alexametrics
Sabtu, 28 Mar 2020
radarbojonegoro
Home > Sport
icon featured
Sport
Sabah FA vs Persela

Ingin Menang di Laga Penutup Grup

15 Februari 2020, 13: 56: 23 WIB | editor : Ebiet A. Mubarok

PEMAIN ANDALAN : Rafinha menjadi andalan Persela untuk memenangkan laga terakhir melawan Sabah FA sore ini (15/2). Di dua laga sebelumnya pemain asal Brasil itu berhasil mencetak gol.

PEMAIN ANDALAN : Rafinha menjadi andalan Persela untuk memenangkan laga terakhir melawan Sabah FA sore ini (15/2). Di dua laga sebelumnya pemain asal Brasil itu berhasil mencetak gol. (ANGGER BONDAN/JAWA POS)

Share this      

LAMONGAN, Radar Lamongan - Persela akan melakoni laga pamungkas menghadapi Sabah FA, sore ini (15/2). Laga tersebut diharapkan menjadi happy ending bagi Eky Taufik Febriyanto dkk, setelah dua laga sebelumnya berakhir dengan kekalahan. Yakni menutup laga di grup B Piala Gubernur dengan kemenangan.
''Kita akan berjuang keras untuk bisa meraih kemenangan di laga terakhir fase grup,'' tutur Kapten Tim Persela, Eky Taufik Febriyanto kepada Jawa Pos Radar Lamongan kemarin (14/2).
Persela tentunya ingin menggenapkan dominasi tim Liga 1 atas tim Liga Malaysia tersebut. Sebelumnya, Arema FC Malang dan Persija Jakarta sukses melumat klub besutan Kurniawan Dwi Yulianto tersebut. ''Kita ingin tampil lebih baik, dan pembuktiannya di laga terakhir ini,'' ujar Eky.
Seperti diberitakan sebelumnya, Head Coach Persela, Nil Maizar tak bisa mendampingi skuad Laskar Joko Tingkir, karena menunaikan ibadah umrah. Asisten Pelatih Persela, Didik Ludiyanto menegaskan, anak asuhnya harus mampu bermain lebih agresif, jika ingin meraih kemenangan atas Sabah FA.
''Harus mampu bermain lepas dan tidak mengulangi kesalahan di laga sebelumnya,'' ujar pelatih yang tahun lalu membesut Persela junior tersebut.
Dia mengaku sudah mempelajari gaya permainan Sabah FA dari dua laga sebelumnya. Yakni saat melawan Arema FC dan Persija. Didik meminta anak asuhnya tak memandang sebelah mata Sabah FA, yang sebelumnya mengalami dua kali kekalahan. ''Kita harus termotivasi agar tidak menjadi juru kunci di grup B,'' imbuh Didik.
Didik menyadari jika skuad Persela yang mayoritas diisi wajah baru, masih membutuhkan waktu untuk menjalin kekompakan. Didik mengakui ajang turnamen ini menjadi peluang bagi pemain untuk meningkatkan komunikasi dan koordinasi.
''Secara permainan, sebenarnya sudah cukup bagus. Tinggal antar pemain ini bisa makin padu saja, dan itu butuh waktu,'' terang pelatih berlisensi AFC B tersebut.
Selain itu, lanjut dia, dalam turnamen ini menunjukkan jika tim-tim Liga 1 tidak bisa dipandang sebelah mata. Persija, Arema FC, Persebaya, dan Bhayangkara mampu menunjukkan grafik menanjak dibanding kompetisi tahun lalu.
''Tentu ini akan menjadi acuan bagi kami untuk membenahi kekurangan dan kelemahan,'' pungkas Didik.

(bj/ind/feb/bet/JPR)

 TOP
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia