alexametrics
Minggu, 20 Sep 2020
radarbojonegoro
Home > Tuban
icon featured
Tuban
Sembilan Tahun Huda - Noor

Konsisten Menjaga Lumbung Pangan

22 Juni 2020, 07: 30: 59 WIB | editor : Ebiet A. Mubarok

H. FATHUL HUDA, BUPATI TUBAN

H. FATHUL HUDA, BUPATI TUBAN

Share this      

Di tengah pandemi Covid-19 yang masih melanda bangsa Indonesia, Pemkab Tuban tetap konsisten dalam menjaga lumbung pangan nasional. Pun dengan roda pemerintahan. Tetap berjalan lancar meski harus melakukan banyak penyesuaian mengacu pada protokol kesehatan Covid-19.

Pada sektor pertanian, misalnya. Kabupaten Tuban tetap eksis menunjukkan hasil pertanian yang melimpah dan berkualitas. Setiap bulannya mengalami surplus. Sebagaimana diketahui, surplus adalah dimana produksi hasil panen dalam satu tahun melebihi kebutuhan masyarakat itu sendiri. Artinya, beras yang dihasilkan petani di Tuban ini apabila dikonsumsi masyarakat Tuban sendiri sudah lebih-lebih.

Bupati Fathul Huda menegaskan, setiap tahun hasil produksi padi di Tuban selalu surplus. Itu artinya hasil panen padi di Tuban selalu lebih. Selama lima bulan terakhir ini misalnya. Disampaikan bupati dua periode itu, pada Januari lalu total produksi padi sebanyak 24.232 ton atau setara beras 15.315 ton. Setelah dihitung, produksi pada Januari itu mengalami surplus sekitar 16,09 persen.

POLA KEPEMIMPINAN YANG RELIGIUS: Muhasabah Sabtu Pagi bersama masyarakat di Masjid Fathurrohmat, rapat virtual membahas percepatan tanam guna mendukung ketahanan pangan nasional, dan panen raya Jagung

POLA KEPEMIMPINAN YANG RELIGIUS: Muhasabah Sabtu Pagi bersama masyarakat di Masjid Fathurrohmat, rapat virtual membahas percepatan tanam guna mendukung ketahanan pangan nasional, dan panen raya Jagung (istimewa)

Berikutnya, pada Februari total produksi yang dihasilkan mencapai 35.681 ton atau setara beras 22.550 ton. Di bulan kedua tersebut mengalami surplus sekitar 43,01 persen. 

Pada Maret, produksi padi kembali naik sebanyak 98.655 ton atau setara beras 62.350 ton. Dan, surplusnya mencapai sekitar 79,39 persen. Begitu juga di bulan April, naik lagi. Kali ini surplusnya mencapai 81,22 persen dari total produksi sebanyak 108.704 ton atau setara beras 68.435 ton. Dan, pada Mei lalu juga surplus lagi. Hasil produksi padi mencapai 72.259 ton atau setara 45.473 ton beras, surplus sekitar 71,74 persen. ‘’Setiap bulan hasil produksi padi kita (Kabupaen Tuban) selalu surplus,’’ terang mantan ketua PCNU Tuban itu.

Selain padi, ketersedian komoditi jagung juga konsisten. Selalu mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Dalam lima bulan terakhir ini misalnya. Pada Januari produksi jagung di Tuban mencapai 17.336 ton. Berikutnya, pada Februari naik menjadi 62.481 ton. Kemudian Maret yang merupakan puncak panen raya jagung melejit menjadi 166.121 ton, April bertahan sebanyak 108.301 ton, dan Mei lalu sebanyak 30.851 ton.

Disampaikan bupati, melimpahnya hasil panen di Tuban ini berhasil mengantarkan Kabupaten Tuban masuk dalam jajaran 6 Kabupaten/Kota sebagai lumbung pangan Jawa Timur dan Nasional. Tentu, hasil panen yang mengalami surplus besar ini menjadi bekal penting bagi Kabupaten Tuban untuk menghadapi krisis pangan global akibat Covid-19 yang diprediksikan Organisasi Pangan Dunia atau Food and Agriculture Organization (FAO).

‘’Hasil panen yang melimpah ini akan terus dimaksimalkan dan kita tingkatkan dengan memanfaatkan teknologi pertanian,’’ terang bupati yang mengedepankan pola kepemimpinan religius itu.

Bupati menekankan, melimpahnya hasil pertanian di Bumi Wali ini harus mampu mengangkat kesejahteraan petani. Dan, semangat itulah yang menjadi komitmen pasangan Hudanoor hingga masa kepemimpinannya berakhir pada 2021 mendatang.

(bj/ds/tok/bet/JPR)

 TOP
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia