alexametrics
Sabtu, 08 Aug 2020
radarbojonegoro
Home > Tuban
icon featured
Tuban

Tuban Berpotensi Kembali Masuk Zona Merah

Penambahan Terkonfirmasi di Atas 50 Persen

21 Juli 2020, 13: 00: 59 WIB | editor : Nailul Imtihany

Tuban Berpotensi Kembali Masuk Zona Merah

Share this      

Radar Tuban – Kabupaten Tuban berpotensi kembali masuk status zona merah menyusul penghitungan puncak 14 hari. Pasalnya, jika dihitung mundur sejak tujuh hari terakhir, rata-rata penambahan terkonfirmasi baru pada posisi masih lebih 50 persen dari angka puncak.

Diprediksi, puncak tertinggi penambahan kasus terkonfirmasi dalam periode 14 hari ini terjadi pada Selasa (14/7) lalu. Yakni, dengan penambahan kasus terkonfirmasi baru sebanyak 18 orang.

Selang tiga hari berikutnya, yakni Sabtu (18/7) terjadi penambahan kasus terkonfirmasi baru lagi sebanyak 11 orang. Itu artinya jika dilihat dari ratarata selama sepekan terakhir sudah terlihat jelas Kabupaten Tuban kembali masuk status zona merah.

Sebab, penambahan kasus setiap harinya masih melebihi angka puncak penambahan kasus yang berhasil ditemukan, yakni 18 berbanding 11. Juru bicara gugus tugas Endah Nurul Kumarijati membenarkan potensi Kabupaten Tuban kembali terjerembab pada status zona merah.

‘’Penetapan status zona memang fluktuatif. Kadang bisa oranye, kadang kembali merah. Tapi, juga bisa langsung kuning, bahkan hijau. Tergantung skor penghitungannya,’’ terang Endah, sapaan akrabnya kepada Jawa Pos Radar Tuban kemarin (20/7).

Diakui Endah, jika mengacu pada penambahan kasus terkon firmasi positif memang bisa kembali pada status zona merah. Penyebabnya, rata-rata penambahan kasus setiap hari masih di atas 50 persen dari puncak kasus.

Jika hanya dilihat dari satu sisi penambahan kasus terkonfirmasi baru memang hampir pasti kembali ke zona merah. Namun, kata Endah, cara menghitungnya tidak hanya melihat penambahan kasus terkonfirmasi baru saja. Namun, juga dikonversikan dengan skor penambahan kasus lainnya, seperti pembahan pasien sembuh, rate transmissionnya, positivity rate-nya, dan indikator-indikator lainnya.

‘’Totalnya ada 15 indikator. Nah, dari skor-skor itulah yang nanti dikonversikan menjadi satu. Apakah masuk zona merah lagi atau tetap zona oranye atau malah sukses naik menjadi zona kuning,’’ terang Endah.

Untuk saat ini, lanjut sekretaris dinas kesehatan itu, pihaknya belum bisa menghitung. Sebab, untuk menggenapkan satu periode 14 hari masih tersisa 4 hari lagi. ‘’Untuk penambahan terkonfirmasi baru memang sudah bisa dilihat, tapi untuk indikator yang lain masih belum bisa dihitung,’’ paparnya.

Sebagaimana diketahui, perubahan mendadak status dari zona merah menjadi oranye di sejumlah kabupaten/kota di Jawa Timur, termasuk Kabupaten Tuban yang membuat sebagian masyarakat terkejut. Sebab, penambahan jumlah pasien positif masih terus berlangsung.

Namun, masyarakat harus tahu bahwa perubahan status zona secara mendadak itu bukan sepenuhnya karena kasus pasien terkonfirmasi Covid-19 di Tuban mulai melandai atau turun drastis. Melainkan, karena metode penghitungannya yang berubah.

Tidak lagi berpatokan pada angka kumulatif perkem bangan kasus covid di Tuban, tetapi dihitung berdasarkan penemuan puncak kasus selama 14 hari terakhir. Ada metode baru yang digunakan untuk menentukan status zona tersebut berdasar 15 indikator yang ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan.

(bj/tok/ds/nae/JPR)

 TOP
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia