alexametrics
Sabtu, 28 Mar 2020
radarbojonegoro
Home > Hukum & Kriminal
icon featured
Hukum & Kriminal
Tersangka Dugaan Pembunuhan

Komisi C Sayangkan Andris Tak Bisa Ikut UNBK

28 Februari 2020, 17: 22: 42 WIB | editor : Ebiet A. Mubarok

MASIH PELAJAR: Andris Setiawan, pelajar SMK berusia 19 tahun. Namun, dia tak bisa ikut UNBK.

MASIH PELAJAR: Andris Setiawan, pelajar SMK berusia 19 tahun. Namun, dia tak bisa ikut UNBK. (Nurcholish/Jawa Pos Radar Bojonegoro)

Share this      

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro - Hak Andris Setiawan, 19, untuk menamatkan pendidikan SMK pupus. Tersangka dugaan pembunuhan yang mendekam di tahanan  tersebut tidak bisa mengikuti ujian nasional berbasis komputer (UNBK) jenjang SMK 16 Maret mendatang.

Versi sekolah, ia telah mengundurkan diri dan tidak termasuk dalam daftar nominasi tetap (DNT) peserta UNBK. Sedangkan, DPRD Bojonegoro menyayangkan kondisi tersebut. Bagaimanapun aspek pendidikan menjadi hak setiap orang. Sehingga, meski ditahan, Andris seharusnya bisa ikut UNBK.

‘’Tidak (ikut UNBK). Dia telah mengundurkan diri dan bukan pelajar SMKN Dander,” kata Kepala SMKN Dander Supangat kemarin (27/2).

Menurut dia, beberapa hari setelah kejadian, pihak orang tuanya mendatangi sekolah. Dan, menyatakan putranya untuk mengundurkan diri. Pihaknya pun terkesan tak bisa menghalangi. ‘’Sehingga sudah tidak masuk dalam DNT dan data pokok pendidikan (dapodik),” imbuhnya.

Sementara itu, Anggota Komisi C DPRD Bojonegoro Hidayatus Sirot menyayangkan keputusan sekolah menerima pengunduran diri tersebut. Sebab setiap orang memiliki hak untuk menamatkan pendidikan. 

‘’Meskipun seorang tersangka pembunuhan, dia masih muda dan punya masa depan,” katanya kepada Jawa Pos Radar Bojonegoro. 

Menurut Tatus, sapaannya, kalaupun dihukum seumur hidup, Andris Setiawan bebas dari tahanan dengan usia yang masih produktif. Yakni 38 tahun. Sehingga, masih bisa melanjutkan hidup dan kembali ke lingkungan.

‘’Saya harap pihak sekolah bisa berkomunikasi dan mengupayakan agar yang bersangkutan tetap ikut UNBK,” tegas politikus Partai Garuda itu.

Karena bagaimanapun pendidikan karakter dan moral merupakan cerminan sekolah. Sehingga akan terasa kontras jika serta merta melepas tanggung jawab. Seperti yang kini menerpa Andris Setiawan.

‘’Jadi selain itu harap dinas terkait memberi atensi dan mengupayakan (tetap ikut UNBK). Meskipun itu di tahanan,” ujar politisi asal Kecamatan Kanor tersebut.

(bj/dny/rij/bet/JPR)

 TOP
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia