alexametrics
Rabu, 03 Jun 2020
radarbojonegoro
Home > Bojonegoro
icon featured
Bojonegoro
Sebanyak 77 Cakades Petahana Tumbang

Cakades Milenial Tumbangkan Petahana

21 Februari 2020, 13: 22: 28 WIB | editor : Ebiet A. Mubarok

Cakades Milenial Tumbangkan Petahana

(AINUR OCHIEM/JAWA POS RADAR BOJONEGORO)

Share this      

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro - Sebanyak 77 calon kepala desa (cakades) petahana (incumbent) tumbang. Namun, jumlah cakades petahana yang berhasil mempertahankan kursinya sebagai Kades cukup dominan. Dari total 188 petahana, 111 cakades kembali merebut kursinya lagi.
Menariknya, rerata cakades petahana tumbang dikalahkan cakades milenial. Berdasar data dihimpun Jawa Pos Radar Bojonegoro, di Desa Mulyoagung, Kecamatan Balen, dan Desa Brabowan, Kecamatan Gayam.
‘’Di Desa Mulyoagung itu yang mendapat suara terbanyak melebihi petahana, justru anak muda,’’ kata Camat Balen Nanik Lusetiyani kemarin (20/2).
Menurut Nanik, sesuai hasil penetapan cakades Mulyoagung, terdapat dua kandidat. Yakni Sujartiknan, statusnya petahana, berharapan Abdi Nugroho, cakdaes baru. Sesuai hasil penghitungan suara, petahana nomor urut 1 itu mendapatkan 689 suara.
Sementara, Abdi Nugroho sebagai cakades wajah baru, mendapatkan dukungan cukup dominan, yakni 1.200 suara. Perolehan cakades pendatang baru hampir dua kali lipat dari perolehan cakades petahana. ‘’Calon milenial itu menang mutlak,’’ ujar mantan Camat Dander tersebut.
Sementara itu, di Desa Brabowan, Kecamatan Gayam, Sukiran cakades petahana berusia sekitar 50 tahun. Sesuai hasil penghitungan suara, perolehannya jauh di bawah cakades baru dan masih muda, karena baru berusia 28 tahun, yakni Adi Sucipto.
Sukiran mendapatkan 381 suara, sedangkan Adi Sucipto mendapatkan 491 suara. Selisihnya sekitar 110 suara. ‘’Cakades  Brabowan yang unggul itu, masih muda, belum 30 tahun,’’ ungkap Camat Gayam Agus Hariyana.
Dia menuturkan, pilkades serentak tahun ini, di Kecamatan Gayam delapan desa. Yakni Desa Beged, Sudu, Brabowan, Bonorejo, Ngraho, Mojodelik, Katur, dan Gayam. Dari delapan desa itu, empat cakades petahana tumbang. Yaitu di Desa Sudu, Brabowan, Bonorejo, dan Ngraho.
Sementara itu di Kecamatan Sekar, ada empat desa menggelar pilkades. Di antaranya Desa Bareng, Miyono, Deling, dan Bobol. Hasil pemungutan suara hanya satu dari empat desa yang cakades petahana mampu menang, yakni pilkades Bareng. Sedangkan, tiga desa lainnya cakades petahana terpaksa tumbang.
Camat Sekar Biyanto membenarkan bahwa hanya satu desa yang cakades petahananya menang. Ia mengatakan kalahnya para cakades petahana ada banyak faktor. Seperti di Desa Bobol itu cakades petahana dikalahkan oleh kepala dusunnya sendiri.
Lalu di Desa Deling itu ada kemungkinan cakades petahana yang sudah memimpin dua periode itu menurun kepercayaan publik, ingin gaya kepemimpinan baru.
“Kalau yang di Desa Miyono itu cakades petahana kalah dengan cakades sebelumnya pernah menjadi kades di Miyono selama dua periode. Jadi ketika maju pilkades, masyarakat masih memercayainya,” terangnya.
Camat Dander Husnan juga mengungkapkan ada dua dari lima cakades petahana tumbang, yakni Desa Kunci dan Desa Dander. Sedangkan, di Desa Karangsono, Sendangrejo, dan Sumodikoran kembali dipimpin oleh petahana. Ia bersyukur pelaksanaan pilkades serentak di wilayahnya berlangsung aman dan tertib.
Terkait tumbangnya petahana, Husnan menilai akibat turunnya kepercayaan publik. Kegagalan cakades petahana membangun kepercayaan publik tersebut tentu seharusnya bisa jadi pelajaran bagi yang lain.
Sebab, cakades petahana tumbang itu semuanya baru satu periode. Karena itu ia berharap para cakades terpilih yang petahana maupun baru bisa menjadi pemimpin yang amanah. Bekerja sesuai regulasi. Dan saat memimpin diutamakan selalu berorientasi kepada kepentingan masyarakat. Jangan untuk kepentingan pribadi.
“Kalau sudah bekerja dengan baik dan amanah, seperti mematuhi segala peraturan UU Desa, saya yakin masyarakat tak perlu diminta mendukung, pasti mendukung kita,” ujar pria dulu pernah menjadi Kades Tlogorejo Kecamatan Kepohbaru selama 16 tahun itu.

(bj/msu/gas/rij/bet/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia