alexametrics
Sabtu, 11 Jul 2020
radarbojonegoro
Home > Tuban
icon featured
Tuban

Pelantikan Kasek SMA-SMK Diduga Jadi Kluster Baru

03 Juni 2020, 11: 05: 47 WIB | editor : Ebiet A. Mubarok

EFEK JERA: Pengunjung warung kopi yang tidak taat protap kesehatan menjalani rapid test di tempat pada Senin (1/6) malam.

EFEK JERA: Pengunjung warung kopi yang tidak taat protap kesehatan menjalani rapid test di tempat pada Senin (1/6) malam.

Share this      

Radar Tuban – Pelantikan kepala SMA dan SMK yang dise lenggarakan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Rabu (20/5) menyisakan kekhawatiran. Dari acara yang digelar di Gedung Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Jatim itu diketahui hasil tes swab dua pengawas asal Mojokerto dinyatakan positif. 

Satu orang di antaranya meninggal dunia dan dimakamkan di Jombang, tempat tinggal asalnya, Senin (1/6). Wakil Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Bambang Priyo Utomo mengatakan, dua pengawas terkonfirmasi positif usai menghadiri acara pelantikan tersebut.

Usai menghadiri pelantikan, kedua warga Mojokerto tersebut menjalani swab test. Hasil tes pemeriksaan untuk mendeteksi virus korona itu keluar pada 28 Mei lalu dan dinyatakan positif. ‘’Satu meninggal dan satu masih dirawat di RS Mojokerto,’’ kata dia kepada Jawa Pos Radar Tuban.

Mengetahui informasi tersebut, Bambang langsung melakukan tracing kepada peserta yang hadir pada acara tersebut. Gugus tugas juga menjadwalkan rapid test masal di lingkungan pendidikan. Sebanyak 6 pengawas dan 1 guru SMA sudah menjalani rapid test gelombang pertama kemarin (2/6).

‘’Belum semua yang hadir pada pelantikan (kepala sekolah dan pengawas) mengikuti rapid test di labkesda dinkes atau ke puskesmas terdekat,’’ ujar dia. Dikonfirmasi terkait hasil rapid test tenaga kependidikan tersebut, kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Tuban itu meminta waktu untuk menyelesaikan rapid test seluruh guru yang hadir pada pelantikan.

Jika ada yang menunjukkan hasil reaktif, maka segera ditindaklanjuti dengan swab test untuk para kasek dan pengawas tersebut. ‘’Kalau ada yang reaktif nanti dilakukan tracing untuk orang yang pernah kontak langsung dengan yang bersangkutan,’’ jelas mantan kepala Puskesmas Tambakboyo itu.

Terpisah, Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Tuban Endah Nurul Komarijati mengatakan, rapid test untuk pengawas sudah dilaksanakan. Diprioritaskan pengawas karena yang terkonfirmasi positif dari Mojokerto adalah pengawas. Dikhawatirkan dua pengawas yang positif tersebut pernah kontak langsung dengan pengawas asal Tuban.

‘’Pengawas yang ikut pelantikan sudah rapid test semua. Untuk yang lainnya menyusul besok (hari ini, Red),’’ tutur dia. Sekretaris Dinkes Tuban itu lebih lanjut mengatakan, melihat tren pasien positif yang kembali naik, gugus tugas tidak merekomendasikan New Normal diberlakukan di Bumi Wali dalam waktu dekat.

Apalagi, di lingkup pendidikan SMA dan SMK yang dikhawatirkan menjadi kluster baru persebaran Covid-19 di Jawa Timur. ‘’Semoga tenaga pendidik Tuban tidak ada yang positif, jadi tidak jadi kluster baru,’’ kata dia berharap.

Mantan Plt kepala Dinkes Tuban itu menyampaikan,berdasar update terbaru kemarin (2/6) ada tujuh pasien baru yang terkonfirmasi positif. Itu berarti total pasien positif di Tuban sebanyak 51 orang. Sebagian dari kluster Tambakboyo dan selebihnya tertular dari pasien positif sebelumnya. Rincian yang positif dari Kecamatan Bancar (2 pasien), Tambakboyo (2 pasien), Grabagan (2 pasien), dan Palang (1 pasien).

(bj/yud/ds/bet/JPR)

 TOP
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia