alexametrics
Sabtu, 28 Mar 2020
radarbojonegoro
Home > Tuban
icon featured
Tuban
Peringatan Harlah Muslimat ke-74 NU

Sudah Waktunya Semua Elemen NU Semangat dan Kompak

09 Maret 2020, 05: 51: 26 WIB | editor : Ebiet A. Mubarok

BERTABUR BINTANG: Ulama dan pejabat yang hadir pada Peringatan Harlah Muslimat ke-74 NU, Pelantikan PAC dan Ranting Muslimat NU se-Kabupaten Tuban, serta Pengukuhan Kader Posbindu dan Santunan Yatim-Duafa di Alun-Alun Tuban kemarin (8/3).

BERTABUR BINTANG: Ulama dan pejabat yang hadir pada Peringatan Harlah Muslimat ke-74 NU, Pelantikan PAC dan Ranting Muslimat NU se-Kabupaten Tuban, serta Pengukuhan Kader Posbindu dan Santunan Yatim-Duafa di Alun-Alun Tuban kemarin (8/3). (Istimewa)

Share this      

Peringatan Harlah Muslimat ke-74 NU, Pelantikan PAC dan Ranting Muslimat NU se-Ka­bupaten Tuban, serta Pengukuhan Kader Posbindu dan Santunan Yatim-Duafa di Alun-Alun Tuban kemarin (8/3) bertabur bintang. Di tengah ribuan anggota Muslimat NU yang menyemut di tengah lapangan pusat kota tersebut, hadir Wakil Gubernur Jatim Dr H. Emil Elestianto Dardak, M.Sc, Bupati Tuban KH Fathul Huda, Wakil Rais Syuriah PWNU Jatim KH Agoes Ali Mashuri, dan Ketua PW Muslimat NU Jatim Hj Nyai Dra Masruroh Wahid Msi. Hadir juga Wabup Tuban Ir H. Noor Nahar Hussein, Msi, Kapolres Tuban AKBP Ruruh Wicaksono S.I.K., S.H., M.H, Ketua DPRD Tuban M. Miyadi S.Ag MM, Rois Syuriah PCNU Tuban KH Cholillurrahman, Ketua PCNU Tuban KH Mustain Syukur, Sekda Tuban Dr Ir Budi Wiyana, Msi, Ketua PC Muslmat NU Tuban Hj Siti Syarofah S.Pd.I, anggota DPR RI dari FKB Hj Ratna Juwita Sari, ulama khos lain, serta kepala organisasi perangkat daerah (OPD), dan pimpinan organisasi badan otonom NU.
Acara yang dimulai sekitar pukul 07.00 itu dibuka dengan istighotsah dan dilanjutkan senam germas. Me­nya­tunya ribuan anggota organisasi gerakan perempuan muslim di Tuban itu langsung diapresiasi Ketua PCNU Tuban KH Mustain Syukur. Dalam sam­butannya, dia mengatakan sudah wak­tunya semua elemen NU semangat dan kompak. ‘’Kita berharap bupatinya tetap wong NU,’’ kata dia yang langsung disambut aplus ribuan anggota Muslimat NU.
Agar hajat jamiyah NU tersebut kabul, Kiai Mustain mengajak seluruh warga nahdliyin di Bumi Wali memperbanyak istighotsah. Salah satunya dengan membaca Salawat Burdah. Dalam sejarahnya, kata dia, salawat tersebut mem­berikan barokah kepada Imam Al Bushiri. Dikisahkan Kiai Mustain, ulama be­sar dari Mesir pencipta Salawat Burdah tersebut sembuh seketika dari sakitnya selama tiga tahun. Sebelum sakitnya diangkat oleh Allah, dalam mimpinya dia ditemui Rasulullah dan diselimuti jubahnya. 
Ketua PW Muslimat NU Jatim Hj Nyai Masruroh Wahid dalam sambutannya mengingatkan Muslimat NU sebagai banom NU harus mengikuti haluan ahlussunnah wal jamaah annahdliyah. Salah satunya  dengan memedomani empat semangat pengabdian. Pertama, semangat beragama. Semangat tersebut, kata dia, tercermin dari berkumpulnya anggota Muslimat NU tanpa dibayar.
Kedua, semangat berbangsa dan ber­negara. Semangat tersebut, diuraikan Nyai Masruroh dari pandangan ketaatan terhadap aturan negara. ‘’NKRI harga mati dan Pancasila tidak tergantikan’’ tegas dia. Ketiga, semangat berbedaan agama. Semangat tersebut melandasi se­darah setanah air terharap pemeluk keyakinan lain. Dan, keempat semangat berkemanusiaan kepada seluruh ciptaan Allah. Semangat tersebut, kata dia, harus ditunjukkan dengan ikut prihatin terhadap mewabahnya virus korona di negeri lain.
Bupati Fathul Huda yang juga mustasyar PCNU Tuban dalam sambutannya menyam­paikan program capaian keberhasilan pemerintahannya selama sepuluh terakhir yang sudah teruji menurut penilaian lembaga survei dan media kredibel, serta Badan Pusat Statistik (BPS).
Keberhasilan tersebut mulai meningkatnya pelayanan publik atau indeks kepuasan masyarakat (IKM) yang mencapai 80. Begitu juga meningkatnya produk domestik regional bruto (PDRB), rendahnya angka stunting, hingga masuknya investasi besar di Tuban. Investasi tersebut digelontorkan dari rencana berdirinya kilang Grass Root Refinery (GRR) dengan nilai investasi Rp 225 triliun, pengembangan PT Trans Pacitif Petrochemical Indotama (TPPI) senilai Rp 60 triliun, dan pembangunan pabrik elpiji senilai Rp 17 triliun. Banyaknya kesempatan kerja tersebut diharapkan bisa ditangkap tenaga kerja lokal melalui program Millenials Job Center yang diluncurkan gubernur. Program tersebut berupa pemberikan pelatihan dan skill kepada pencari kerja.
Wagub Jatim Emil Dardak dalam sambu­tannya juga mengupas sejumlah programnya yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Jatim. Program tersebut mulai program pendidikan gratis berkualiatas (Tista) yang mampu menggratiskan SPP SMA/SMK, program penyetaraan alummi pesantren dan pendidikan umum, hingga program peningkatan ekonomi petani di wilayah perbatasan Tuban—Lamongan dengan adanya Jabung Ring Dyke.
Sementara itu,  Wakil Rais Syuriah PWNU Jatim KH Agoes Ali Mashuri dalam cera­mahnya mengatakan, kebahagiaan tidak bisa dinikmati siapa pun kalau hatinya masih kesusahan. Untuk bisa bahagia, dia memberikan empat tips. Pertama, buang kebencian dan dengki kepada sesama. Kedua, hiduplah yang sederhana dan te­rencana. Ketiga, usahakan memberi ke­pada sesama dan jangan takut miskin. Dan, keempat usahakan bergaul dengan orang yang baik atau pilihan.
Ketua PC Muslimat NU Tuban Hj Siti Sya­rofah mengatakan, dalam harlah Muslimat ke-74 NU tersebut, dilantik 20 pimpinan anak cabang dan 456 pimpinan ranting se-Kabupaten Tuban. Juga pemberian santunan kepada 625 anak yatim dan duafa. Besarnya santunan Rp 200 ribu untuk setiap anak yatim dan Rp 100 ribu untuk setiap duafa. Diserahkan juga 20 kartamus secara simbolis. Dikatakan Sya­rofah, sementara ini kartamus tercetak sekitar 60 persen dari total anggotanya sekitar 12 ribu dari seluruh kecamatan.
Dalam harlah tersebut juga dikukuhkan kader posbindu untuk tingkat tingkat PC 5 orang, PAC 20 orang, dan ranting 456 orang. Juga diserahkan secara  simbolis bantuan 20 alat kesehatan  posbindu KIT dari Pertamina dan 21 bantuan alat timbang badan dari PDNU Tuban.
Setelah Muslimat menandatangani me­morandum of understanding (MoU) dengan dinkes dan PDNU diharapkan bisa membantu pemerintah dalam hal menjaga kesehatan masyarakat. Terutama penyakit tidak menular, seperti jantung, ginjal, liver, dia­betus dan lainnya dengan menjaga pola hidup sehat jasmani dan rokhani. (ds)

ISTIMEWA: Wakil Gubernur Jatim Dr H. Emil Elestianto Dardak, M.Sc menyalami ribuan anggota Muslimat yang hadir.

ISTIMEWA: Wakil Gubernur Jatim Dr H. Emil Elestianto Dardak, M.Sc menyalami ribuan anggota Muslimat yang hadir. (Istimewa)

(bj/ds/bet/JPR)

 TOP
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia