alexametrics
Jumat, 14 Aug 2020
radarbojonegoro
Home > Tuban
icon featured
Tuban

Tak Kunjung Ada Tindakan, Warga Tutup Akses Jalan Menuju Tambak Udang

25 Juli 2020, 11: 00: 59 WIB | editor : Nailul Imtihany

INI TANAH KAMI: Warga menutup akses jalan ke lokasi tambak yang aktivitas pengeborannya diduga menyebabkan sumber air berubah payau kemarin (24/7).

INI TANAH KAMI: Warga menutup akses jalan ke lokasi tambak yang aktivitas pengeborannya diduga menyebabkan sumber air berubah payau kemarin (24/7).

Share this      

Radar Tuban – Amarah warga Desa Cepokorejo, Kacamatan Palang membuncah. Kemarin (24/7), puluhan warga me nutup akses jalan menuju lokasi tambak udang di desa se tempat dengan menggunakan portal besi.

Sedikitnya, ada enam titik akses jalan yang ditutup. Pada enam titik akses jalan inilah terdapat puluhan hektare tambak udang yang diduga menyebabkan berubah payaunya sumber air akibat aktivitas pengeboran air dalam skala besar.

Aksi tersebut dilakukan menyusul tidak adanya iktikad baik dari pengusaha tambak untuk menghormati kesepakatan bersama yang ditandatangani pengu saha tambak dan perwa kilan warga pada 27 Februari 2020. Isi kesepakatan bersama yang disaksikan kepala desa dan pejabat forum koordinasi pimpinan kecamatan (forkopimcam) setempat itu adalah mengakhiri seluruh kegiatan operasional tambak udang yang tidak memiliki izin per 1 Juli 2020. Atau empat bulan setelah kesepakatan bermaterai itu ditandatangani.

Faktanya, pengusaha tambak melanggar kesepakatan. Mereka tetap beroperasi, meski tidak mengantongi izin lengkap. ‘’Perundingan sudah kita lakukan dengan baik-baik. Juga sudah ada kesepakatan, tapi ternyata mereka (pengusaha tambak, Red) melanggar,’’ tegas Didik, korlap aksi.

Disampaikan dia, yang dilakukan warga adalah menutup akses jalan menuju lokasi tambak. Bukan menyegel area tambaknya. Sebab, yang memiliki kewenangan untuk melakukan penyegelan adalah satpol PP. Namun, kenyataannya sampai saat ini belum ada tindakan apa pun dari aparat penegak perda itu.

‘’Kami menunggu ketegasan satpol PP untuk menyegel (area tambak, Red). Surat permohonan juga sudah dikirim pihak desa, lengkap dengan alasan tuntutan warga, tapi sudah satu minggu tidak ada kejelasan,’’ ujar Didik. Hal itulah, kata dia, yang menjadi alasan warga mengambil tindakan dengan menutup akses jalan menuju lokasi tambak.

Ditegaskan Didik, sejak kesepa katan bersama itu diingkari, sejak itu pula kegiatan tambak udang di desa setempat dianggap mengganggu ketenangan warga. Artinya, keberadaan tambak udang itu sudah tidak dikehendaki warga. Pemicunya, sejak tambak udang melakukan pengeboran air dalam skala besar, sumber air di desa setempat perlahan berubah payau. Tidak lagi bisa di gunakan untuk pertanian.

‘’Diminum juga tidak enak. Warga terpaksa harus beli air minum. Padahal, dulu di desa kami sumber airnya jernih dan tawar,’’ ujar Didik yang berharap persoalan itu segera dipecahkan pemerintah daerah. Kepala Desa Cepokorejo Yaskur menyatakan, apa yang dilakukan warganya adalah wujud kekecewaan terhadap pengusaha tambak yang seakan menyepelekan warga.

‘’Jika sesuai kesepakatan, warga tidak bisa disa lahkan. Dan, memang harus ditutup sejak 1 Juli lalu. Itu sesuai kesepakatan bersama 27 Februari yang saya saksikan langsung. Tapi sampai sekarang ternyata masih beroperasi,’’ tegas pria yang baru setahun menjabat kepala desa setempat itu.

Kepala Bidang Penindakan Satpol PP Tuban Daryuti menyatakan, bersamaan dengan aksi yang dilakukan warga kemarin, pihaknya juga meninjau lokasi tambak. Itu dilakukan untuk memastikan lokasi dan kondisi tambak. Namun demikian, kata dia, institusinya tidak bisa lang sung melakukan penutupan.

‘’Rabu minggu depan ada pertemuan lagi dengan pengusaha tambak di kantor kecamatan. Semoga segera ada titik temu,’’ ujar dia. Sebelumnya, puluhan warga menggelar aksi di kantor balai desa dan kantor kecamatan pada 2 Juli. Aksi tersebut dilakukan menyusul habisnya kesabaran warga karena tak jelasnya jawaban Pemkab Tuban atas keluhan berubah payaunya sumber air di desa setempat.

(bj/tok/ds/nae/JPR)

 TOP
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia