alexametrics
Kamis, 09 Apr 2020
radarbojonegoro
Home > Lamongan
icon featured
Lamongan
Empat Mahasiswa dari Cina Jalani Karantina

Masih Ingin Kembali ke Wuhan

17 Februari 2020, 12: 33: 42 WIB | editor : Ebiet A. Mubarok

BAHAGIA : Ayu Winda Puspitasari gembira bersama ayahnya di rumahnya, saat dijenguk Sekkab Lamongan, Yuhronur Efendi kemarin (16/2).

BAHAGIA : Ayu Winda Puspitasari gembira bersama ayahnya di rumahnya, saat dijenguk Sekkab Lamongan, Yuhronur Efendi kemarin (16/2). (ANJAR DWI PRADIPTA/JAWA POS RADAR LAMONGAN)

Share this      

LAMONGAN, Radar Lamongan – Empat mahasiswa asal Lamongan yang mengenyam pendidikan di Tiongkok, akhirnya bisa berkumpul dengan keluarga, kemarin (16/2). Sebelumnya mereka menjalani masa karantina selama 14 hari di Natuna untuk memastikan bebas dari Virus Korona. Bila sudah aman, mereka menyatakan tetap ingin kembali ke Wuhan Tiongkok.
Keempat mahasiswa itua, yakni Ayu Winda Puspitasari asal Kelurahan Sukorejo, Kecamatan Lamongan, Pramesti Ardita Cahyani asal Desa/ Kecamatan Brondong, Salsabillah Zam-Zam asal Kelurahan/ Kecamatan Babat, dan Siti Mizabul Izabah asal Desa Bulutigo, Kecamatan Laren.
Ayu Winda mengungkapkan, pihak kampusnya memberi solusi kepada seluruh mahasiswa yang dievakuasi dari Tiongkok, masih bisa mengikuti kelas online untuk sementara waktu. ‘’Pihak kampus juga menunggu keputusan dari pemerintah di sana. Kalau akses di Wuhan sudah dibuka kembali, pasti kembali lagi,’’ ujarnya saat ditemui dikediamannya.
Dia mengungkapkan, bersama 238 mahasiswa se-Indonesia berangkat dari Natuna, Sabtu sore (15/2). Selanjutnya, tiba di Bandara Juanda Surabaya pukul 10 malam. Baru tiba di rumah sekitar pukul 01.00 Wib dini hari kemarin (16/2).
‘’Di Bandara Juanda juga disambut Gubernur Jatim, Khofifah,’’ ungkapnya.
Winda memberi apresiasi terhadap pemerintah yang melakukan evakuasi terhadap mahasiswa Indonesia di Tiongkok. Kini, Ayu Winda masih ingin menikmati masa berkumpul bersama keluarga. ‘’Alhamdulillah, saya senang banget rasanya. Luar biasa perasaan saya sampai tidak bisa berkata-kata,’’ tukasnya.
Suasana haru mewarnai suasana di kediaman Ayu Winda. Ayah Ayu Winda, Sartono mengaku, sempat was-was dan resah ketika wabah virus korona merebak di Wuhan. ‘’Setelah di Natuna, baru saya agak lega, tidak begitu was-was. Dan Alhamdulillah sekarang di rumah. Saya sangat bahagia,’’ ucap Sartono dengan mata berkaca-kaca.
Ayah Siti Mizabul Izabah, Mat Suwarsono saat dikonfirmasi mengakui putrinya sudah berada di rumah. Pria yang sehari-hari berkerja sebagai petani melon tersebut bersyukur putrinya ikut dievakuasi dari Tiongkok. ‘’Sudah pulang tadi malam. Alhamdulillah, perasaan tidak bisa disampaikan dengan kata-kata. Sangat bahagia,’’ tukasnya.
Berdasarkan keterangan dari putrinya, terang Suwarsono, sementara perkuliahan menggunakan sistim online. Sehingga, perkuliahan anaknya masih bisa berjalan meskipun berada di rumah. ‘’Jadi dia sementara belajarnya dari rumah dulu, sampai nanti ada instruksi dinyatakan steril dengan jangka waktu belum ditentukan,’’ tukasnya.
Bagaimana jika nantinya Tiongkok sudah dinyatakan aman dari virus korona? Suwarsono mengaku tidak akan menghalangi jika putrinya ingin melanjutkan pendidikan di Tiongkok. ‘’Saya orangtua, apa kemauan anak tetap mendukung. Kalau memang anak ini pingin dilanjut ke sana, akan tetap kita dukung,’’ ujarnya.
Terpisah, Ibu Salsabillah Zam-Zam, Jumawanti mengaku bersyukur anaknya sudah kembali berkumpul bersama keluarga. Apalagi anaknya dalam kondisi cukup baik. ‘’Alhamdulillah pulang dengan keadaan baik dan sehat,’’ tukasnya.
Sama halnya dengan mahasiswa lain, Salsa juga akan menempuh perkuliahan via online. Perempuan 50 tahun tersebut mengaku mendapatkan tawaran dari Dinas Pendidikan (Disdik), jika putrinya ingin menempuh pendidikan sementara di salah satu kampus di Jawa Timur. ‘’Kata putri saya, mulai Senin besok (hari ini, Red) sudah dimulai kelas online,’’ katanya.
Salsa merupakan mahasiswi semester delapan jurusan kedokteran di Hubei Polytechnic Of China. Jumawanti mengatakan, dia tidak akan menghalangi putrinya kembali menempuh pendidikan ke China, jika nanti sudah dinyatakan sudah aman. ‘’Kalau memang sudah kondusif, kenapa tidak. Kan eman, tinggal selangkah lagi,’’ ucap perempuan berjilbab tersebut.
Sementara itu, wartawan koran ini belum mendapatkan konfirmasi dari Pramesti Ardita Cahyani. Ketika mengirim pesan WhatsApp hanya terlihat centang satu, yang menandakan jika nomor ponsel sedang tidak aktif. Namun, Bakesbangpol memastikan jika Pramesti sudah berkumpul dengan keluarga. Yakni dengan menunjukkan bukti foto Pramesti sudah berkumpul bersama keluarganya di Brondong. ‘’Dari data kami, ada empat mahasiswa asal Lamongan yang sudah dipulangkan. Kami juga sudah memastikan mereka sudah berkumpul dengan keluarga masing-masing,’’ tutur Sekretaris Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Lamongan, Hari Agus kepada Jawa Pos Radar Lamongan.

(bj/ind/feb/bet/JPR)

 TOP
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia