alexametrics
Sabtu, 08 Aug 2020
radarbojonegoro
Home > Lamongan
icon featured
Lamongan

Klaster Pasar Muncul Kembali

3 Orang Dinyatakan Positif

23 Juli 2020, 13: 00: 59 WIB | editor : Nailul Imtihany

PENGAWASAN PERLU DIPERKETAT: Pasar Sidomulyo saat siang. Di pasar ini ditemukan pasien terkonfirmasi Covid-19.

PENGAWASAN PERLU DIPERKETAT: Pasar Sidomulyo saat siang. Di pasar ini ditemukan pasien terkonfirmasi Covid-19.

Share this      

Radar Lamongan - Klaster pasar kembali menambah angka terkonfirmasi positif di Lamongan. Tiga pasien saat ini dalam perawatan di rumah sakit. Yakni dari Pasar Babat dan Sidomulyo.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan dan Penanganan Covid-19 Kabupaten Lamongan Taufik Hidayat mengatakan, sebelumnya pernah ada klaster pasar saat dilakukan pemeriksaan massif Mei lalu.

Pasien kemudian diisolasi dan sekarang sudah sembuh semua. Namun, minggu ini kembali ditemukan tiga kasus baru dari klaster pasar. Salah satunya, impor dari Pasar Cerme Gresik. Semuanya dalam perawatan di RS karena ada gejala yang membuat kondisi fisik mereka lemah dan butuh perawatan tim medis.

“Sebenarnya klaster lama, tapi jumlah kasus terkonfirmasi pasar tidak pernah banyak. Sebelumnya juga kurang dari 10 orang, kecuali TPI beda lagi,” ujar jubir sekaligus kepala Dinas Kesehatan Lamongan tersebut. Menurut dia, klaster pasar perlu menjadi perhatian khusus. Alasannya, jumlah pengunjung pasar kembali membeludak.

Sementara protokol kesehatan harus tetap dilaksanakan meski sedang masa transisi. Pasar menjadi pusat bertemunya pedagang dan pembeli dari berbagai penjuru daerah. Mereka harus tetap menjaga kebersihan, pola hidup sehat, dan jaga jarak antarpedagang.

Menurut Taufik, kemunculan klaster pasar jangan sampai membuat ekonomi goyang. Kesadaran pedagang dan pembeli harus ditingkatkan supaya perekonomian tetap jalan. “Kita tidak menutup, mereka sudah diisolasi dan keluarga langsung di-tracing. Kalau hasilnya negatif tetap diminta untuk isolasi mandiri di rumah 14 hari minimal,” tuturnya.

Saat ini posisi Lamongan masih resiko sedang. Harapannya, terus berubah menjadi lebih baik. Sebab jumlah desa terpapar terus bertambah. Sekarang ada 137 desa. Padahal seminggu sebelumnya hanya 133 desa, sementara desa pulih ada 88.

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa saat di Lamongan menyatakan, jumlah pasien sembuh di Jatim ada 10.065 orang. Semua itu merupakan prestasi berbagai pihak, khususnya tenaga kesehatan. Zona merah saat ini sisa Surabaya, Gresik, dan Kota Pasuruan.

Zona kuning ada enam wilayah. Sisanya orange. Menurut dia, jika sebelumnya droplet, maka Covid-19 juga bisa menyebar melalui udara dan AC. “Angka kesembuhan tinggi ini merupakan keberhasilan dari tim medis dan banyaknya fasilitas rumah sakit rujukan yang bisa dimanfaatkan pasien,” ujarnya kemarin.

(bj/mal/rka/yan/nae/JPR)

 TOP
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia