alexametrics
Jumat, 14 Aug 2020
radarbojonegoro
Home > Bojonegoro
icon featured
Bojonegoro

Masjid Darussalam Gelar Salat Idul Adha

Siapkan Seribu Masker

30 Juli 2020, 11: 38: 31 WIB | editor : Nailul Imtihany

ADA JARAK: Para jamaah Masjid Darussalam ketika salat berjamaah. Antarjamaah diberi jarak. Kondisi ini akan diterapkan saat Salat Idul Adha besok.

ADA JARAK: Para jamaah Masjid Darussalam ketika salat berjamaah. Antarjamaah diberi jarak. Kondisi ini akan diterapkan saat Salat Idul Adha besok.

Share this      

Radar Bojonegoro - Masjid Agung Darussalam Bojonegoro tetap menggelar salat Idul Adha berjamaah. Keputusan itu setelah rapat internal masjid. Juga bersama pemkab setempat dan bupati. ‘’Kami tetap menggelar salat berjamaah,” katanya kemarin (29/7).

Rencananya, salat Id nanti lokasinya mulai dari masjid, halaman, Jalan KH. Hasyim Asy’ari, dan sebagian alun-alun. Intinya seluruh mekanismenya sama seperti tahun sebelumnya. Juga, tidak ada batasan jumlah peserta salat. ‘’Hanya, tetap menerapkan protokol pencegahan Covid-19 dengan ketat,” ujar dia.

Bahkan, dinas kesehatan (dinkes) telah me-support seribu masker, 10 thermo gun, bahkan di setiap pintu masuk ada hand sanitizer. Juga, malam sebelum pelaksanaan salat, dinas lingkungan hidup (DLH) juga akan melakukan penyemprotan desinfektan di lokasi. 

‘’Layout simulasi tempat parkir dan pintu masuk juga sudah kami buat,” lanjutnya. Pintu masuk jamaah salat terbagi dalam lima titik. Satu titik di Jalan KH. Agus Salim (selatan belakang masjid), dua titik di bagian selatan alun-alun, dan dua titik di alunalun yang masing-masing berada di depan masjid serta depan gedung pemkab.

Tempat parkir pun terbagi di beberapa ruas jalan. Meliputi dari selatan sebagian Jalan KH Hasyim Asyari (dari Jalan Panglima Sudirman), halaman Bakorwil serta sebagian Jalan Pahlawan, Jalan Mas Tumapel Jalan KH Agus Salim, Jalan Imam Bonjol, dan Jalan Mastrip.

‘’Setelah salat, ada penyembelihan hewan kurban. Kira-kira sampai saat ini sudah ada delapan sapi dan delapan kambing,” imbuhnya. Sedangkan takbir keliling pada tahun ini ditiadakan. Meskipun pada tahun-tahun sebelumnya ada. Menyesuaikan anjuran pemkab setempat. Bahkan gema takbir pihak pemkab diadakan secara virtual.

‘’Tidak boleh (takbir keliling). Takbirnya cukup di tempat saja,” tutur dia. Sementara itu, Kantor Kemenag Bojonegoro memastikan pelaksanaan salat Id, menyerahkan semua pada pemkab. Jika diizinkan, tentu Kemenag juga mendukung. Namun, tetap harus menerapkan protokol kesehatan.

Kasubbag TU Kemenag Bojonegoro Muhlisin Mufa mengimbau agar penyembelihan hewan kurban menerapkan protokol kesehatan. Yakni, jaga jarak, memakai masker, dan memakai sarung tangan. ‘’Terakhir, daging kurban harus langsung diantarkan ke rumah penerima,’’ ujar dia.

Warga, lanjut dia, dilarang datang ke lokasi penyembelihan hewan kurban. Itu untuk menghindari kerumunan. Sehingga, tidak terjadi penularan Covid-19 di lokasi penyembelihan. ‘’Sebelumnya kan masyarakat datang ke lokasi penyembelihan,’’ tuturnya.

Kepala dinkes Bojonegoro Ani Pujiningrum mengatakan, pelaksanaan salat Idul Adha harus tetap dilakukan dengan mene rapkan protokol kesehatan. Yakni, jaga jarak, pakai masker, dan cuci tangan. ‘’Sedangkan untuk penyem belihan dan pembagian hewan kurban harus ada pengaturan. Sehingga, tidak terjadi keru munan,’’ terangnya singkat.

(bj/dny/zim/rij/cho/nae/JPR)

 TOP
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia