alexametrics
Sabtu, 08 Aug 2020
radarbojonegoro
Home > Sport
icon featured
Sport

Persela Belum Lakukan Persiapan Khusus Terkain Liga 1

15 Juli 2020, 13: 00: 59 WIB | editor : Nailul Imtihany

BELUM PERSIAPAN : Benturan antar pemain seringkali terjadi dalam satu pertandingan sepakbola. Sehingga panpel harus melakukan persiapan semaksimal mungkin. Apalagi dengan adanya pandemi Covid-19 saat ini.

BELUM PERSIAPAN : Benturan antar pemain seringkali terjadi dalam satu pertandingan sepakbola. Sehingga panpel harus melakukan persiapan semaksimal mungkin. Apalagi dengan adanya pandemi Covid-19 saat ini.

Share this      

Radar Lamongan – Meski PSSI sudah menyatakan lanjutan kompetisi Liga 1 akan digelat Oktober mendatang, Panitia Pelaksana (Panpel) Persela Lamongan memastikan belum melakukan persiapan khusus.

Sebab, rekomendasi dari gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 nasional belum turun. “Kita masih menunggu. PSSI juga menunggu rekom dari gugus tugas Covid-19 nasional terkait status kedaruratan apabila dilanjutkannya kompetisi,’’ kata Ketua Panpel Persela, Muhajir kemarin (14/7).

Menurut dia, kelanjutan kompetisi memang menguat pada Oktober mendatang. Tapi semuanya tetap menunggu status kedaruratan Covid-19 secara nasional.

Karena tidak mau ambil risiko menggelar event di saat pandemi masih ada. Jika digelar di Jawa sesuai rencana, maka harus memastikan juga perkembangan kasus di daerah-daerah penyelenggara termasuk Lamongan.

Karena itu, ujar dia, panpel belum ada langkah apapun. Jika gugus tugas Covid-19 nasional menyetujui untuk melanjutkan kompetisi, akan dilakukan evaluasi oleh panpel daerah. Termasuk mengkomunikasikan dengan tim gugus tugas kabupaten terkait status daerah.

“Kalau memang sama-sama sudah memenuhi persyaratan, otomatis akan kita siapkan semua sarana prasarana sesuai dengan protokol kesehatan yang benar,” terang pria yang juga Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga tersebut.

Menurut Muhajir, pihaknya baru sebatas melakukan komunikasi internal. Pihaknya baru mengambil langkah persiapan, jika sudah mendapat rekomendasi, termasuk kondisi keamanan bersama. Sebab kompetisi dalam situasi pandemi baru pertama ada.

‘’Sehingga dasarnya harus jelas, jangan sampai malah menimbulkan klaster baru dari pelaksanaan tersebut,’’ tukasnya. Manajer Persela Lamongan, Edy Yunan Achmady menjelaskan, paska SK PSSI turun terkait lanjutan kompetisi tersebut, manajemen masih sebatas persiapan internal saja.

Misalnya komunikasi dengan tim pelatih untuk mempersiapkan pemain serta komunikasi dengan panpel terkait persiapan ke depan apabila dilanjutkan. Karena pelaksanaan dan teknisnya belum jelas hingga kemarin.

Rencananya memang Oktober, tapi semua klub harus mengantongi izin melaksanakan pertandingan dari gugus tugas kabupaten. Jika status kedaruratan Covid-19 belum aman, otomatis kompetisi belum bisa digelar, meski pelaksanaan tetap menggunakan protokol pencegahan yang benar.

“Keselamatan pemain, pelatih, dan official kan paling penting. Jadi rekomendasi gugus tugas sangat berpengaruh terhadap kelanjutan kompetisi,” terang pria yang juga Kabag Administrasi Pembangunan Pemkab tersebut.

(bj/rka/feb/jar/nae/JPR)

 TOP
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia