alexametrics
Sabtu, 08 Aug 2020
radarbojonegoro
Home > Tuban
icon featured
Tuban
Pencanangan Gerakan Satu Rumah Satu Masker

Disiplin Protokol Kesehatan Adalah Vaksin untuk Mencegah Covid-19

20 Juli 2020, 11: 00: 59 WIB | editor : Nailul Imtihany

PENCANGANAN GERAKAN SATU RUMAH SATU MASKER: Cabup Setiajit menyerahkan masker kepada dua relawannya di Posko Pemenangan Setiajit kemarin (10/7).

PENCANGANAN GERAKAN SATU RUMAH SATU MASKER: Cabup Setiajit menyerahkan masker kepada dua relawannya di Posko Pemenangan Setiajit kemarin (10/7).

Share this      

Radar Tuban - Begitu Setiajit secara simbolis menyerahkan masker kepada dua relawannya di Posko Pemenangan Setiajit kemarin (19/7) sekitar pukul 10.15, seluruh relawan cabup itu serentak bergerak.

Mereka mendatangi satu persatu rumah warga pada 328 desa/kelurahan di Kabupaten Tuban untuk membagikan masker scuba bergambar cabup yang juga putra daerah itu. Sebelum peranti pelindung pernapasan tersebut diserahkan, dia lebih dulu mencuci tangan dengan sabun dari bak berkeran di halaman posko di Jalan Wahidin Sudirohusodo 59 itu.

Selain memantau pergerakan relawannya untuk menyukseskan program tersebut, Setiajit yang kemarin mengenakan kemeja batik merah bercelana hitam itu ikut turun langsung membagikan masker di wilayah Kecamatan Palang. Anggota Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Pemprov Jawa Timur itu mengatakan, gerakannya tersebut bertujuan untuk menggugah sekaligus mengedukasi masyarakat Tuban agar berperilaku hidup sehat untuk memutus mata rantai persebaran virus korona.

Yakni, dengan mengikuti protokol kesehatan menjelang diterapkannya tata kehidupan baru new normal. ‘’Ini bagian dari ikhtiar saya untuk tetap mendisplinkan masyarakat Tuban mengikuti protokol kesehatan,’’ kata dia.

Protokol kesehatan tersebut meliputi mencuci tangan dengan sabun, mengenakan masker ketika beraktivitas di luar rumah, menjaga jarak, tidak bersa laman kalau tidak mengenakan sarung tangan, berolahraga secara teratur, dan mengonsumsi makanan yang bergizi.

‘’Disiplin melaksanakan protokol kesehatan adalah vaksin untuk mencegah Covid-19. Disiplin adalah napas kita,’’ tegas birokat senior asal Desa Tegalrejo, Kecamatan Merakurak itu menyampaikan target program tersebut.

Dengan ikhtiarnya tersebut, kepala Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Jatim itu berharap mendapat rida Allah. Harapannya, Allah senantiasa menjaga kesehatan dan umur panjang.

Untuk menyukseskan gerakan tersebut, tim relawannya sudah menyiapkan 350 ribu buah masker, 1000 bak air berkeran, dan 1000 hand sanitizer. Ya, Bumi Wali sekarang ini tengah dihadapkan pada darurat persebaran Covid-19. Itu karena angka persebaran virus yang belum ditemukan obat dan vaksinnya itu cukup tinggi.

Merujuk data tim Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Tuban pada 18 Juli 2020, jumlah total pasien positif sebanyak 168 orang. Dari jumlah tersebut yang masih menjalani perawatan 82 orang.

Adapun jumlah pasien yang sembuh bertambah menjadi 72 orang. Sementara PDP meninggal 31 orang dan terkonfirmasi positif meninggal 14 orang. ‘’Jadi, jangan tambah lagi pasien positif itu dari Anda, keluarga Anda, sanak famili dan handai taulan Anda. Patuhi protokol kesehatan, dan disiplin memakai masker adalah salah satunya,’’ ujar dia.

Pentingnya masker bagi masyarakat untuk melindungi diri dari penularan virus korona, sebagaimana anjuran pemerintah, tidak didukung kesadaran masyarakat untuk memilikinya.

Ketika menyisir sejumlah desa di Kecamatan Kerek dan Kecamatan Palang untuk merintis Gerakan Satu Rumah Satu Masker, Setiajit masih mendapati banyak masyarakat yang tidak mengutamakan membeli atau membuat alat pelindung pernapasan tersebut menyusul lesunya ekonomi akibat pandemi virus tersebut.

Di sepanjang jalan yang dilalui, masih banyak dijumpai masyarakat yang keluar rumah, bahkan beraktivitas tanpa masker. Melihat itu, dia menghampiri. Selain mengedukasi, mantan Pjs bupati Jombang itu mengenakan masker kepada yang bersangkutan.

‘’Selalu ndamel (menggunakan, Red) masker nggih kalau keluar rumah. Ini untuk mencegah penularan virus korona,’’ ujar dia kepada salah satu masyarakat Desa Panyuran, Kecamatan Palang, Jumat (10/7).

Sebagian masyarakat lebih memprioritaskan memenuhi kebutuhan pokok dibanding alat pelindung diri tersebut. Karena itu, kehadiran Setiajit yang mencerahkan sekaligus membagikan masker kepada masyarakat itu benar-benar sangat berarti.

Dia mengakui, masker yang dibagikan memang nilainya tidak seberapa. Namun, dia berharap alat pelindung pernapasan tersebut bisa memberikan kemaslahatan atau kebaikan bagi masyarakat agar tidak tertular virus korona. ‘’Minimal dengan tidak terjangkit Covid-19, setiap individu mampu menjaga dan menafkahi keluarganya,’’ kata Setiajit.

(bj/ds/nae/JPR)

 TOP
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia