Jumat, 21 Feb 2020
radarbojonegoro
icon featured
Tuban

Harus Jadi Benteng Pengaruh Radikalisme

15 Februari 2020, 13: 31: 58 WIB | editor : Ebiet A. Mubarok

MOMEN BERSEJARAH: Menag Jenderal (Purn) TNI Fachrul Razi (tengah) menandatangani prasasti peruba­han bentuk STITMA menjadi IAINU kemarin (14/2). Ikut mendampingi, dari kiri Ketua STITMA Tuban Akhmad Zaini, Kakanwil Kemenag Jatim Ahmad Zayadi, Wabup Tuban.

MOMEN BERSEJARAH: Menag Jenderal (Purn) TNI Fachrul Razi (tengah) menandatangani prasasti peruba­han bentuk STITMA menjadi IAINU kemarin (14/2). Ikut mendampingi, dari kiri Ketua STITMA Tuban Akhmad Zaini, Kakanwil Kemenag Jatim Ahmad Zayadi, Wabup Tuban. (DWI SETIYAWAN/JAWA POS RADAR TUBAN)

Share this      

TUBAN, Radar Tuban-Menteri Agama Jenderal (Purn) TNI Fachrul Razi menitipkan harapan besar kepada Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Makhdum Ibrahim (STITMA) Tuban yang kemarin (14/2) berubah bentuk menjadi
Institut Agama Islam Nahdlatul Ulama (IAINU).
Salah satu harapan tersebut adalah menjadikan kampus tersebut sebagai penyebar ajaran agama Islam yang moderat di tengah gencarnya pe­ngaruh paham radikalisme.
‘’Moderat bukan agamanya, tapi cara beragama dan bergaul,’’ kata dia dalam sambutan peru­bahan bentuk perguruan tinggi di bawah na­ungan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Tuban itu.
Hadir pada acara tersebut Kepala Kanwil Ke­menag Jatim Ahmad Zayadi, Bupati Tuban Fathul Huda dan wabup Noor Nahar Hussein, Dandim Tuban 0811, Letkol Inf Viliala Romadhon SE, M.I.Pol, Rois Syuriah PCNU KH Kholillu­rahman, Ketua PCNU Tuban KH Mustain Syukur, serta Kepala Kemenag Tuban Sahid.
Hadir juga Sekre­taris Kopertais Wil IV Surabaya M. Yunus Abubakar, Ketua STITMA Tuban Akhmad Zaini dan jajaran civitas akademika kampus setempat, serta undangan lainnya.
Me­nag menegaskan, perguruan tinggi keaga­maan Islam (PTKI) adalah salah satu benteng me­nangkis radikalisme. Perannya tidak hanya pengajian, namun juga pengkajian Islam yang rahmatan lil alamin.
Dikatakan mantan Gubernur Akademi Militer itu, PTKI adalah lembaga yang menaungi insan intelektual yang memiliki keilmuan yang didasari ra­sionalitas dan bisa dipertanggungjawabkan. ‘’Semoga melalui kiprah kaum intelektual di kampus ini, lahir sarjana yang memiliki pemikiran Islam yang rahmatan lil alamin dan peka ter­hadap perkembangan zaman,’’ ujar dia.
Bupati Tuban Fathul Huda dalam pidatonya berharap IAIN tidak hanya mampu mening­katkan kualitas intelektual maha­siswanya, namun juga menggali spiritualnya. Salah satu kete­ladanan yang diharapkan lahir dari kampus di Jalan Manunggal tersebut adalah kesantunan terhadap guru dan orang tua.
Sementara itu, dalam pida­tonya, Ketua PCNU Tuban KH Mustain Syukur lebih banyak mengupas perjalanan kampus tersebut dari masa ke masa. Se­telah berubah bentuk menjadi IAINU, dia berharap perguruan tinggi tersebut mampu mem­berikan kemaslahatan, khusus untuk kemajuan NU. ‘’Dari kampus ini kami harapkan lahir kader-kader NU yang mampu meneruskan perjuangan kami,’’ ujar dia.
Acara tersebut ditutup dengan penandatanganan prasasti perubahan bentuk STITMA menjadi IAINU. (ds)

(bj/ds/bet/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia