alexametrics
Sabtu, 28 Mar 2020
radarbojonegoro
Home > Bojonegoro
icon featured
Bojonegoro
Salat Jumat di Masjid Darussalam dan At-Taqwa

Sebelum Masuk Masjid Cuci Tangan

21 Maret 2020, 10: 08: 17 WIB | editor : Ebiet A. Mubarok

PENCEGAHAN: Beberapa Personil MDMC menyemprot desinfektan di masjid At-Taqwa  dan masjid Al Huda, Bojonegoro kemarin sebelum shalat jumat.

PENCEGAHAN: Beberapa Personil MDMC menyemprot desinfektan di masjid At-Taqwa dan masjid Al Huda, Bojonegoro kemarin sebelum shalat jumat. (NURCHOLISH/JAWA POS RADAR BOJONEGORO)

Share this      

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro - Semua masjid menggelar salat berjamaah seperti biasa, termasuk Salat Jumat kemarin (20/3). Namun, pengecekan kesehatan jamaah dan kebersihan masjid menjadi urgen sebagai antisipasi pencegahan virus korona.
Pantauan Jawa Pos Radar Bojonegoro, kemarin, Masjid Agung Darussalam dan Masjid At-Taqwa tetap ramai dipenuhi jamaah Salat Jumat. Di Masjid Agung Darussalam, jamaah tetap penuh hingga di serambi. Parkir motor jamaah juga penuh berjejer di Jalan KH Hasyim Asyari.
‘’Jamaah Salat Jumat dan salat lima waktu masih ramai. Namun, untuk kegiatan pengajian rutin setiap Ahad Wage sementara ini diliburkan karena mengundang massa banyak,’’ ujar Purnomo, salah satu pengurus Remaja Masjid (Remas) Darussalam.
Dia mengatakan, Masjid Agung Darussalam tidak akan ditutup untuk keperluan ibadah. Karena, sudah ada upaya pencegahan virus korona. Penyemprotan disinfektan sudah dilakukan sehari sebelumnya. ‘’Juga menambah kebersihan lantai dan memasang sabun kesehatan di setiap pojok tempat wudu. Jadi, masjid ini tetap aktif seperti biasa,’’ ujar dia.
Sementara itu, seluruh jamaah Salat Jumat Masjid At-Taqwa kemarin (20/3) menjalani pemeriksaan suhu badan. Sebelum memasuki pintu utama, terdapat tiga petugas mengecek dengan thermal scanner (pengecek suhu badan). Hasilnya, tidak ada jamaah memiliki suhu badan di atas 38 derajat Celsius. Sebelum masuk ke masjid, jamaah diarahkan mencuci tangan. Dan jamaah yang batuk diberi masker.
Ketua Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) M. Hariyanta mengatakan, setelah diperiksa petugas suhu badan semua jamaah normal. Suhu badan tertinggi jamaah ada yang 37,2 derajat Celsius. “Semua aman, tidak ada yang dipulangkan,” ujarnya.
Hariyanta menjelaskan, pengecekan merupakan kebijakan dari takmir masjid. “Tadi pagi (kemarin, Red) masjid sudah disemprot disinfektan,” tambahnya.
Namun, saf dalam salat tidak berubah. Tidak berjarak satu meter antarjamaah. Karena jamaah sudah diperiksa suhu badan. Sehingga jamaah dianggap sehat. “Jamaah tidak dibatasi, karena jamaah tidak ada yang sakit,” tuturnya.
Indut salah satu jamaah awalnya sempat kaget ada petugas mengecek suhu badan. Namun dia menganggap pengecekan langkah bagus untuk mencegah korona. “Tidak tahu. Karena kita dari desa,” turur pria asal Desa/Kecamatan Ngambon itu.
Supriyadi sudah mengetahui jamaah Salat Jumat akan diperiksa suhu badannya. Pengecekan suhu badan bagus untuk pencegahan virus korona. Terlebih pagi tadi area masjid sudah dilakukan penyemprotan disinfektan.

CEK KESEHATAN: Petugas hendak mengecek kesehatan para jamaah.

CEK KESEHATAN: Petugas hendak mengecek kesehatan para jamaah.

(bj/rij/bet/JPR)

 TOP
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia