alexametrics
Minggu, 31 May 2020
radarbojonegoro
Home > Tuban
icon featured
Tuban
Amir Burhannudin, SH, Bacabup-Bacawabup PDI P

Sepakat Penundaan Pilkada 2020

02 April 2020, 17: 08: 28 WIB | editor : Ebiet A. Mubarok

Amir Burhannudin, SH,

Amir Burhannudin, SH, (Istimewa)

Share this      

TUBAN, Radar Tuban-Isyarat ditundanya Pilkada 2020 didukung dan diapresiasi sejumlah bacabup dan bacawabup di Tuban. Konsekwensinya, konsentrasi dan tensi politik pun menurun. Dengan begitu, energi yang tersimpan dan dimiliki seluruh partai politik dan kadernya kini dikerahkan untuk membantu pemerintahan Joko Widodo-Ma'ruf Amin dalam mencegah pandemi corona virus (Covid-19) yang melanda beberapa daerah di tanah air, termasuk Kabupaten Tuban.

Amir Burhannudin, SH, bacabup dan bacawabup PDI Perjuangan Tuban termasuk salah satunya yang cepat dan tanggap dalam merespons kondisi bangsa Indonesia saat ini. Pemuda asal Desa/Kecamatan Bancar tersebut mengambil sikap politik dan langkah tegas dalam mengikuti kontestasi Pilkada Tuban. Sekretaris Asprov PSSI Jawa Timur itu dengan tegas dan bijaksana menyatakan untuk menyimpan sementara strategi politiknya menyusul keluarnya kebijakan penundaan pilkada.

Selama perjalanan politiknya menuju Pilkada 2020, koordinator wilayah timur Lembaga Bantuan Hukum Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor itu banyak dilirik parpol untuk dijadikan sosok yang dipandang layak dan mampu sebagai bacabup maupun bacawabup. Mulai dari partainya sendiri. PDI Perjuangan yang tinggal menunggu pengumuman pasangan bacabup dan bacawabup yang diusung hingga partai yang memiliki basis massa jelas. Tokoh muda Nahdlatul Ulama (NU) itu juga sempat diajak komunikasi dengan tokoh sentral dari sejumlah parpol di Tuban, Jawa Timur, hingga pusat.

Bahkan, alumni Pondok Pesantren Sunan Bejagung (Nurul Anwar) Desa Bejagung, Kecamatan Semanding itu kerap menjadi incaran (komunikasi politik) sejumlah bacabup dan bacawabup yang kini sedang tebar pesona untuk berjuang meraih tiket menuju pesta demokrasi tersebut. ''Nanti tetap maju atau bagaimana (dipikirkan nanti),'' katanya kepada Jawa Pos Radar Tuban.   
Bagi Amir, sapaan akrab lawyer muda itu, kini saatnya fokus pada kesehatan dan kesejahteraan masyarakat. ''Karena kemanusiaan di atas segalanya dari hanya sekadar berebut kekuasaan,'' ujar mantan aktivis GMNI Surabaya itu dengan suara lantang dan mata sedikit berlinang memikirkan kondisi bangsa saat ini.  

Ditegaskan mantan kepala Departemen Pemerintahan DPD PDI Perjuangan Jawa Timur itu, sebagai kader partai, dirinya terbiasa melakukan hal tersebut. Karena substansi dari kekuasaan adalah dipergunakan seluas-luasnya untuk mencapai kesejahteraan masyarakat. Dan, itu adalah level tertinggi kemanusiaan. ''Dalam hal ini masalah pandemi (Covid-19) harus menjadi prioritas utama bagi semua komponen bangsa untuk menyelamatkan umat manusia. Sehingga, semua harus dikesampingkan termasuk urusan politik,'' beber departemen hukum dan HAM PP GP Ansor itu.

Alumnus SMAN 2 Tuban itu berpegang teguh dengan prinsip tetap berbuat di jalur rakyat adalah bagian dari berbenah. Amir juga mendukung penundaan Pilkada 2020 dan tidak menjadikan hal tersebut sebagai persoalan yang berarti. ''Sekali lagi, sebagai kader partai (PDI Perjuangan) siap diposisikan sebagai apa pun bila diperintah partai. Dan, saya akan selalu membuat dan menjadi penyeimbang dari kehidupan dinamika politik. Baik di internal PDI Perjuangan maupun di lingkup Kabupaten Tuban,'' tutur founding partner MAP Law Office itu. #MelangkahUntukBerbenah#DitanganYang TepatTubanHebat.

(bj/zak/ds/bet/JPR)

 TOP
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia