alexametrics
Sabtu, 15 Aug 2020
radarbojonegoro
Home > Tuban
icon featured
Tuban

New Normal, Wisata Tuban Disiapkan Buka Mulai Agustus

12 Juni 2020, 14: 30: 59 WIB | editor : Nailul Imtihany

TERDAMPAK: Pantai Boom, salah satu tempat wisata penyumbang pendapatan asli daerah (PAD) yang berhenti operasi sejak Maret lalu.

TERDAMPAK: Pantai Boom, salah satu tempat wisata penyumbang pendapatan asli daerah (PAD) yang berhenti operasi sejak Maret lalu.

Share this      

Radar Tuban – Sejumlah tempat wisata di Jawa Timur siap beroperasi dalam waktu dekat dengan konsep new normal. Berbeda dengan wisata di Tuban. Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga (Disparbudpora) Tuban menyatakan meski menerapkan new normal, lokasi wisata di Bumi Wali belum bisa dibuka dalam waktu dekat.

Sebab, masih banyak yang perlu di siapkan agar pandemi Covid-19 tidak kian parah. Kepala Disparbudpora Tuban Sulistyadi menjelaskan, new normal sektor wisata membutuhkan persiapan khusus yang matang.

Sebab, wisata di Bumi Wali selama ini menjadi salah satu referensi kunjungan wisatawan dari berbagai kota di Indonesia, bahkan luar negeri. Karena itu, konsep new normal harus seizin gugus tugas Kabupaten Tuban dan Provinsi Jawa Timur. 

‘’Untuk Juni sepertinya belum bisa. Paling cepat dibuka Agustus,’’ kata dia. Pejabat yang akrab disapa Didit itu mengatakan, jika beroperasi, ada bebera paprosedur yang wajib ditaati pengelola wisata.

Antara lain, petugas wajib menggunakan face shield, dan menyediakan lokasi jaga jarak. Untuk pengun jung diwajibkan bermasker, cek suhu tubuh, jaga jarak antrean, cuci tangan sebelum dan sesudah dari wisata.

‘’Kalau wisata belum siap menerapkan prosedur ini tidak akan diberi izin beroperasi dengan konsep new normal,’’ ujar dia. Mantan camat Tuban itu lebih lanjut mengatakan, wisata Tuban baru bisa beroperasi jika Pemprov Jawa Timur sudah mengeluarkan edaran tentang konsep new normal di sektor pariwisata.

Didit menjelaskan, berdasarkan hasil pembahasan dengan tim, jika new normal diterapkan, maka kuota seluruh fasilitas wisata akan dibatasi maksimal 50 persen. ‘’Yang dibatasi warung, rumah makan, transportasi, dan fasilitas sekitar wisata,’’ terang dia.

Untuk penerapan new normal, kata Didit, wisata tidak bisa beroperasi secara bersamaan. Harus dibuka secara bertahap. Dimulai dari lokasi wisata yang siap menerapkan protap kesehatan secara menyeluruh. ‘

’Dari 51 tempat wisata, akan kami survei untuk menentukan siapa yang boleh beroperasi dengan prosedur kesehatan,’’ ujar Didit membocorkan teknis pelaksanaan new normal jika sudah diputuskan gugus tugas.

(bj/yud/ds/nae/JPR)

 TOP
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia