alexametrics
Sabtu, 04 Apr 2020
radarbojonegoro
Home > Bojonegoro
icon featured
Bojonegoro

Giliran Bidik PKL Jalan Pemuda

15 Februari 2020, 13: 45: 43 WIB | editor : Ebiet A. Mubarok

LOKASI BARU: Sejumlah PKL eks alun-alun menempati tempat baru di barat kantor satlantas polres setempat, tadi malam (14/2).

LOKASI BARU: Sejumlah PKL eks alun-alun menempati tempat baru di barat kantor satlantas polres setempat, tadi malam (14/2). (NURCHOLISH/JAWA POS RADAR BOJONEGORO)

Share this      

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro - Rencana relokasi pedagang kaki lima (PKL) di sejumlah jalan protokol belum berhenti. Sebab, masih ada sejumlah PKL di jalan protokol yang belum ditata. Terdekat akan menata PKL di Jalan Pemuda.
‘’Rencananya semua PKL di jalan protokol kita tata semua,’’ ungkap Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Bojonegoro Sukaemi kemarin (13/2).
Menurutu dia, Jalan Pemuda saat ini juga terdapat ragam PKL. Namun, pihaknya belum menyiapkan lokasi untuk PKL di jalan membujur timur-barat tersebut. Namun, dia memastikan dalam waktu dekat akan ditata.
‘’Semua akan kita tata. Tidak ada yang kelewat,’’ tegas Kemmi sapaan akrabnya.
Menurut Kemmi, penataan PKL diperlukan untuk memperindah kota. Sehingga, PKL tidak berjualan di jalan-jalan protokol yang seharusnya tidak boleh.
Kemmi menjelaskan, PKL seputar alun-alun diberikan lokasi di sejumlah tempat. Yakni, Jalan Mastrip, Jalan Hasyim Asyari barat kantor satlantas, dan Jalan Imam Bonjol. Selain itu, juga jalan Rajawali dan Jalan Jaksa Agung Suprapto. ‘’Persisnya timur pasar,’’ tuturnya.
Selain itu, PKL di Jalan Teuku Umar sudah dipindahkan di Jalan D.I Panjaitam dan Jalan Kartini. Sedangkan, PKL di Jalan Panglima Polim dan Jalan Pattimura di gedung UMKM dinas koperasi setempat.
‘’PKL Jalan Untung Suropati dan M.H. Thamrin kita pindah ke Taman Rajekwesi,’’ jelasnya.
Secara bertahap, lanjut Kemmi, semua PKL akan dipindahkan ke lokasi lain. Tidak hanya dipindah, mereka nantinya juga akan diberikan pembinaan. ‘’Pembinaan akan diberikan lintas OPD. Mulai dinkes untuk kesehatan, dan dinperinaker untuk pelatihannya,’’ ujar pria sebelumnya Camat Tambakrejo tersebut.
Kemmi menambahkan, para PKL itu nantinya akan diberikan tanda daftar usaha (TDU). TDU itu nanti akan berfungsi sebagai tanpa bahwa PKL itu binaan disdag. Baik PKL yang beralamat di Bojonegoro maupun luar Bojonegoro.
‘’TDU beda dengan KPP (kartu pedagang produktif). Kalau KPP syarat untuk mendapatkannya berbeda. Harus ada surat keterangan dari desa atau kelurahan,’’ jelasnya.

(bj/zim/rij/bet/JPR)

 TOP
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia