alexametrics
Sabtu, 26 Sep 2020
radarbojonegoro
Home > Sport
icon featured
Sport

Kompetisi Dipastikan Bergulir Bulan Oktober

Realisasi Kontrak Pemain - Pelatih 50 Persen

30 Juni 2020, 13: 00: 59 WIB | editor : Nailul Imtihany

SAMBUT POSITIF : Manajer Persela, Edy Yunan Achmadi menyambut positif keluarnya SK PSSI terkait kepastikan lanjutan kompetisi Liga 1.

SAMBUT POSITIF : Manajer Persela, Edy Yunan Achmadi menyambut positif keluarnya SK PSSI terkait kepastikan lanjutan kompetisi Liga 1.

Share this      

Radar Lamongan – Teka teki terkait kepastian bergulirnya kompetisi Liga 1, 2, dan 3 akhirnya terjawab. PSSI mengeluarkan surat keputusan (SK) nomor SKEP/53/VI/2020, kemarin (29/6).

SK tersebut berisi tentang kelanjutan kompetisi dalam keadaan luar biasa Tahun 2020. ‘’Kami selaku member dari PSSI tentu menyambut baik dengan adanya SK yang baru ini,’’ tutur Manajer Persela, Edy Yunan Achmadi kepada Jawa Pos Radar Lamongan, kemarin (29/6).

Poin pertama dalam SK tersebut yakni menetapkan lanjutan kompetisi Liga 1, 2, dan 3 pada Oktober 2020 dengan memperhatikan ketentuan protokol kesehatan Covid-19 yang ditetapkan oleh pemerintah.

‘’Sehingga klub ini bisa mengantisipasi, membuat perencanaan, dan menentukan schedule (jadwal) terkait persiapan klub menyambut digulirkannya lagi kompetisi,’’ imbuh Yunan.

Poin selanjutnya, apabila kompetisi tidak dapat dimulai karena belum meredanya pandemi Covid-19 sesuai ketetapan pemerintah, maka klub bisa menerapkan keputusan SK nomor SKEP/48/III/2020 sampai dengan dimulainya kompetisi.

Yunan menjelaskan, SK nomor SKEP/48/ III/2020 dikeluarkan saat penundaan kompetisi di akhir Maret lalu. Di dalamnya mengatur gaji yang harus dibayarkan pemain ketika penundaan kompetisi.

‘’Meskipun itu belum bisa meyakinkan seratus persen, tetapi paling tidak sudah ada angin segar kompetisi akan dimulai Oktober,’’ ucap pria yang juga menjabat sebagai Kabag Pembangunan Pemkab Lamongan tersebut.

Poin ketiga menerangkan terkait adanya kesepatakan ulang kontrak pelatih dan pemain di Liga 1, 2, dan 3 jika kompetisi dilanjutkan.

Perubahan nilai kontrak untuk klub Liga 1 yakni 50 persen dari total nilai kontrak. Kebijakan tersebut diberlakukan satu bulan sebelum kompetisi Liga 1 digulirkan kembali.

‘’Dengan kondisi ini pelatih dan pemain tidak mendapatkan pendapatan penuh. Tapi di sisi lain klub juga tidak mendapatkan pemasukan untuk membiayai gaji pelatih dan pemain,’’ ucapnya saat dikonfirmasi via ponsel.

Menurut dia, kebijakan dalam poin ketiga merupakan win-win solution yang diberikan PSSI kepada klub, pelatih, dan pemain. Kebijakan tersebut sebelumnya sudah dipikirkan secara matang berdasarkan masukan dari perwakilan pelatih, pemain, dan klub.

‘’Tentu kita juga mengapresiasi hal tersebut. Karena semua pihak merasakan dampak Covid-19 ini,’’ imbuh Yunan. Namun, PSSI belum menentukan teknis dan regulasi pelaksanaan kompetisi Liga 1. Federasi nasional sepakbola tersebut menyatakan dalam poin keempat yakni hal-hal yang belum termasuk di dalam SK ini, maka akan diatur dalam ketentuan terpisah.

‘’PSSI sepertinya masih menggodok terkait teknis dan regulasi detil ketika menjalankan kompetisi dimasa pandemi Covid-19,’’ pungkas Yunan.

(bj/jar/ind/feb/nae/JPR)

 TOP
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia