alexametrics
Sabtu, 08 Aug 2020
radarbojonegoro
Home > Features
icon featured
Features

Kata Sakti Optimisme Hadapi Wabah

Oleh: Rahmat Junaidi*

05 April 2020, 10: 52: 24 WIB | editor : Ebiet A. Mubarok

Kata Sakti Optimisme Hadapi Wabah

(Istimewa)

Share this      

PADA Oktober 1347, dua belas kapal dagang Genoa berlabuh di Pelabuhan Messina, Sisilia, setelah mengarungi Laut Hitam. Banyak pelaut di kapal itu meninggal dengan sekujur tubuh bertabur gelembung hitam. Dan, membuat penyakit itu disebut “Maut Hitam”. 

Otoritas Sisilia terlambat mencegah kapal itu berlabuh. Akibatnya, selama lima tahun kemudian, Benua Eropa dilanda pandemik penyakit pes melenyapkan sekitar satu per tiga penduduknya. Kehilangan banyak penduduk, lahan semula sesak jadi lebih longgar. Penduduk desa bisa menguasai tanah lebih luas. 

Ketersediaan lahan garapan bersamaan kelangkaan tenaga kerja membuat rakyat tak mau lagi tunduk pada sistem perbudakan. Untuk mengolah lahan baru, petani meminjam uang. Otoritas gereja mulai toleran terhadap bunga pinjaman. Semua itu menumbuhkan kemakmuran bagi Eropa, yang sebagian diinvestasikan bagi inovasi teknologi. 

Era setelah Maut Hitam ditandai kemajuan besar perkembangan teknologi. Francis Bacon menandai dengan kehadiran mesiu, mesin cetak, dan kompas. Perkembangan itu membuka jalan ekspansi pasar meratakan jalan bagi kelahiran negara bangsa dan revolusi industri. 

Alhasil, selalu ada sisi terang dari gelap, yang pasti karena ada kata kunci dan sakti bernama optimisme. Juga, saat menghadapi wabah virus Covid-19 yang berasal dari Wuhan, Tiongkok ini.

Ketenangan dan sikap optimistis oleh semua rakyat Indonesia termasuk di Bojonegoro dan sekitarnya, sangatlah dibutuhkan karena terkait imunitas. Selain berbagai upaya medis, masyarakat perlu menjaga imunitas tubuh dalam menghadapi wabah penularan virus. 

Imunitas adalah kekebalan individu terhadap penyakit. Imunitas mengenali penyakit, melokalisasi, melemahkan atau melenyapkannya. Secara umum imunitas tubuh diperoleh melalui dua jalan. Didapat atau bawaan. Bawaan, apabila semenjak lahir individu memiliki imunitas tersebut. Imunitas jenis ini umumnya berasal dari sel-sel darah putih, imunitas selular. 

Imunitas didapat ialah imunitas tidak dibawa sejak lahir. Misalnya imunitas terhadap cacar, campak, TBC, dan lain-lain. Umumnya berasal dari produk sel, imunitas humoral. Sesuai perkembangan ilmu medis, imunitas dibuat dengan cara merangsang individu menggunakan kuman dilemahkan, disebut vaksinasi 

Keunggulan optimisme

Secara alami tubuh membawa imunitasnya sendiri. Imunitas dibawa tubuh bisa meredakan penyakit infeksi secara umum, infeksi apa saja. Imunitas bisa menahan penyakit metabolik. Singkatnya, imunitas alami tubuh dari gangguan penyakit. Selain vaksinasi, upaya sangat baik adalah meningkatkan imunitas tubuh secara alami. Bahkan, perkembangan ilmu medis terkini, imunoterapi dipilih sebagai obat utama menanggulangi penyakit seperti keganasan kanker. 

Imunoterapi ditujukan agar tubuh pasien mampu melakukan upaya pertahanan terhadap sel-sel ganas, mampu membersihkan sel-sel kanker melalui sistem imunitasnya.

Ada sejumlah besar riset menyimpulkan bahwa sikap optimistis mampu melejitkan imunitas. Jurnal ilmiah internasional besutan Elsevier, Personality and Individual Differences, mempublikasikan pengaruh sikap optimistisme terhadap peningkatan kualitas imunitas selular. Dalam riset ditemukan soal peran sikap optimistis dalam mempertinggi imunits tubuh melalui riset molekulernya. Mereka memublikasikan hasil temuan ilmiahnya melalui jurnal Brain, Behavior, and Imunity 

Sesungguhnya optimisme merupakan keyakinan akan hasil atau dampak baik atas apapun. Setiap apapun, diyakini mengandung sisi untung, menyenangkan, membahagiakan, serta menyejahterakan. Sikap optimisme mampu menekan stres tubuh. Stres yang rendah dibuktikan rendahnya radikal bebas. 

Radikal bebas mengoksidasi (membakar, merusak) sering disebut sebagai oksidan. Radikal bebas membakar apa saja yang bersinggungan dengannya. Obat digunakan mengatasi kelebihan radikal bebas dipasarkan sebagai antioksidan atau antiradikal bebas. Saat radikal bebas rendah, tubuh justru memiliki derajat imunitas tinggi. 

Jadi, pada orang optimistis, selain kadar radikal bebasnya rendah, berarti orang tersebut awet muda, imunitas tubuhnya tinggi, berarti orang tersebut sulit sakit. Banyak cara melejitkan sikap optimistisme. Antara lain mengulang kata-kata bernilai optimis. Kata diulang-ulang akan diafirmasi tubuh. 

Kata yang diulang-ulang membawa kepada keyakinan, berdampak kepada perilaku, berwujud seluruh aktivitas tubuh, termasuk aktivitas imunitas tubuh. Sikap optimistis menguatkan imunitas, mari kita jaga optimisme, termasuk sahabat dan teman-teman saya tenaga medis, paramedis, dan  nonmedis sebagai garda terdepan. Anda telah memilih profesi ini dan  Anda akan sukses mengemban tugas mulia ini. Percayalah badai wabah ini pasti akan berlalu. (*)

*Pengamat Kesehatan Masyarakat tinggal di Desa Ngumpakdalem, Dander, Bojonegoro.

(bj/rij/bet/JPR)

 TOP
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia