alexametrics
Sabtu, 28 Mar 2020
radarbojonegoro
Home > Tuban
icon featured
Tuban

Relokasi, Solusi Terbaik Jangka Panjang

05 Maret 2020, 16: 03: 49 WIB | editor : Ebiet A. Mubarok

SISAKAN PUING-PUING: Bupati Tuban Fathul Huda meninjau kondisi Pasar Baru Tuban pasca kebakaran kemarin.

SISAKAN PUING-PUING: Bupati Tuban Fathul Huda meninjau kondisi Pasar Baru Tuban pasca kebakaran kemarin. (AHMAD ATHO’ILLAH/JAWA POS RADAR TUBAN)

Share this      

BUPATI Tuban Fathul Huda menegaskan, opsi relokasi sebagai langkah jangka panjang pasca terbakarnya Pasar Baru Tuban (PBT) akan dibicarakan dengan pedagang pasar.
‘’Mestinya, relokasi itu langkah yang paling baik. Tapi, kalau kita mau relokasi harus ada persetujuan dari pedagang pasar,’’ kata bupati usai meninjau lokasi kebakaran kemarin (4/3).
Disampaikan bupati, relokasi merupakan solusi jangka panjang yang paling tepat. Sebab, di lokasi pasar saat ini sudah tidak memungkinkan untuk didirikan bangunan yang representatif, yakni berlantai lebih dari dua. Hal itu merujuk hasil studi kelayakan atau feasibility study konsultan. ''Tidak boleh (dibangun, Red), karena di bawahnya ada gua,’’ terang bupati. Gua dimaksud adalah wisata Gua Akbar. Karena itu, relokasi menjadi solusi jangka panjang yang paling tepat.
Untuk penanganan jangka pendek, lanjut mantan ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Tuban itu, akan dibuatkan lokasi penampungan sementara. Untuk lokasinya akan dibahas lebih teknis bersama sejumlah  organisasi perangkat daerah (OPD) terkait. Juga masukan dari paguyuban pasar.
‘’Kira-kira yang dikehendaki seperti apa? Ini nanti yang akan kita bahas bersama paguyuban pasar,’’ ujar bupati dua periode itu.
Disinggung soal pembangunan kios baru, bupati menyampaikan, setelah dilakukan pembersihan, nantinya tidak langsung dibangun kios permanan. Melainkan kios-kios darurat. ‘’Kalau permanen waktunya panjang dan akan dibahas bersama pedagang pasar. Karena belum tentu keinginan pemkab cocok dengan keinginan pedagang, sehingga perlu dibahas bersama,’’ tegas bupati dua periode itu.
Dia menargetkan, untuk pembuatan tenda-tenda darurat sebagai penampungan sementara butuh waktu 2—3 hari. Sedangkan pembersihan lokasi ditarget berlangsung selama sepekan. ‘’Saya minta dikerjakan secepat-cepatnya. Kalau mungkin, ya satu minggu harus selesai,’’ kata dia memberikan target kepada pimpinan ODP terkait.
Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Tuban Agus Wijaya kepada Jawa Pos Radar Tuban mengatakan, berdasar laporan sementara yang diterima, total kios dan los yang terbakar kurang lebih sebanyak 830 unit. Rinciannya, kios 370 unit dari total 618 unit dan los 460 unit dari total 1.326 unit. ‘’Ini masih data sementara,’’ kata dia.
Disinggung soal pembersihan yang ditarget bupati harus selesai maksimal satu minggu, Agus, sapaan akrabnya menyampaikan, pembersihan lokasi harus berkoordinasi terlebih dahulu dengan kepolisian. ‘’Titik memulainya yang belum tahu. Apakah bisa langsung dilakukan pembersihan atau menunggu dari kepolisian setelah olah TKP selesai. Kapan itu? Ini yang akan kita koordinasikan dulu,’’ ujarnya.
Begitu juga soal kerugian yang diderita akibat kebakaran, Agus belum bisa menyampaikan. ‘’(Kerugian, Red) masih belum bisa diperkirakan,’’ tandasnya.(tok/ds)

(bj/tok/ds/bet/JPR)

 TOP
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia