alexametrics
Sabtu, 26 Sep 2020
radarbojonegoro
Home > Lamongan
icon featured
Lamongan

Insentif Nakes Covid-19 Cair Bertahap

12 Agustus 2020, 12: 30: 59 WIB | editor : Nailul Imtihany

DAPAT INSENTIF: Salah satu anggota Tim Penanganan Covid-19 RSUD dr Soegiri Lamongan yang bertugas membawa ambulans.

DAPAT INSENTIF: Salah satu anggota Tim Penanganan Covid-19 RSUD dr Soegiri Lamongan yang bertugas membawa ambulans.

Share this      

Radar Lamongan - Insentif tenaga kesehatan (nakes) dan santuan kematian bagi mereka yang berjuang menangani coronavirus disease 2019 (Covid-19) cair bertahap. Dinas Kesehatan Lamongan memastikan insentif dicairkan melalui bendahara masing-masing instansi. “Bantuan sudah dicairkan periode Maret - Mei untuk RSUD dulu. Kemudian puskesmas, dinas dan lainnya masih dalam proses,” kata Kepala Dinkes Lamo ngan Taufik Hidayat.

Menurut dia, kriteria tenaga kesehatan yang berhak mendapatkan insentif antara lain tenaga pemeriksa pasien Covid-19. Kemudian nakes yang melakukan pengamatan dan penelusuran kasus, skrining, evaluasi pasien, dan terlibat langsung pemeriksaan laboratorium.

Insentif diberikan dengan batasan maksimal untuk RSUD Rp 10 juta per orang setiap bulannya, puskesmas Rp 5 juta per bulan baik dokter, perawat, bidan, dan nakes lainnya. Menurut dia, insentif diberikan sesuai intensitas penanganan pasien covid-19.

Taufik mencontohkan sebulan ada 22 hari kerja. Apabila nakes menangani pasien covid-19 setiap hari, maka akan mendapatkan insentif maksimal. Jika tidak, maka disesuaikan jumlah hari pelayanan. Untuk RSUD disesuaikan dengan jumlah pasien yang ditangani.

Puskesmas disesuaikan jumlah penelusuran kasus yang ada, sementara dinas jumlah skrining dan tracing. Menurut Taufik, insentif ini besaran dan jumlah penerimanya berbeda setiap bulan. Misalnya Maret ada enam dokter spesialis, sepuluh dokter umum, dan 39 perawat atau bidan. Bulan berikutnya bisa lebih banyak atau sebaliknya.

“Kalau data global tidak bias. Sebab setiap bulan jumlahnya berbeda, bisa lebih banyak atau sebaliknya menyesuaikan dengan kasus yang ada,” ujar pejabat asal Mojokerto tersebut. Taufik mengatakan, insentif ini bersumber dari biaya operasional kesehatan (BOK) tambahan.

Sesuai dengan rincian Menteri Kesehatan, maksimal dokter spesialis mendapatkan insentif Rp 15 juta per orang setiap bulan. Kemudian dokter umum dan gigi Rp 10 juta, bidan dan perawat Rp 7,5 juta, dan tenaga medis lainnya Rp 5 juta. Namun, setiap daerah memiliki kebijakan masing-masing dalam memberikan insentif.

(bj/rka/yan/nae/JPR)

 TOP
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia