alexametrics
Sabtu, 11 Jul 2020
radarbojonegoro
Home > Bojonegoro
icon featured
Bojonegoro

Pasar Krempyeng Buka, Pedagang Bimbang

03 Juni 2020, 11: 40: 23 WIB | editor : Ebiet A. Mubarok

BARU PINDAH: Para pedagang di Pasar Singonoyo Desa Sukorejo, kemarin pagi (2/6). Mereka sebelumnya berjualan di Pasar Krempyeng.

BARU PINDAH: Para pedagang di Pasar Singonoyo Desa Sukorejo, kemarin pagi (2/6). Mereka sebelumnya berjualan di Pasar Krempyeng.

Share this      

Radar Bojonegoro - Pasar Singonoyo Desa Sukorejo, Kecamatan Kota, yang pernah mangkrak bertahun-tahun diupayakan terus dibuka. Akvitias perdagangan kebanyakan bahan-bahan dapur dan sembako. Semua pedagang merupakan pindahan dari Pasar Krempyeng.

Pasar dikelola pemerintah desa (pemdes) setempat itu awalnya beroperasi sejak 25 April lalu. Itu setelah 24 April, Pemdes Sukorejo menutup Pasar Krempyeng karena ada warga terinfeksi Covid-19. Sekitar 75 pedagang Pasar Krempyeng pun dipindah ke Pasar Singonoyo.

Namun, beberapa hari terakhir pasar berada di gang permukiman warga itu dibuka lagi. Kondisi itu membuat pedagang Pasar Singonoyo bimbang. Sebab, para pedagang sudah telanjur menyewa ruko di Pasar Singonoyo. ‘’Sejak dibuka (Pasar Krempyeng) ada beberapa pedagang ada yang balik lagi ke sana,’’ ungkap Sriasih, salah satu pedagang Pasar Singonoyo ditemui kemarin (2/6).

Kondisi itu, lanjut dia, mulai mengurangi jumlah pembeli di Pasar Singonoyo. Padahal, sebagian pedagang sudah menyewa ruko dan los di pasar di barat lapangan sepak bola itu. ‘’Kalau kami pindah lagi, biaya sewa yang dibayarkan bagaimana,’’ keluhnya. Di lokasi pasar baru ini, Sriasih menempati ruko dekat lapangan. Dia menyewa ruko itu untuk enam bulan. Saat masih di Pasar Krempyeng, dia hanya menyewa depan rumah orang untuk menata jualannya. ‘’Di sini (Pasar Singonoyo, Red) lebih ramai. Di sana saya tidak begitu ramai,’’ ujar pedagang asal Desa Bendo, Kecamatan Kapas itu.

Pasar Krempyeng sebenarnya bukanlah pasar. Itu adalah jalan gang permukiman. Namun, warga sekitar menjadikannya sebagai pasar. Sejak ada warga sekitar terinfeksi Covid-19, pasar ditutup total. Para pedagang dipindahkan ke Pasar Singonoyo yang berlokasi di dekat lapangan. Selama ini pasar itu tidak pernah digunakan.

Kepala Desa (Kades) Sukorejo Budi Suprayitno mengatakan, Pasar Krempyeng sebenarnya tidak dibuka. Itu hanya warga sekitar yang nekat membuka. ‘’Pemdes tidak membukanya. Kami tetap meminta pedagang menempati Pasar Singonoyo,’’ ujarnya. Pria akrab disapa Kaji Yik itu melanjutkan, secara resmi sudah menutup Pasar Krempyeng di Gang 1 Jalan Mongindisi itu.

Bahkan, penutupan Pasar Krempyeng itu sudah ada surat kesediaan dari warga. ‘’Warga sudah tanda tangan semua,’’ jelasnya. Sehingga, jika ada yang berjualan di Pasar Krempyeng, pemdes akan menertibkannya. Sebab, secara resmi pemdes sudah tidak membuka pasar itu. ‘’Kalau berjualan di ruko silakan. Kalau lesehan akan kami tertibkan,’’ jelasnya. Menurut Kaji Yik, sebagian warga sekitar ingin Pasar Krempyeng dibuka lagi. Sebab, mereka kehilangan pendapatannya. Sebab, saat pasar masih buka lahan mereka disewa pedagang.

(bj/zim/rij/bet/JPR)

 TOP
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia