alexametrics
Sabtu, 28 Mar 2020
radarbojonegoro
Home > Bojonegoro
icon featured
Bojonegoro

PEPC Raih Penghargaan Internasional PFI Award

02 Maret 2020, 15: 47: 40 WIB | editor : Ebiet A. Mubarok

PENGHARGAAN INTERNASIONAL: Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati (tengah) didampingi Direktur Utama PEPC Jamsaton Nababan (dua dari kiri) menunjukkan penghargaan internasional bergengsi dari ajang PFI Award 2019 di London, Inggris.

PENGHARGAAN INTERNASIONAL: Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati (tengah) didampingi Direktur Utama PEPC Jamsaton Nababan (dua dari kiri) menunjukkan penghargaan internasional bergengsi dari ajang PFI Award 2019 di London, Inggris. (Istimewa)

Share this      

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro - PT Pertamina EP Cepu (PEPC), salah satu anak perusahaan PT Pertamina (Persero) mendapatkan penghargaan internasional bergengsi dari Project Financing International (PFI) pada ajang PFI Award 2019 beberapa waktu lalu di London, Inggris. 

Pada ajang tersebut, penghargaan yang diadakan oleh PFI tersebut menobatkan PEPC sebagai Asia Pasific Oil & Gas Deal of the Year.

Penganugerahan penghargaan tersebut turut dihadiri Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati dan Direktur Utama PEPC Jamsaton Nababan. ‘’Penghargaan diperoleh berkat keberhasilan PEPC mendapatkan Project Financing untuk Proyek Pengembangan Gas Lapangan Unitisasi Jambaran-Tiung Biru (JTB),’’ kata Direktur Utama PEPC Jamsaton Nababan.

Dia menuturkan, secara keseluruhan, Project Financing ini dapat diselesaikan dalam waktu kurang dari enam bulan sejak dikeluarkan Project Info Memo (PIM) dan Request for Proposal (RFP), pada 30 Januari 2019 dengan Financial Close pada tanggal 13 Juni 2019. 

Project Financing Proyek JTB dilakukan oleh PEPC ini, juga menjadi salah satu proyek pertama yang menggabungkan pendanaan konvensional dengan pendanaan syariah. Dengan total nilai pendanaan USD 1,8 miliar, terdiri dari USD 1,7 miliar konvensional dan USD 100 juta syariah. 

Lembaga keuangan yang tergabung dalam Project Financing JTB ini terdiri dari delapan bank internasional dan empat bank domestik. Bank internasional yang turut serta adalah Bank of China, CIMB, DBS, Intesa Sanpaolo, Maybank, MUFG, Milbank, dan SMBC.

‘’Sedangkan lembaga keuangan domestik yang terlibat adalah Bank Mandiri, Bank Negara Indonesia, BTPN, dan Bank Rakyat Indonesia,’’ tandasnya. 

Proyek JTB ini ditetapkan oleh Pemerintah Indonesia sebagai salah satu Proyek Strategis Nasional, dengan produksi gas yang akan didistribusikan melalui Pipa Gas Gresik-Semarang milik Pertagas untuk konsumsi dalam negeri. 

JTB akan memiliki kapasitas produksi 330 MMSCFD (raw gas) dengan sales gas sebesar 192 MMSCFD. 

Lingkup pekerjaan Proyek Gas JTB ini meliputi pembebasan lahan, telah selesai dilaksanakan, Early Civil Work (ECW) juga telah selesai dilaksanakan. Lingkup pekerjaan saat ini sedang berlangsung adalah pengeboran 6 sumur gas yang dilaksankan oleh Pertamina Drilling Services Indonesia (PDSI), merupakan salah satu anak perusahaan Pertamina (Persero).

Dan, pembangunan Gas Processing Facilities (GPF) yang dilaksanakan oleh Konsorsium PT Rekayasa Industri, PT. JGC Indonesia, dan JGC Corporation. ‘’Proyek Gas JTB ini dijadwalkan selesai pada tahun 2021,’’ pungkasnya. (*/msu)

(bj/msu/rij/bet/JPR)

 TOP
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia