alexametrics
Sabtu, 04 Apr 2020
radarbojonegoro
Home > Bojonegoro
icon featured
Bojonegoro
Rawan Terjadi Politik Uang

Hari Tenang Justru Tegang

15 Februari 2020, 13: 48: 47 WIB | editor : Ebiet A. Mubarok

Hari Tenang Justru Tegang

(AINUR OCHIEM/JAWA POS RADAR BOJONEGORO)

Share this      

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro - Tahapan kampanye pemilihan kepala desa (pilkades) serentak 233 desa tahun ini telah selesai. Mulai kemarin (14/2) hingga selasa (18/2) memasuki masa tenang. Namun, masa tenang membuat kondisi di desa justru tegang menjelang coblosan 19 Februari nanti.
Sebab, praktik money politics (politik uang) justru rentan berlangsung mendekati pelaksanaan pilkades. Kondisi tersebut bisa memicu gesekan antarpendukung calon. ‘’Di hari tenang itu justru situasinya semakin tegang,’’ kata Rektor Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri (Unugiri) Bojonegoro Ridlwan Hambali kemarin (14/2).
Ridlwan menuturkan, memasuki hari tenang seharusnya kondisi politik di desa sudah benar-benar tenang. Tidak ada lagi kampanye atau ajakan memilih calon kepala desa (cakades). Sebab, sebelumnya sudah memasuki masa kampanye terbuka.
Di hari tenang itu, menurut dia, idealnya warga sudah mantap menentukan pilihannya. Tentu, setelah mengetahu visi dan misi masing-masing cakades selama masa kampanye. Namun, kondisi di lapangan justru berbeda. Karena praktik money politics justru terjadi mendekati hari H pemungutan suara. ‘’Masa tenang, tapi rawan terjadi gesekan,’’ tandasnya.
Ridlwan menambahkan, sudah menjadi rahasia umum, suhu politik pilkades lebih panas dibanding pemilu. Sehingga, kesuksesan pilkades serentak ini menjadi tanggung jawab semua pihak.
Jika terjadi gesekan di lapangan, sebaiknya diselesaikan dengan regulasi. Namun, jangan terlalu kaku dalam menerapkan regulasi di pilkades. Karena bisa menambah suasana pilkades semakin tegang. ‘’Jujur saja, masyarakat kita belum siap bebas dari praktik politik uang,’’ keluhnya.
Untuk mewujudkan pesta demokrasi bebas politik uang, menurut Ridlwan, membutuhkan proses panjang. Saat ini sebagian masyarakat sudah mulai cerdas. Karena tidak semua memilih kepala desa itu karean faktor uang.
Namun, murni dengan hati nurani ingin memiliki kades yang mengabdi kepada masyarakat. Dan mampu membawa perubahan di desa setempat.
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Bojonegoro Djuana Poerwiyanto mengatakan, mulai kemarin hingga Selasa nanti memasuki hari tenang.
Sesuai ketentuannya, di hari tenang calon dilarang kampanye dalam bentuk apapun. Bahkan, gambar calon di fasilitas umum juga harus dilepas. ‘’Hari ini (kemarin, Red) sampai Selasa, hari tenang,’’ ujar mantan Camat Balen tersebut.

(bj/msu/rij/bet/JPR)

 TOP
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia