan manajemen Persibo. Masa depan Persibo pun masih belum jelas.

Keresahan suporter ini mematik turun jalan kemarin (12/8). Ratusan suporter berkumpul dari Stadion Letjend Soedirman (SLS) menuju gedung Pemkab Bojonegoro. Tret-tet suporter menuju gedung pemkab diarahkan di halaman Bakorwil. Sementara perwakilan elemen suporter mediasi dengan pejabat pemkab.

Namun, hasilnya belum mencapai titik temu. Terdapat tiga poin disampaikan perwakilan suporter. Terutama memperjelas status Persibo menjadi klub amatir dikelola askab PSSI atau tetap berstatus profesional dengan CEO baru. Dinas pemuda dan olahraga (dispora) serta KONI belum memberikan kejelasan atas tuntutan suporter. Sebaliknya, KONI, dispora dan jajaran pemkab akan menggelar pertemuan lanjutan rencananya hari ini (13/8).

Ketua KONI Bojonegoro Ali Mahmudi mengatakan, akan memberikan jawaban setelah pertemuan dengan dispora. Rencananya hari ini KONI dan dispora mengadakan pertemuan untuk membahas Persibo. “Ini baru dapat undangan dari dispora,” ungkapnya kemarin sore.

Arif Setiawan koordinator aksi mengatakan, terdapat beberapa poin disampaikan pada mediasi. Pertama meminta Persibo tahun ini tetap mengikut kompetisi Liga 3. Dan harus punya target naik kasta Liga 2. “Targetnya ya lolos Liga 2,” ungkapnya.

Tuntutan kedua, menurut Arif, memperjelas status Persibo menjadi klub amatir dikelola askab PSSI. Atau sebaliknya tetap berstatus profesional dengan CEO baru. Namun, dengan jaminan, ketika kembali amatir dan diserahkan ke askab PSSI, harus ada anggaran jelas untuk Persibo dari pemkab.

Sehingga bisa lolos Liga 2 serta punya target prestasi. Bukan hanya penggembira maupun mencari bakat. “Nanti sama dengan Bojonegoro FC,” ujarnya. Sedangkan, jika dikelola secara profesional, suporter meminta bupati bisa ikut menjabatani atau mencarikan sponsor baru. Misalnya, sponsor dari sejumlah perusahaan minyak dan gas (migas) di Bojonegoro.

Ada tiga perusahaan migas beroperasi di Kota Ledre. Yakni Pertamina EP Cepu (PEPC), ExxonMobil Ltd, dan Pertamina EP Asset IV Field Sukowati. Bisa juga mengambil dana CSR dari perusahaan migas, namun ketika diajak membahas itu belum ada tanggapan. “Atau membentuk CEO baru,” jelasnya. Arif menjelaskan, poin ketiga pihaknya siap membantu mencari investor untuk Persibo. Ketika nantinya disepakati pengelolaan secara profesional.

“Kami tawarkan, mungkin ada investor yang masuk,” ungkapnya. Menurut dia, hasil mediasi dihadiri Bupati Anna Mu’awanah itu masa depan Persibo masih belum bisa diputuskan. Belum ada titik temu antar pihak suporter dan pemkab. Namun keinginan bupati Persibo dikelola oleh askab PSSI dulu.

“Dari bupati sudah diserahkan ke dispora dan KONI untuk membahas kelanjutan Persibo,” ujarnya. “Minggu depan mempertajam ini, dispora dan KONI masih menggodok itu,” lanjut dia. Humas Pemkab Masirin mengatakan, mediasi perwakilan suporter menghendaki Persibo mendapatkan perhatian dari pemkab.

Tentunya juga memberikan perhatian ke semua cabang olahraga di Bojonegoro, termasuk sepak bola. Menurut Masirin, jika Persibo berada di bawah kendali pemkab, tentu harus menjadi klub amatir. Dan menjadi naungan askab PSSI di bawah KONI.

Sebaliknya, jika berstatus klub profesional, tentu pemkab tidak bisa mengkaver. “Ketika pemkab ingin mengakomodir terkait biaya, harus kembali ke askab,” ungkap dia. Dia memastikan, nantinya dispora dan KONI akan ada pertemuan lanjutan. Jadi pertemuan tidak hanya dilakukan sekali saja. “Akan kami informasikan lebih lajut,” jelasnya. 

(bj/*/rij/nae/JPR)

 TOP
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia