alexametrics
Sabtu, 08 Aug 2020
radarbojonegoro
Home > Tuban
icon featured
Tuban

Pariwisata Dibuka, Pengunjung Tak Bermasker Diminta Pulang

Operasional Wisata sesuai AKB

27 Juli 2020, 12: 00: 59 WIB | editor : Nailul Imtihany

MEMBELUDAK: Pengecekan suhu tubuh pengunjung oleh pengelola wisata Pantai Kelapa Panyuran, Tuban di hari pertama operasional, kemarin (26/7).

MEMBELUDAK: Pengecekan suhu tubuh pengunjung oleh pengelola wisata Pantai Kelapa Panyuran, Tuban di hari pertama operasional, kemarin (26/7).

Share this      

Radar Tuban – Pemkab Tuban membolehkan wisata beroperasi sesuai adaptasi kebiasaan baru (AKB) mulai Sabtu (25/7). Namun sejumlah wisata baru beroperasi kemarin (26/7) dan Senin hari ini. Di hari awal operasional, seluruh lokasi wisata langsung membeludak.

Sejumlah wisata langsung diserbu ribuan pengunjung. Sesuai prediksi, tak semua pengunjung wisata sadar akan pentingnya protokol kesehatan. Pantauan Jawa Pos Radar Tuban, di sejumlah lokasi wisata masih banyak pengunjung yang tak bermasker.

Pilihan bagi yang tak bermasker, pulang atau pergi membeli masker dulu. Sesuai surat edaran Bupati Tuban tentang Tatanan Kenormalan Baru pada Usaha Bidang Pariwisata yang diterbitkan 20 Juli lalu. Sebagian lokasi wisata sudah memprediksi bakal banyak pengunjung yang tak bawa masker. Sebagian menyiasati dengan membuat paket beli tiket masuk sekaligus masker. Salah satunya Pantai Kelapa Panyuran yang memberi masker untuk setiap pembelian tiketnya.

‘’Kami memprediksi akan banyak yang tidak bawa masker, jadi langsung beli tiket sekaligus masker,’’ kata ketua Pokdarwis Pantai Kelapa, Muhasan. Kabid Pariwisata Dispar budpora Tuban Suwanto mengatakan sesuai surat edaran bupati, jika ada pengunjung wisata yang kedapatan tak memakai masker akan mendapat sanksi tegas.

Bagi pengunjung yang pelanggar, sanksinya menyapu jalan protokol atau fasilitas umum hingga ikut memakamkan jenazah pasien Covid-19. ‘’Bagi pengelola wisata yang membiarkan pelanggar akan dievaluasi hingga penutupan lokasi tersebut,’’ kata dia.

Suwanto mengatakan operasional wisata saat ini masih dalam tahap uji coba. Hingga dua pekan kedepan, seluruh wisata akan rutin dimonitor dan evaluasi. Selanjutnya baru akan diputuskan, lokasi wisata tersebut boleh beroperasi sesuai standar protap AKB atau harus tutup karena sering membiarkan pelanggar. ‘’Akan rutin kami pantau dan evaluasi,’’ tegas Suwanto.

(bj/yud/wid/nae/JPR)

 TOP
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia