alexametrics
Sabtu, 28 Mar 2020
radarbojonegoro
Home > Kolom
icon featured
Kolom
(Artificial intelligence in an algorithm base

KECERDASAN BUATAN DALAM ERA PENYEMBUHAN BERBASIS ALGORITMA

*) Rahmat Junaidi 

01 Maret 2020, 14: 57: 30 WIB | editor : Ebiet A. Mubarok

KECERDASAN BUATAN DALAM ERA PENYEMBUHAN BERBASIS ALGORITMA

(sciencedaily.com/JawaPos Radar Bojonegoro)

Share this      

Lebih dari 27 tahun lalu, saat baru saja berinteraksi dengan ilmu kesehatan secara khusus, saya mengenal era pelayanan kesehatan dasar (primary health care). Pelayanan kesehatan itu untuk mendukung penyembuhan dan mencegah kematian.

Pelanggan pelayanan kesehatan hanya menuntut hal tersebut, dan pelayanan kesehatan hanya bersifat kuratif (penyembuhan). Masyarakat hanya menuntut kesembuhan. Waktu 15 tahun belakangan ini, sudah terjadi perubahan paradigma. Dari paradigma sakit menuju kesembuhan menjadi paradigma sehat bersifat mencegah (preventif) dan usaha memelihara kesehatan dan peningkatan status kesehatan (rehabilitatif dan promotif).

Selanjutnya masyarakat menuntut pengobatan/penyembuhan berbasis bukti (evidence base medicine). Dari riset International of Medicine (2017), dalam tiga tahun saat ini terjadi perubahan lagi menjadi pelayanan kesehatan nyaman, indah, didukung teknologi segala hal. Baik teknologi informasi maupun teknologi peralatan medis. Era inilah disebut era pergeseran (disruption).

Di era shifting atau disruption saat ini hampir semua pelayanan jasa ingin melakukan hal cepat melebihi telah ada. Ingin paling tepat dan menuntut kesempurnaan termasuk pelayanan kesehatan. Tampaknya kesehatan bukan lagi sebagai primary health care atau pelayanan bersifat mendasar. Tapi lebih dari mendasar. Sehingga tuntutan seperti di atas pasti akan terjadi campur tangan teknologi untuk mempercepat, mempermudah, memberikan hal lebih pasti pelayanan kesehatan. Terutama kaitannya pencegahan dan penyembuhan penyakit, sesuatu hal harus diterima insan pelayanan kesehatan. Karena tampaknya di era depan semua pelayanan kesehatan akan dijalankan kecerdasan buatan (artificial intelligence).

Memasuki era disrupsi, pemanfaatan kecerdasan buatan mulai memegang peranan utama dalam deteksi dini penyakit, pengelolaan satu data (big data) terkait kesehatan. Identifikasi gen keturunan merupakan dasar bagi pengembangan model promotif dan preventif. Terutama penyakit degeneratif.

Kecerdasan buatan bermanfaat meningkatkan optimalisasi penggunaan alat-alat diagnostik di laboratorium. Membantu konversi wawancara dokter-pasien (anamnesa). Juga sebuah dasar pengembangan peralatan wireless (wearable devices), bermanfaat bagi masyarakat dalam hal promosi kesehatan.

Teknologi robotik dalam pelayanan kesehatan akan segera menggeser paradigma pengobatan berbasis bukti (evidence based medicine) menuju analisis algoritma (pemrograman) untuk pengobatan (algorithm based medicine) dapat meningkatkan kecepatan. Serta ketepatan bidang diagnostik dan terapeutik. Kombinasi pemanfaatan satu data terpadu (big data), kecerdasan buatan (artificial intelligence), robotic dan internet of thing (IOT) niscaya memberikan dampak inovasi bersifat disruptif bagi pengembangan layanan kesehatan.

Model algoritma ini bisa kita contohkan perencanaan keluarga (family planning) pemprograman dalam pendidikan kesehatan reproduksi dengan pemrograman dalam menyiapkan bibit (sperma dan sel telur sebagai genotipe), bobot (kualitas), bebet (penampilan sebagai fenotipe).

Kecerdasan buatan dalam sistem pengobatan berbasis algoritma merupakan potensi luar biasa dapat dimanfaatkan peningkatan kualitas layanan kesehatan reproduksi. Sehingga, hal ini akan mempermudah pengobatan penyakit yang lainnya seperti kanker, serta seluruh penyakit degenerative. Baik bersifat keturunan maupun pola hidup.

Juga penyakit disebabkan mikrobiologi, seperti corona virus, demam berdarah, malaria akan lebih mudah dalam pengobatan. Juga penyakit terkait nutrisi seperti stunting menghebohkan ataupun obesitas sebagai masalah gizi menjadi permasalahan saat ini.

Pelayanan kesehatan dalam era disruptif harus diterima secara bijak karena dengan kecanggihan teknologi akan memudahkan akses sekaligus mendorong partisipasi masyarakat menciptakan pelayanan kesehatan paripurna memuaskan. Hal ini sesuai konsep penyembuhan presisi atau terprogram sejak bayi belum lahir, sebagai konsep pengobatan mutakhir masa depan berprinsip pencegahan, prediksi, data personal, dan partisipasi.

Kecerdasan buatan merupakan keniscayaan harus kita terima dipercaya mengakselerasi kesehatan masyarakat menuju generasi cemerlang. Ingatlah waktu dan kesehatan adalah dua aset berharga tidak kita kenali dan hargai sampai akhir kita di dunia ini. (*)

*) Pengamat kesehatan masyarakat tinggal Desa Ngumpakdalem, Kecamatan Dander.

(bj/rij/bet/JPR)

 TOP
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia