alexametrics
Kamis, 09 Apr 2020
radarbojonegoro
Home > Tuban
icon featured
Tuban
SMKN Singgahan Gelar FGD

Mencetak Lulusan Ahli, Menjadikan Singgahan Lumbung Pangan

21 Februari 2020, 11: 16: 39 WIB | editor : Ebiet A. Mubarok

SIMBOLIS: Penandatanganan piagam kerja sama kelas industri Axio Class Program Bandung dan Liris Solo.

SIMBOLIS: Penandatanganan piagam kerja sama kelas industri Axio Class Program Bandung dan Liris Solo. (Istimewa)

Share this      

TUBAN, Radar Tuban- Sekolah Me­nengah Kejuruhan Negeri (SMKN) Singgahan kemarin (20/2) mengadakan forum group discussion (FGD) terkait pro­gram ketahanan pangan dan kehu­tanan. Acara tersebut berlangsung di halaman sekolah setempat.
FGD tersebut mengundang narasumber ber­kompeten. Mereka adalah Direktur Pembina Sekolah Menengah Kejuru­han(PSMK) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Dr. Ir. M. Bakh­run, MM. Gu­ru Besar Universitas Gajah Mada (UGM) Prof. Ir. Ambar Pertiwi Ningrum M.Si, Ph.D, IPM. ASEAN.Eng, Kabid PSMK Dinas Pendidikan Provinsi Jatim Dr. Suhartono, MPd, Kepala Cabang Dinas Pendidikan wilayah Bojonegoro-Tuban Adi Prayitno, S.Pd, MM, Kabid PSMK Dinas Pendidikan Provinsi Jatim dan Pengasuh Pondok Pe­santren Wali Sanga Gomang Prof Dr. KH Kanjeng Pangeran Panji Noer Nasroh Hadiningrat, SH. MPd, serta Kepala SMKN Singgahan Hidayat Rahman, S.Pd. MM.
Hadir juga Ketua Lembaga Masyarakat Desa Hutan Tuban Deputy Education Manager Axio Class Program Bandung Lingga Imanda Fuedsi, Ketua Forum Kepala SMK Pertanian dan Kemaritiman Provinsi Jatim Kumudawati, pengawas pem­bina di lingkungan Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Bojonegoro-Tuban, serta ketua MKKS negeri dan swasta di Bojonegoro dan Tuban.
Kepala SMKN Singgahan Hidayat Rahman, S.Pd. MM berharap lulusan SMKN Singgahan dapat mencetak lulusan-lulusan yang ahli dalam ketahanan pangan dan kehutanan.
Karena kondisi geografis Singgahan sebagian besar merupakan daerah agro yang berbasis pertanian, peternaakan, perikanan, dan kehutanan, dia berharap lembaga pendidikan yang dipimpin mampu menguatkan program di bidang tersebut.
‘’Saya ingin jebolan dari SMKN Singgahan nanti menjadi ahli yang dapat bermanfaat bagi masyarakat Singgahan sendiri dengan memanfaatkan hasil bumi dan kekayaan alam untuk dikelola dan dinaikkan nilai ekonomisnya, sehingga Singgahan menjadi lumbung ketahanan pangan,’’ tegas dia.
Pendidik yang merangkap kepala SMKN 1 Tuban itu menjelaskan, ke depan dirinya juga ingin bersinergi dan menjalin kerja sama dengan para perusahaan, pemangku kebijakan, serta seluruh SMK di sekitar Singgahan. Tujuannya, meningkatkan kualitas pendidikan dan me­nanggulangi ancaman ketahanan pangan.
‘’Nanti saya ingin menggandeng semua pihak untuk menciptakan generasi yang berkualitas dan ahli dalam ketahanan pangan dan kehutanan,’’ ujar dia.
Direktur Pembina Sekolah Menengah Kejuruhan(PSMK) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Dr. Ir. M. Bakhrun, MM mengatakan, dari kegiatan workshop sekolah pertanian tersebut diharapkan keluar suatu ide pengembangan SMK. Ide tersebut diha­rapkan mampu memberdayakan masya­rakat secara bersama-sama.
Menurut dia, peran SMK bermanfaat untuk pendidikan di pedesaan. Untuk menggerakan sektor pertanian, dikatakan Bakhrun, diha­rapkan terjadi link and match dengan industri besar. Targetnya desa dengan usaha kecil menengah (UKM)-nya sebagai industri.
Dia juga mengapresiasi kerja sama Pusdiklat Perhutani dengan SMK dalam mengelola hutan tanaman industri. ‘’Dari link and macth itulah bisa dikembangkan bersama-sama untuk mengangkat perekonomian di daerah dan bermanfaat untuk lingkungan dan mem­bangun bersama-sama,’’ tegas dia. Ditam­bahkan Bakhrun, agar negara kuat, maka ketahanan pangan juga harus kuat. Harus ada produksi pertanian, peternakan, perikanan, dan kehutanan.
Sementara itu, Kepala Cabang Dinas Pendidikan wilayah Bojonegoro-Tuban Adi Prayitno, S.Pd, MM mengapresiasi kegiatan tersebut. Menurut dia, saat ini siswa atau generasi milenial jarang yang ingin menekuni sektor pertanian. ‘’Kalau tidak digalakkan, maka regenerasi akan terputus. Tidak ada penerus petani modern maupun  konvensional,’’ ujar dia.
Karena itulah, kata Adi, siswa SMK didorong untuk melanjutkan  bidang pertanian, perikanan, dan peternakan. Hal itu berpengaruh terhadap program ketahanan pangan nasional.
Kabid PSMK Dinas Pendidikan Provinsi Jatim Dr. Suhartono, Mpd berharap ide luar biasa tersebut bisa dijadikan referensi jurusan pertanian. ‘’Kegiatan ini harus sering dilakukan. Saya mengapreasi,’’ tegas dia yang menilai luar biasanya para pemateri FGD tersebut.

Kepala SMKN Singgahan Hidayat Rahman,S.Pd. MM bersama Direktur Pembina Sekolah Menengah Kejuruhan(PSMK) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Dr. Ir. M. memamerkan produk siswa SMKN Singgahan.

Kepala SMKN Singgahan Hidayat Rahman,S.Pd. MM bersama Direktur Pembina Sekolah Menengah Kejuruhan(PSMK) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Dr. Ir. M. memamerkan produk siswa SMKN Singgahan. (Istimewa)

(bj/ds/bet/JPR)

 TOP
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia